Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan

Peluncuran Logo Baru Microsoft

Perusahaan perangkat lunak (software) Microsoft memperkenalkan desain baru logo perusahaannya pada Kamis (23/8/2012). Ini adalah kelima kalinya Microsoft melakukan desain ulang logo sejak perusahaan ini didirikan pada 1975 oleh Bill Gates dan Paul Allen.

Profesor pemasaran dari The Wharton School of University of Pennsylvania, Barbara Kahn, berpendapat, logo merupakan komunikasi merek. Sebuah logo memerlukan ciri khas jelas yang dapat diidentifikasi dengan merek, serta konsisten digunakan dari waktu ke waktu.

Setiap kali melakukan desain ulang logo, Microsoft selalu mengubahnya secara signifikan, dan terkesan ingin melepas sepenuhnya desain logo lama.

Kepada portal berita The Seattle Times, General Manager Brand Strategy Microsoft Jeff Hansen mengomentari logo-logo Microsoft di masa lalu beserta pengaruhnya. Berikut adalah evolusi desain logo Microsoft:

1. Logo pertama Microsoft (1975 - 1979)

Logo perdana Microsoft (1975 - 1979)
Logo perdana terdiri dari dua baris teks, yakni teks Micro di baris pertama dan Soft di baris kedua. Ini mencerminkan representasi pemikiran Bill Gates dan Paul Allen yang memberi nama asli perusahaan "Micro-Soft" yang berarti "mikrokomputer" dan "software".

2. Logo kedua Microsoft (1980 - 1981)

Logo kedua Microsoft (1980 - 1981)

Sudut dari beberapa huruf dibuat bergerigi dengan diagonal yang kuat. Menurut Jeff Hansen, logo ini mencerminkan budaya komputer dan video game pada masa itu.

3. Logo ketiga Microsoft (1982 - 1986)

Logo ketiga Microsoft (1982 - 1986)
Ini adalah logo bergaya kertas surat bergaris yang ditempatkan pada huruf "O" yang pertama. Huruf "O" menghubungkan kata Micro dan Soft. Logo ini juga disebut sebagai gaya Blibbet. Pada masa itu, kantin di kantor Microsoft terinspirasi untuk menjual burger istimewa yang diberi nama Blibbet.

4. Logo keempat Microsoft (1987 - 2012)

Logo keempat Microsoft (1987 - 2012)
Inilah logo Microsoft yang paling dikenal, karena ia dipertahankan hingga 25 tahun. Logo legendaris ini menggunakan jenis huruf bergaya tebal dan miring. Dibandingkan dengan logo sebelumnya, logo ini terkesan paling solid dan stabil.

Terlihat ada potongan kecil pada huruf "O" yang pertama, yang seperti menghubungkan kata Micro dan Soft. Huruf "F" dan "T" juga dihubungkan oleh garis horizontal.

5. Logo kelima Microsoft (2012 sampai sekarang)

Logo kelima Microsoft (2012 sampai sekarang)
Diumunkan pada 23 Agustus 2012, ini adalah logo pertama Microsoft yang terdiri dari dua komponen, yakni huruf cetak dan simbol. Hurufnya menggunakan jenis font Segoe, yang akan terus digunakan pada produk-produk Microsoft maupun strategi pemasaran.

Huruf "F" dan "T" pada logo ini masih terhubung oleh garis horizontal.

Simbol pada logo baru tampak terinspirasi dari sistem operasi Windows, yang merupakan produk unggulan Microsoft. Simbol Windows (jendela) terdiri dari empat kotak berwarna merah, hijau, biru, dan kuning. Menurut Hansen, simbol ini hendak mengungkapkan beragam portofolio produk Microsoft.



Logo baru sengaja dirilis pada 2012. Sebab, 2012 merupakan tahun penting bagi Microsoft, di mana mereka akan merilis versi terbaru untuk software unggulan, seperti Windows 8, Windows Phone 8, konsol game Xbox, dan software perkantoran Office. [SUMBER]



Denaihati

Fenomena Kiamat Internet

Mengutip laporan situs teknologi PC World, Selasa, 3 Juli 2012, FBI menyatakan komputer pribadi yang terinfeksi malware ini akan mengalami "kiamat Internet" pada bulan ini. Kiamat Internet ini berarti komputer tersebut tak dapat mengakses dunia maya karena di dalamnya ada "penyakit".

Untuk menghindari kiamat Internet tersebut, para pengguna komputer diimbau untuk melakukan "pembasmian" malware pada PC mereka. FBI mengingatkan setiap PC yang terinfeksi DNS-Changer hanya punya waktu sampai 9 Juli untuk membersihkan sistem komputasinya.

Menurut lembaga investigasi itu, software jahat yang muncul pada 2007 itu menyerang komputer berbasis sistem operasi Windows dan Mac. Pada dasarnya DNS-Changer adalah Trojan yang sejak lima tahun terakhir sudah menjalar ke jutaan komputer di dunia. Malware ini akan mengarahkan komputer untuk mengunjungi situs-situs yang dibuat para peretas--yang bisa mendulang uang dari iklan sampai US$ 14 juta.

Malware DNSChanger juga mencegah komputer untuk memperbarui atau menggunakan anti-virus. Akibatnya, PC menjadi rentan terhadap software jahat lainnya.

Pada November tahun lalu, FBI menangkap enam warga negara Estonia yang diduga menjalankan penipuan dengan menggunakan malware tersebut. Saat itu aparat menyita DNS server yang berfungsi mengarahkan pengguna yang terinfeksi untuk berkunjung ke tautan berbahaya.

Perusahaan keamanan Tacoma menyatakan enam bulan lalu, separuh dari semua komputer perusahaan yang masuk daftar Fortune 500 terinfeksi DNS-Changer. Tacoma mengidentifikasi saat ini tercatat sekitar 350 ribu PC yang masih terinfeksi malware itu.

Namun tenang ada cara untuk mengecek penyebaran serangan ini. Pertama bukalah situs www.dns-ok.us. Laman ini akan menunjukkan apakah komputer terjangkit malware. Jika tertulis DNS Resolution = Green, berarti komputer aman. Tapi jika DNS Resolution berwarna merah, hati-hati itu indikator awal terinfeksi.

Tak hanya situs www.dns-ok.us, Google pun membuat sebuah aplikasi yang memperingatkan ancaman ini. Mesin pencari raksasa ini akan menampilkan peringatan bagi komputer yang terindikasi kena malware jika membuka google.com. Dalam peringatan tersebut, Google juga menambahkan tautan untuk menghapus serangan malware.

Google memprediksi sekitar 500 ribu lebih komputer sudah terinfeksi DNSChanger Trojan. Sejumlah ahli keamanan komputer sebenarnya sudah memenangkan gugatan tentang akses pengendalian infrastruktur yang dikelola para peretas trojan itu. Sayangnya kemenangan mereka tahun lalu itu tidak diikuti dengan izin mematikan infrastruktur menjelang kiamat Internet, 9 Juli 2012.

Pada Maret 2012, FBI telah mendapatkan izin dari pengadilan untuk membiarkan server membersihkan DNS mereka sendiri. Solusi ini bersifat sementara karena mengizinkan korban untuk membersihkan DNS mereka dan mengembalikan ke pengaturan normal DNS. Tapi hanya sampai 9 Juli 2012, komputer yang masih terinfeksi DNSChanger tetap akan menerima kiamat Internet.

Periksa DNS server komputer atau router Anda (lihat tabel di bawah). Cek apakah angkanya sama dengan angka di tabel bawah ini. Bila ya, berarti sistem Anda pernah terinfeksi oleh DNSchanger, dan termasuk yang akan mengalami kiamat internet pada 9 Juli ini.

Apakah Indonesia Aman?

Pada November 2011, DNSchanger berhasil menginfeksi empat juta alamat IP, baik komputer maupun router. Kalau saat itu server DNSchanger dimatikan, setidaknya empat juta komputer di dunia akan kehilangan akses internet dan sudah pasti akan menimbulkan kekacauan.

Sejak FBI menangkap pelaku perusakan ini, maka otomatis infeksi DNSchanger menurun drastis sejak November 2011. Menurut data dari DNS Changer Working Group, infeksi pada tanggal 11 Juni 2012 di seluruh dunia turun menjadi kurang dari 10%. Jumlahnya 303.867 IP Address. Lalu bagaimana penyebarannya di dunia ?

Dari daftar di atas, 5 besar negara yang terinfeksi DNSchanger per tanggal 11 Juni 2012 adalah Amerika Serikat 69.517 (27%), Italia 26.494 (10%), India 21.302 (8%), Inggris 19.589 (8%) dan Jerman 18.427 (7%).

Sedangkan Indonesia sendiri tidak termasuk ke dalam 25 besar negara yang terinfeksi DNSchanger. Di Asean, Thailand termasuk ke dalam 25 besar negara yang terinfeksi DNSchanger dengan jumlah IP terinfeksi 2.941 (1,13%).

Karena Indonesia tidak termasuk ke dalam 25 besar negara-negara yang terinfeksi DNScharger dan infeksi negara ke 25 adalah PK (Pakistan) 1.682 IP (0,65%) maka cukup realistis untuk memperkirakan infeksi DNSchanger di seluruh Indonesia sekitar 1.650 pada tanggal 11 Juni 2012.

Dibandingkan dengan jumlah pengguna internet Indonesia yang berjumlah 55 juta, maka korban DNSchanger di Indonesia adalah 0,003%.

Jika Anda menggunakan program antivirus yang selalu update, harusnya kemungkinan tersebut lebih kecil lagi karena hampir semua program antivirus sudah dapat mendeteksi DNScharger sejak akhir 2011 lalu.

Sumber :
1. http://www.tempo.co
2. http://ammay26.wordpress.com



Denaihati