Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Tips Mengatasi Bau Mulut Saat Berpuasa

Ada hadist yang mengungkapkan soal bau mulut orang berpuasa, "Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi." (HR Muslim No 1151).

Seringkali pemahaman hadist itu diterapkan dengan tidak proporsional. Sebenarnya bau mulut orang berpuasa diganti dengan bau minyak kesturi di surga berasal dari hati yang bersih dan hanya mengeluarkan perkataan baik saat berpuasa. Jadi, maksud bau mulut orang berpuasa bukan serta-merta dalam arti sebenarnya.

Tak sedikit pula yang mengartikan secara harfiah. Akibatnya, seseorang meninggalkan aktivitas gosok gigi dan kebersihan mulut sepanjang berpuasa karena ingin tercium bau wangi dari mulutnya. Padahal, secara fikih pun, bersiwak atau gosok gigi dan berkumur saat puasa adalah mubah (diperbolehkan).

Kenyataannya, bau mulut tetaplah kurang sedap dan tak dapat dihindarkan. Ini karena faktor-faktor alamiah dalam mulut dan dipengaruhi faktor lain.

Dr. Rana Al Thalib, seorang dokter gigi umum dari dental clinic, Dubai Healthcare City, mengatakan bahwa keluhan bau mulut meningkat tajam hingga 60 persen selama bulan Ramadhan.
"Selama bulan Ramadan, beberapa orang mengalami bau mulut, karena kelenjar ludah tidak menghasilkan air liur yang cukup untuk menjaga nafas segar. Selain itu, bau mulut juga dapat disebabkan oleh jenis makanan yang dikonsumsi, dan kebiasaan gaya hidup tidak sehat lainnya," kata Dr Rana Al Thib, seperti yang dilansir laman Gulfnews, Senin (8/7).

Berikut ini beberapa Tips dari beliau untuk mengatasi bau mulut saat berpuasa :
  1. Minum air putih sebanyak 8-10 gelas selama kita berbuka dan saat sahur,sehingga bau mulut dapat dinetralisir dengan cepat. Air putih juga bermanfaat untuk meningkatkan produksi saliva (air liur) dalam mulut, sehingga dapat membantu menjaga kebersihannya 
  2. Setelah berbuka dan sahur, gosoklah gigi secara menyeluruh termasuk bagian lidah. Jika kurang bersih dalam menyikat gigi dapat meninggalkan partikel makanan membusuk didalam mulut
  3. Selain air putih, minum teh hijau tanpa gula ketika berpuasa dan makan sahur juga akan membantu mengatasi aroma tidak sedap pada mulut. Hal ini karena teh hijau mengandung zat polyphenol yang dapat membantu membunuh bakteri pada mulut dan saluran pernafasan.Fungsi lain dari tanaman ini adalah mengurangi peradangan pada rongga mulut dan gangguan pernafasan yang disebabkan oleh asap rokok
  4. Kurangi makanan yang banyak mengandung gula untuk mencegak pengeroposan pada gigi. Hindari pula makanan yang dapat menghasilkan bau tak sedap pada mulut seperti petai, jengkol, dan durian
  5. Hindari rokok karena merokok dalam kondisi tak berpuasa pun,merupakan salah satu penyebab bau mulut yang tak sedap
  6. Hindari makanan yang mudah lengket pada gigi seperti cokelat, es krim, biskuit, dan kue basah lainnya. Jika ingin tetap mengkonsumsi makanan tersebut segera berkumur atau dibersihkan agar makanan tersebut tidak menempel pada gigi dalam waktu yang sangat lama
  7. Untuk hasil lebih maksimal, gunakan juga obat kumur antiseptik. Anda juga dapat menggunakan benang gigi untuk membersihkan sisa-sisa makanan pada sela-sela gigi.Jangan lupa tinggalkan kebiasaan menggosok gigi sebelum tidur malam
  8. Berolahraga ringan secara teratur menjelang atau sesudah berbuka puasa juga bermanfaat. Olahraga dapat melepaskan zat-zat beracun dalam tubuh termasuk penyebab bau pada mulut. Hindari tidur yang terlalu lama karena hal ini akan memacu bau mulut yang tidak sedap juga
  9. Gunakan benang gigi (dental floss) untuk membersihkan sela-sela gigi yang tidak terjangkau dengan sikat gigi
  10. Terakhir, segeralah konsultasikan dengan dokter gigi jika anda mengalami masalah pada gigi dan mulut seperti gigi berlubang, karang gigi, peradangan pada mulut dan sariawan
Demikianlah 10 Tips untuk mengatasi bau mulut saat berpuasa. Untuk yang punya tips tambahan silahkan share di kotak komentar.


Denaihati

Hari Anti Narkoba Internasional - World No-Drugs Day

Hari ini 26 Juni diperingati sebagai Hari Anti Narkoba Internasional. World No-Drugs Day diperingati oleh PBB untuk melawan penyalahgunaan obat-obatan dan penjualan obat secara ilegal. 

Peringatan ini dimulai pada 26 Juni 1988. Tanggal tersebut dipilih untuk memperingati pengungkapan kasus Lin Zexu berupa perdagangan opium di Humen, Guangdong, sebelum Perang Opium. Pencanangan tersebut berupa dikeluarkannya resolusi PBB 42/112 pada 7 Desember 1987. 

Sungguh ironi, tiap tahun penyalahgunaan narkoba semakin tinggi. Narkoba ini pun berpotensi kuat menghancurkan bangsa dan peradaban kita. Karena narkoba merupakan ancaman generasi muda. Sebagai generasi muda, jangan sampai terlibat di dalamnya. Apa yang terjadi apabila generasi muda sudah terjerumus dengan narkoba, mau dibawa ke mana bangsa kita saat ini? Pemuda hari ini adalah pemimpin di masa yang akan datang.
"Sebuah peringatan yang penting untuk menyadarkan manusia sedunia untuk membangun solidaritas, untuk bersama-sama mencegah penyalahgunaan dan penggedaran narkoba,"
 
Life is beautiful without drugs. Say No to Drugs, Say Yes to Life!


Denaihati

Hari AIDS Sedunia 2012

Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember diperingati untuk menumbuhkan kesadaran terhadap wabah AIDS di seluruh dunia yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV.

Konsep ini awalnya digagas pada Pertemuan Menteri Kesehatan Sedunia mengenai Program-program untuk Pencegahan AIDS pada tahun 1988. Sejak saat itu, ia mulai diperingati oleh pihak pemerintah, organisasi internasional dan yayasan amal di seluruh dunia.

Hari AIDS Sedunia pertama kali dicetuskan pada Agustus 1987 oleh James W. Bunn dan Thomas Netter, dua pejabat informasi masyarakat untuk Program AIDS Global di Organisasi Kesehatan Sedunia di Geneva, Swiss. Bunn dan Netter menyampaikan ide mereka kepada Dr. Jonathan Mann, Direktur Program AIDS Global (kini dikenal sebagai UNAIDS). Dr. Mann menyukai konsepnya, menyetujuinya, dan sepakat dengan rekomendasi bahwa peringatan pertama Hari AIDS Sedunia akan diselenggarakan pada 1 Desember 1988.

Sejak dibentuknya hingga 2004, Program Bersama PBB untuk HIV/AIDS (UNAIDS) memimpin kampanye Hari AIDS Sedunia, memilih tema-tema tahunan melalui konsultasi dengan organisasi-organisasi kesehatan global lainnya.

Sejak 2008, tema Hari AIDS Sedunia dipilih oleh Komite Pengarah Global Kampanye Hari AIDS Sedunia setelah melalui konsultasi yang luas dengan banyak pihak, organisasi dan lembaga-lembaga pemerintah yang terlibat dalam pencegahan dan perawatan korban HIV/AIDS. Untuk setiap Hari AIDS Sedunia dari 2005 hingga 2010, temanya adalah "Hentikan AIDS, Jaga Janjinya", dengan sebuah sub-tema tahunan.

Sementara seruan yang akan terus dikumandangkan adalah :


"STOP AIDS, TINGKATKAN HAK DAN AKSES PENDIDIKAN UNTUK SEMUA"

PEDOMAN PELAKSANAAN HARI AIDS SEDUNIA 2012
 
Tema Peringatan Hari AIDS Sedunia Tahun 2012 di Indonesia adalah :
 
“Lindungi Perempuan dan Anak dari HIV dan AIDS”

Sub-Tema Peringatan Hari AIDS Sedunia Tahun 2012 di Indonesia adalah :
  1. Kesetaraan Gender Dalam Keluarga dan Masyarakat sebagai bagian dari upaya penanggulangan dan pencegahan HIV dan AIDS,
  2. Perlindungan terhadap Perempuan dan Anak Sebagai Salah Satu Upaya Menciptakan Generasi Baru Bebas HIV dan AIDS,
  3. Pemenuhan Hak Anak Sebagai Bagian dari Upaya Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS.
  4. “Menuju Zero New HIV Infection, Zero Discrimination and Zero HIV Related Deaths di tahun 2015” yang diterjemaahkan menjadi “Menuju Pencapaian Komitmen Tidak Ada Infeksi Baru HIV, Tidak Ada Diskriminasi dan Tidak Ada Kematian Terkait HIV di Tahun 2015”
  5. Dukungan ketersediaan ARV dan pemberdayaan Odha sebagai bagian dari pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS
Slogan Peringatan Hari AIDS Sedunia Tahun 2012 di Indonesia adalah :

“Stop AIDS Melalui Kesetaraan Gender Untuk Menghapus Segala Bentuk Stigma dan Diskriminasi”.
 
Makna dari tema ini adalah perempuan dan anak merupakan bagian terbesar dari jumlah kasus HIV dan AIDS, perempuan rentan terinfeksi HIV dari pasangannya dan hal ini berdampak terhadap anak. 
 
Melalui tema ini diharapkan dapat menghapus stigma dan diskriminasi serta meningkatkan partisipasi laki-laki/suami dalam pemenuhan Hak reproduksi perempuan. Laki-laki/suami mempunyai peran penting ikut menjaga kesehatan reproduksi dirinya dan pasangannya. 
 
Keterlibatan laki-laki dalam mendukung kesehatan reproduksi perempuan sangat besar dan mampu mengubah peran sosial yang sampai saat ini masih membatasi kesehatan reproduksi dan hak-hak reproduksi perempuan, serta pengertian lakilaki dan dukungan mereka untuk hak asasi perempuan serta kesetaraan gender.
 
 

 


Denaihati

Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPS) Tahun 2012

Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia adalah sebuah kampanye global yang dicanangkan oleh PBB bekerjasama dengan organisasi-organisasi lainnya baik pihak pemerintah maupun swasta untuk menggalakkan perilaku mencuci tangan dengan sabun oleh masyarakat sebagai upaya untuk menurunkan tingkat kematian balita dan pencegahan terhadap penyakit yang dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup manusia. 

Pengumuman penunjukkan Hari Mencuci Tangan Dengan Sabun Sedunia pada 15 Oktober dilakukan pada Pertemuan Tahunan Air Sedunia (Annual World Water Week) yang berlangsung pada 17-23 Agustus, 2008 di Stockholm seiring dengan penunjukkan tahun 2008 sebagai Tahun Internasional Sanitasi oleh Rapat Umum PBB. 

Hari Mencuci Tangan Pakai Sabun Sedunia diharapkan akan memperbaiki praktik-praktik kesehatan pada umumnya dan perilaku sehat pada khususnya . Kampanye Cuci Tangan Pakai Sabun sedunia adalah upaya memobilisasi jutaan orang diseluruh dunia untuk mencuci tangan mereka dengan sabun. Inisyatif ini dikumandangkan oleh PPWH, Kemitraan Swasta dan Publik untuk Cuci Tangan (Public Private Partnership for Handwshing) dan didukung oleh PBB.


Berikut ini adalah Cuplikan Arahan Menteri Kesehatan Republik Indonesia dalam Menyambut Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPS) 2012
Sejak tahun 2008, tanggal 15 Oktober ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPS) dan diperingati untuk menyerukan kepada masyarakat dunia perlunya meningkatkan praktek higiene dan sanitasi.

Pada tahun 2012 ini, Indonesia bersama lebih dari 70 negara lainnya memperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia yang kelima. Acara peringatan ini merupakan bukti komitmen kita untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia tahun 2012 mengusung tema global More Than Just a Day atau Lebih Dari Sekedar Satu Hari. Sedangkan tema nasional Indonesia adalah : Anak Sehat Dimulai dari Tangan Sehat. Tema ini mengemukakan pentingnya anak-anak sebagai agent of change menanamkan perilaku sehat bersih harus mulai dari kecil. Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) adalah perilaku sehat yang terbukti secara ilmiah dapat mencegah penyebaran penyakit menular, seperti Kecacingan, Diare, ISPA, dan Flu Burung. Angka morbiditas Diare dan Kecacingan di Indonesia masih tinggi, oleh karena itu penting untuk menyebarluaskan pesan CTPS untuk mencegah penyebaran kedua penyakit tersebut.

Fokus penyampaian pesan CTPS adalah anak-anak usia Sekolah Dasar, tenaga profesional, dan para ibu yang aktivitasnya bersentuhan dengan makanan sebab kelompok ini memiliki peran penting bagi angka kematian anak di bawah lima tahun akibat penyakait. Selain itu, pesan ini juga perlu disampaikan kepada masyarakat yang beraktivitas di sekitar pertanian dan peternakan. Hal ini disebabkan mereka merupakan kelompok risiko tinggi yang dapat menularkan berbagai virus, bakteri, dan telur cacing. Tenaga profesional dibidang kesehatan juga perlu memperhatikan perilaku CTPS pada setiap melakukan aktivitas pelayanan kepada masyarakat, karena sebagai petugas kesehatan beresiko tinggi menjadi penyebab penularan dari pasien ke pasien.

Mari bersama menyebarluaskan dan mempraktekkan perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun di kalangan masyarakat Indonesia. Langkah ini akan menyelamatkan hidup anak-anak kita generasi penerus bangsa dari berbagai penyakit menular. Oleh karena itu, marilah kita ajak teman-teman kita dan masyarakat di sekitar kita untuk ikut mempraktekkan perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun di rumah , di sekolah, dan di tempat-tempat umum dalam kehidupan sehari-hari.

Membiasakan anak-anak dan anggota keluarga lainnya untuk Cuci Tangan Pakai Sabun sekaligus akan mengajarkan mereka untuk hidup sehat sejak dini. Dengan demikian pola hidup bersih dan sehat akan tertanam kuat dalam diri pribadi anak-anak dan anggota keluarga kita. Cuci Tangan Pakai Sabun dapat dilakukan dalam dua puluh detik dan tidak memerlukan biaya besar.

Pembangunan kesehatan tidak akan berhasil jika dilaksanakan sendiri oleh sektor kesehatan tanpa dukungan seluruh jajaran lintas sektor Pemerintah di Pusat dan Daerah, kalangan swasta,organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan dan dukungan seluruh masyarakat. 

Oleh karena itu, saya mengharapkan dukungan segenap stakeholders untuk berpartisipasi dalam pembangunan kesehatan untuk mewujudkan Masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan dengan : 
  • Menyelenggarakan HCTPS secara serentak pada tanggal 15 Oktober setiap tahun. 
  • Menyelenggarakan kegiatan lanjutan dalam bentuk sosialisasi dan kampanye CTPS. 
  • Menyediakan sarana CTPS diikuti kampanye perilaku hidup bersih dan sehat, di masyarakat, sekolah, fasilitas pelayanan kesehatan, seperti Rumah Sakit, Puskesmas, Apotek, Laboratorium dan tempat umum seperti bandara, pelabuhan, terminal, stasiun, tempat wisata, dan pasar. 

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberkati langkah kita untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. 

Ayo Biasakan Cuci Tangan Pakai Sabun!


Denaihati