Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

69 Tahun Hari Kemerdekaan Indonesia di Logo Google Hari Ini

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين والصلاة ة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين

Hari Kemerdekaan Indonesia Tepat hari ini, Minggu, 17 Agustus 2014, Indonesia genap merdeka selama 69 tahun. Hari Kemerdekaan Indonesia ini pun ikut dirayakan oleh raksasa teknologi Google melalui tampilan doodle khusus.

Menampilkan gambar tujuh anak Indonesia, dua di antaranya sedang mengibarkan bendera Merah Putih, serta berlatar belakang beberapa rumah adat di Indonesia, Google Doodle hari ini memang dimaksudkan untuk memberi penghormatan kepada Indonesia yang sedang merayakan hari kemerdekaannya yang ke-69.

Ya Allah, Yang Maha Penyayang

Berkat rahmat dan kasih sayang-Mu, Republik Indonesia telah meraih kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945 dan tepat pada hari ini kami seluruh Bangsa Indonesia merayakan peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 69.

Peringatan Hari Proklamasi kemerdekaan itu, kami selenggarakan sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat-Mu yang agung itu. Dengan syukur, kiranya Engkau tambahkan ni'matMu dan keberkahannya kepada bangsa dan negara kami.

Ya Allah ya Ghafuru ya Syakur,

Sebagai bukti rasa syukur kami, nikmat kemerdekaan itu telah kami gunakan untuk melakukan berbagai upaya pembangunan di berbagai bidang, guna menciptakan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Sungguh kami amat membutuhkan pertolonganMu Ya Allah agar kesejahteraan yang kami dambakan itu dapat tercipta secara merata. Untuk itu, bimbinglah kami, dan naungilah kami dengan ampunan dan rahmatMu.


Ya Allah Yang Maha Agung,

Kami mohon kepadaMu ya Allah, kiranya peringatan proklamasi kemerdekaan ini dapat mengobarkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa dan negara kami, agar kami dapat terus melanjutkan pembangunan untuk memperkuat ketahanan nasional, agar kami sanggup menghadapi tantangan global yang semakin berat.

Ya Allah, berikan kepada kami kekuatan iman untuk menegakkan kebenaran. Anugerahkan kepada kami keteguhan hati untuk menjunjung tinggi keadilan, tanamkan dalam diri kami kearifan dalam berfikir, kecermatan dalam bertindak, serta kejujuran dalam menjalankan tugas dan kewajiban, agar kami dapat mengisi kemerdekaan ini sesuai dengan petunjukMu dan mewujudkan cita-cita yang mulia para pendahulu kami.

Ya Allah Yang Maha Penyelamat,

Selamatkanlah bangsa dan negara kami dari segala macam bencana, hindarkanlah dari segala macam cobaan dan ujian yang kami tidak kuat memikulnya, serta jauhkanlah dari segala bentuk pepecahan dan pemusuhan, yang hanya akan membawa malapetaka, kehancuran dan penderitaan.

Ya Allah, satukanlah hati kami dan hati bangsa kami, bersatu padu membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kami cintai, menjadi negara yang aman.

Ya Allah, ampunilah dosa kami, dosa seluruh pahlawan dan pendahulu kami serta dosa para orangtua kami yang telah memperjuangkan, memepertahankan dan mengisi kemerdekaan ini dengan tulus. Tempatkanlah mereka bersama orang-orang yang menegakkan kejujuran, para syuhada’ dan orang-orang sholeh yang Engkau cintai.

Ya Allah, hanya kepadaMu kami memohon dan hanya kepadaMu kami kembali dan berserah diri.


ربنا عليك توكلنا وإليك أنبنا وإليك المصير.
وصلى الله على سيدنا محمد وآله وصحبه وسلَّم والحمد لله رب العالمين.

Denaihati

BOCORAN KUNCI JAWABAN UJIAN NASIONAL 2014

Perhelatan akbar Ujian NasionalSMA  menyisakan waktu beberapa jam lagi. Integritas bangsa kita, kembali akan diuji. Ujian Nasional yang akan dilaksanakan setiap tahun ini adalah buah pemikiran pejabat-pejabat pendidikan yang bekerja keras memajukan pendidikan nasional. Konsep utamanya tentu saja menaikkan kualitas pendidikan dengan tolak ukur ujian berstandar nasional.

Dari beberapa temuan team tentang pelaksanaan Ujian Nasional sebelumnya, banyak diantara Siswa peserta ujian memikirkan cara untuk memperoleh nilai sebaik-baiknya dengan segala daya. Membuat jaringan antar kelas sudah bukan rahasia umum lagi. Dengan bangga para siswa menceritakan taktik mereka dalam menghadapi Ujian Nasional. Taktik yang melupakan usaha dan kejujuran. Taktik yang membuat hati bangsa ini semakin bengkok, tidak jelas tujuannya.

Beberapa orang rekan Guru menyatakan hal yang hampir senada, yang bermuara pada kekhawatiran. Terkadang dalam pelaksanaan ujian nasional, Guru yang seharusnya menjadi orang yang mengajarkan kejujuran, kerja keras dan hal-hal yang baik justru menjadi orang terdepan dalam menghalalkan segala cara. Dan masih banyak hal mengerikan lainnya yang tidak bisa kita terima dengan hati nurani.


Kunci Jawaban Ujian Nasional 2014 adalah DUIT :

Do’a, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakkal.


~~~~ooOOoo~~~~

“Doa Untuk UN 2014: Bocoran Soal dan Kunci”
Tuhan, kami tahu betapa berat putra-putri kami
Harus menyelesaikan sekolah tiga tahun
Hanya dengan UN 3 hari saja
Apakah ini adil?
Atau sebuah kedzaliman?

Kuatkanlah putra-putri kami
Bimbinglah putra-putri kami
Menyelesaikan ujian sesuai petunjukMu Tuhan,
Engkau membocorkan
Rahasia dan kunci menuju surga
Melalui wahyu dan utusanMu,
Salahkah bila putra-putri kami
Mengharap bocoran UN dari Mu?

Kami tahu, bocoran itu bisa saja curang
Kami tidak mengharap bocoran curang
Kami berharap sepenuh hati bocoran cerdik
Bocoran yang mendidik
 Lindungilah kami dari kecurangan
Bimbinglah kami dalam kecerdikan
Lancarkan dan luluskan putra-putri terbaik kami
dalam menyelesaikan UN 2014
Amin.. Amin... Amin



Untuk anak-anakku yang akan mengikuti Ujian hendaknya jangan percaya dengan isu kunci jawaban karena hal itu bisa menyesatkan dan membuat bingung sehingga tidak fokus saat ujian. Ujung-ujungnya merugikan diri sendiri karena tidak bisa fokus dalam menjawab soal ujian dengan baik.

Tanamkan rasa percaya diri yang tinggi, karena hal itu merupakan modal besar dalam meraih kesuksesan.

Malam sebelum ujian sebaiknya jangan belajar yang terlalu berat. gunakan waktu ini hanya untuk mengingat kembali materi yang telah dikuasai dan mencoba mengembangkannya dalam bentuk latihan soal-soal.

Yakinlah bahwa bekal yang kalian siapkan untuk ujian sudah cukup dan selalu berdoa.

Bangunlah lebih awal pada hari H sekedar hanya untuk sholat agar di beri kekuatan yang besar untuk menghadapi soal soal hari ini sesulit apapun itu .

Jangan lupa sarapan sebelum berangkat dan minta doa restu dari orangtua di jamin bakal tenang dan jangan sampai terlambat tiba di lokasi ujian.

Pastikan semua perlengkapan ujian telah siap jangan sampai ada yang ketinggalan, kalau ada hal yang terlupa bisa di pastikan hal ini akan membuat anda panik dan jadi down sebelum ujian.

Waktu terima soal ujian cobalah untuk tenang dan konsentrasi, jangan lupa berdo’a sebelum mengerjakan, nikmatilah detik detik ketika anda mengerjakan soal demi soal, jangan di buat stress dengan soal soal yang sulit.

Insya Allah kesuksesan telah menanti anak-anaku semuanya, Amin...



Denaihati

'UNSUNG HERO' Video Iklan Inspiratif Thailand Bikin Jutaan Orang Menitikkan Air Mata

Masih ingat dengan iklan sebuah telepon genggam di Thailand yang membuat jutaan orang menangis? Kini, Thailand kembali membuat iklan yang tak kalah mengharukan.




Tak bisa dipungkiri Thailand telah menghasilkan banyak iklan yang mampu menyentuh hingga hati sanubari para penontonnya. Bahkan, mereka yang menonton iklan tersebut sampai menitikkan air mata.

Iklan berjudul Unsung Hero yang dirilis di YouTube, 3 April 2014 lalu misalnya, juga mampu membuat hati para penonton tersentak. Video yang sudah ditonton 5.624.503 juta kali itu mengisahkan pria yang gemar menolong tanpa pamrih.

Setiap harinya, pria tersebut selalu berbuat kebaikan yang sama. Mulai dari membantu seorang ibu mendorong gerobaknya, memberi makan anjing, diam-diam memberi buah kepada seorang nenek tua, hingga memberikan uang kepada pengemis.

Ia juga memberikan bangkunya di bus kepada seorang wanita. Satu sikap yang cukup langka di kalangan anak muda saat ini. Meski demikian, kebaikan sang pria tak jarang membuat orang-orang yang melihatnya menggelengkan kepala.

Namun tengoklah narasi yang menyertai adegan demi adegan dalam video tersebut:
Ia tak mendapat apa-apa, dia tidak akan lebih kaya, dia tidak akan tampil di televisi, tetap anonim, dan tidak sedikit lebih terkenal. Apa yang ia terima adalah emosi. Ia menyaksikan kebahagiaan, menggapai pemahaman yang lebih dalam, merasakan cinta, menerima apa yang tidak bisa dibeli dengan uang. Membuat dunia jadi lebih indah.

Ya, di akhir video sang pria mendapatkan balasan dari kebaikan hatinya. Ia memang tidak menjadi terkenal dengan berbuat kebaikan, namun pria tersebut menerima cinta dari orang-orang yang dibantunya. Cinta yang tidak bisa dibeli dengan uang.



Salah seorang pengguna internet menilai bahwa bahkan sutradara Hollywood tidak akan mampu membuat film semacam ini. "Hollywood tidak bisa membuat ini. Sebuah film tiga menit membuat pria dewasa menangis," komentarnya.

Denaihati

Selamat Tinggal Tahun 2013 - Selamat Tahun Baru 2014

Detik-detik Pergantian Tahun versi Google Doodles















Begitu cepat hari-hari berlalu, begitu cepat siang dan malam berganti, dan betapa cepat malam menggrogoti umur kita dan mendekatkan pada ajal. 

Sekarang sempurna waktu setahun meninggalkan kita dan tak kan pernah kembali. Apa yang sudah kita lakukan di dalamnya?! Ketaatan apa saja yang sudah kita kerjakan?! Dan pahala dan kebaikan apa yang sudah kita raih?! 

Jika kita gunakan akal kita untuk berpikir tentang kehidupan dunia, maka betapa singkatnya, bagaikan air turun dari langit jatuh ke bumi. Air menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan tumbuhan dalam masa tertentu kering terserap angin, maka rusaklah tumbuh-tumbuhan. Di manakah hakikat air yang jatuh? Itulah gambaran kehidupan dunia. 

Allah menjelaskan bahwa amal perbuatan yang kekal lagi saleh itu lebih baik pahalanya di sisi-Nya serta sebaik-baik harapan untuk masa depan di akhirat. Maka pada moment pergantian  tahun ini, mari kita tekadkan diri untuk menggunakan sisa umur kita dengan sebaik-baiknya. Karena kita tak tahu, apakah masih bisa menyaksikan pergantian tahun di akhir Desember tahun mendatang.

Tiada ucapan selamat tahun baru yang lengkap tanpa meninjau apa yang kita sebut sebagai resolusi awal tahun. Rasanya sudah tidak asing lagi kebiasaan awal tahun di mana kita diajak membulatkan niat, menanam suatu cita-cita, dan menancapkan tekad untuk mencapai suatu perubahan.

Seorang teman pernah bilang, bahwa baginya resolusi awal tahun adalah proses menggodok semangat juang dalam hidup, supaya dia bisa mengukur kemajuan dan prestasinya dari tahun ke tahun. Teman yang lain berkata, resolusi awal tahun itu hanya sumber stres, karena menurutnya dari sekian banyak keinginan yang tercantum, lebih banyak yang tidak tercapai daripada yang terwujud.

Jadi apa saja resolusi awal tahun Anda? Bagi saya, meluangkan waktu hening dan merenungkan bagaimana kita mengelola energi kreatif dalam hidup, lebih bermanfaat ketimbang sekadar mencantumkan setiap keinginan dalam “daftar belanja” awal tahun.

Mari kita lihat rutinitas yang biasa terjadi di perbatasan antara akhir tahun dan awal tahun. Pertama, tidak ada resolusi awal tahun yang afdol tanpa refleksi akhir tahun.Pada penghujung tahun, kita menengok resolusi yang telah dibuat pada tahun sebelumnya. Kita tepuk bahu kita sendiri atas niatan yang telah tercapai, dan kita pindahkan semua niatan yang belum tercapai sebagai kandidat penghuni daftar resolusi tahun selanjutnya.

Saya sendiri, terus terang, jarang tergerak untuk menyusun resolusi awal tahun, saya lebih senang menjalani hidup ini langkah demi langkah. Mengapa begitu? Saya berusaha melihat kembali setiap momen ketika saya membuat rencana, dan sering sekali rencana tersebut tidak terjadi sesuai dengan apa yang kita prediksikan sebelumnya.

Hidup ini memang sarat dengan perubahan dan ketidakpastian. Terkadang target dipasang supaya keinginan kita punya “bahan bakar” untuk tumbuh, bergerak dan berkembang, namun di tengah bersemangatnya kita mengejar keinginan, tanpa sadar dalam hati terselip rasa “keharusan” yang memaksa. Ini acapkali menjadi sumber stres yang tidak perlu.

Saya hanya bertekad untuk tidak pernah berhenti melangkah menuju sesuatu yang lebih baik, Saya yakin bahwa sukses bukan hanya milik orang yang brillian, berbakat, penuh keberuntungan, tapi sukses luar biasa adalah milik orang yang pantang menyerah, yang terus berusaha mencari cara lebih baik.

Kata bijak berikut ini tidak ada salahnya untuk dikoleksi : 

“ I refuse to give up, I shall continue firmly, steadly, and persistenly until my good appears!”.

 Jika tak dapat "bersahabat" dengan stres di akhir tahun, bisa jadi membuat kita tak siap mengakhiri 2013 dan memasuki 2014dengan suasana keteduhan. Tak salah jika jelang tahun baru Mario Teguh menjadikan beautiful stress-kombinasi dua kata yang kontradiktif-sebagai topik akhir tahunnya.

Ia mungkin melihat banyak orang yang mengalami stres dan tak mampu mengelolanya. We all require the degree of stress, jika kita ingin berhasil, yang menunjukkan bahwa stres tak selamanya negatif dan agar kita bereaksi dengan baik terhadapnya, bukan dikuasainya. Hugh Down menyatakan bahwa "orang bahagia lebih terkait dengan serangkaian sikap dibandingkan serangkaian keadaan."

Meski jelang tahun baru banyak orang dipicu stres, namun seperti tahun-tahun sebelumnya, hidup kita akan selalu berhubungan dengan stres, yang penting adalah bagaimana menyikapinya agar hidup jadi lebih bermakna. So, enjoy your stress and welcome 2014!




Denaihati

Bisa Jadi, Ini Ramadhan Terakhir Kita



Saat Ramadhan ber­akhir banyak perasaan muncul di hati kita yang bercampur jadi satu. 
Ramadhan Terakhir Kita
Perasaan senang muncul karena setidak­nya kita merasa berhasil telah lolos dari medan ujian yang berat sebagai pemenang. Benar-benar sangat berat. Sebab, selain harus mena­han diri dari rasa lapar yang mengiris-ngiris lambung kita, selain harus menahan haus yang terasa mengeringkan kerongkongan kita, juga kita dituntut oleh Allah Swt. untuk mengen­dalikan hawa nafsu kita. Tujuannya, agar puasa kita juga dibarengi dengan tambahan pahala yang lain dari Allah Swt. 
Ramadhan Terakhir Kita
Perasaan sedih juga muncul dari kita. Kenapa sedih dengan berakhirnya Ramadhan? Karena kita kehilangan kesempatan emas untuk menanam pahala di bulan tersebut. Sedih rasanya merasakan perpisahan dengan bulan yang telah dimuliakan Allah sebagai tempat untuk ‘menimbun’ pahala. Lebih sedih lagi kalal kita sampai tak mendapat apa-apa di bulan Ramadhan ini, kecuali rasa lapar dan haus. Atau lebih rugi lagi adalah nggak dapat apa-apa. Termasuk tidak dapat pahala puasa karena memang tidak pernah berpuasa. Duh, rugi berat deh.
Ramadhan Terakhir Kita
Rasa cemas juga kerap muncul dari kita. Khususnya bagi kita-kita yang memang telah mengisi Ramadhan tahun ini dengan segala aktivitas amal sholeh kita. Sehingga setiap habis Ramadhan, yang dirindukan adalah kembali bisa menikmati Ramadhan di tahun depan. Namun, ada kecemasan yang menggunung manakala menyadari dan khawatir jika usia kita tidak sampai di Ramadhan berikutnya. Harapan dan kecemasan bercampur jadi satu. Sampai kita sendiri tidak tahu, apa sebetulnya yang kita inginkan. Sebab, antara harapan dan kece­masan kelihatannya saling melengkapi. Setiap kali kita berharap, selalu saja ada kecemasan, meski sekecil apapun rasa cemas itu.

Perasaan-perasan tadi muncul secara wajar dalam diri kita. Alhamdulillah, moga kita menjadi hamba-hamba Allah yang bertakwa. Tapi jika sebaliknya, yakni kita tak pernah merasa senang, sedih, apalagi cemas dengan habisnya Ramadhan ini, maka sudah sepantasnya kita mulai mengukur diri . Sudah seberapa pan­tas menjadi seorang muslim. Sungguh keras hati kita jika tak pernah ada ungkapan perasaan seperti itu. Meski cuma diungkapkan setitik saja. Ah, rasanya kita pantas untuk ‘dimurkai’ Allah. Naudzubillahi min dzalik!
Ramadhan Terakhir Kita
Semoga Allah SWT meridhai setiap amal ibadah kita dan memberi kita kesempatan untuk bertemu Ramadhan-Nya tahun depan.. :) 


SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1434 H

MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN




Denaihati
Marhaban Ya Ramadhan

Marhaban Ya Ramadhan



 

Tak terasa terkenang kembali, bagaimana tetes air mata dengan perasaan haru ketika kita berpisah dengan bulan Ramadan di tahun kemarin. Kini, ia kembali datang ke hadapan kita. Ia membawa bongkahan kemuliaan di tengah ringkihnya dunia yang seolah sudah sesak dengan praktik hidup yang kotor penuh kepalsuan.

Ramadhan setiap tahun, hawa sejuknya seakan selalu menyusup ke kalbu yang khuzu. Menggapai iman insan yang berniat mencuci dekilnya nurani dan berniat menjinakkan jiwa jalang yang terkadang meronta tiada tara.

Andailah segenap bulan adalah Ramadhan, maka akan putihlah segenap hitam yang membuat kusam cakrawala. maka akan bersihlah segenap dekil yang menempel di bumi yang renta. Dan kembali suci segenap najis yang menodai nilai fitri.

Namun....ah, sayang,.... Ramadhan hanya sebulan!, Mukmin bahagia menjemput,... sebaliknya sang munafik jengkel berpekik bersama setan-setan yang mahir mengukir semu indahnya keingkaran.

Kita tidak bisa membayangkan seandainya bulan-bulan yang mewangun tahun dan mewangun abad tidak punya Ramadhan sama sekali. Waktu akan mengalir secara datar dan hampa, tak ada filter waktu yang menyaring sarwa kelalaian manusia, tak ada balance waktu yang mengimbangi bulan-bulan datar yang penuh relativitas hidup, penuh tradisi yang berbasa-basi, penuh tipuan dan kelicikan.

Kita tidak bisa membayangkan andai mental manusia yang semakin dekil dari bulan ke bulan, dari tahun ke tahun, dari abad ke abad, tak dicuci bersih oleh banyu asihnya Ramadhan mulia.

Banyu asih Ramadhan akan mencuci segenap perangkat kesyukuran insan bumi.Palu tempaan pun akan tercuci suci, yang akan menempa akhlak dan watak, yang pada akhirnya akan menjelma ketahanan jiwa dan mental serta daya juang kebenaran akan semakin kokoh tak terlunglaikan oleh kekenyangan materi.

Marhaban ya Ramadhan,... aku rindu kedatanganmu, Sang jiwa sadar merindukan surga yang sebenarnya, surga yang memelodikan kasih abadi.

Ya Allah, beri lagi kami kesempatan memasuki kesucian bulan Ramadan. Kami ingin mulia bersama kemuliaannya. Kami tidak ingin terseret lebih jauh dalam hiruk pikuk rayuan dan hipnotis fatamorgana indahnya dunia. Amin Ya Allah. Marhaban Ya Ramadhan. Wallahu A'lam Bisshawwabe.

Denaihati

SAAT USIA MERAMBAT RENTA

 
Bagai kepak sayap Camar perkasa di selasar bintang,
menjelajah riang selami laut penuh tawa
waktupun betah berlabuh, menanti hadirku di bulan Juli
kuharap, engkau belumlah petang merah jingga di detik menit
yang hanya duduk membatu menatap dentang usia

engkau sejatinya adalah pelukis masa dan kisah
bagai senyum berpendar dengan beribu kunang kunang
hingga malam tak lagi gulita.

Astagfirullah, ……
sujudku masih jauh dari khusyuk…….
Akankah aku masih bertemu tanggal dan bulan yang sama di tahun depan?
Masihkah aku diberi kesempatan?
Rentang waktu terkadang membuat kita lupa
Rentang waktu membuat kita sadar bahwa kita hanya manusia
yang tak punya apa-apa selain jasad yang tak berguna

Wahai sahabatku yang nampak indah dari tatapku
lapangkanlah hatimu untuk menikmati apa yang aku layangkan
hanya teruntukmu agar kau mampu lukiskan seutas senyum
tersenyum saat beranjak dari hari yang lalu menuju hari yang baru
hanya teruntukmu agar kau mampu arahkan kaki
berjalan dengan langkah yang anggun untuk menemukan mentari
hanya teruntukmu agar kau semakin terlihat indah
seindah rangkaian bunga hingga nanti menjelang senja

teruntukmu ku persembahkan bahu
saat kau ingin bersandar karena pilu

teruntukmu ku persembahkan lengan
untuk kau genggam saat kau hampir jatuh

dan teruntukmu kupersembahkan sebuah untaian kata
agar pada masa yang baru tak akan ada lagi haru.

Hari ini adalah yang hari bersejarah buat saya,...Dengan bertepatan usia yang semakin merambat renta, aku masih menyempatkan diri untuk membuat postingan saya yang ke-1539, meskipun masih ngos-ngosan dengan tulisan yang belum tercirikan alias masih campur sari serta didominasi oleh artikel saduran.

Ucapan terima kasih yang tak terhingga atas respon dan penerimaan dari rekan blogger sekalian yang membuat saya banyak belajar . Saya bangga bersahabat dengan kalian semua meskipun hanya via dunia maya.



Denaihati

Harta, Tahta, dan Wanita

Harta, Tahta dan Wanita tidak ubahnya sebilah pedang bermata dua, di satu sisi dapat membawa rahmat dan di sisi lain tidak jarang membawa fitnah, bahkan menjadi laknat.
Ketiganya dalam sisi negatif kerap melahirkan kesenangan kehidupan bumi yang menipu, laksana tanaman yang mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu mengering, menguning dan mati.
Tiga permasalahan klasik umat manusia itu menjadi satu tema menarik yang mengantarkan umat manusia pada tragedi yang diciptakannya sendiri.
Mari semua kita bertekad untuk mengembalikan kesadaran kita dari permainan kehidupan dunia yang melalaikan agar hidup tidak termanipulasi, mengingatkan kita pada substansi hidup sebenarnya meraih kebahagiaan fid-dunyaa wal-akhirah.


Denaihati

Hikmah Isra' Mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW

Hari ini Rabu tanggal 5 Juni 2013 M bertepatan dengan 26 Rajab 1434 H. Bulan Rajab yang didalamnya ada momentum Isra' Mi'raj merupakan pintu menuju bulan-bulan mulia lainnya. Yaitu bulan Sya'ban dan Ramadhan. Tentunya sebagai seorang muslim kita diingatkan kembali sebuah peristiwa besar dalam sejarah umat islam yang biasanya kita peringati setiap tanggal 27 Rajab.


“Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.”(QS. Al-Isra’: 1)

“Dan Sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain. (yaitu) di Sidratul Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal. (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya Dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.” (QS. An-Najm: 13-18)


Lalu apa pelajaran yang dapat diambil dari perjalanan Isra wal Mi'raj ini? Barangkali catatan ringan berikut dapat memotivasi kita untuk lebih jauh dan sungguh-sungguh menangkap pelajaran yang seharusnya kita tangkap dari perjalanan agung tersebut.

Kita kenal, Isra' wal Mi'raj terjadi sekitar setahun sebelum Hijrahnya Rasulullah SAW ke Madinah (Yatsrib ketika itu). Ketika itu, Rasulullah SAW dalam situasi yang sangat "sumpek", seolah tiada celah harapan masa depan bagi agama ini. Selang beberapa masa sebelumnya, isteri tercinta Khadijah r.a. dan paman yang menjadi dinding kasat dari penjuangan meninggal dunia. Sementara tekanan fisik maunpun psikologis kafir Qurays terhadap perjuangan semakin berat. Rasulullah seolah kehilangan pegangan, kehilangan arah, dan kini pandangan itu berkunang-kunang tiada jelas.

Dalam sitausi seperti inilah, rupanya "rahmah" Allah meliputi segalanya, mengalahkan dan menundukkan segala sesuatunya. "warahamatii wasi'at kulla syaei", demikian Allah deklarasikan dalam KitabNya. Beliau di suatu malam yang merintih kepedihan, mengenang kegetiran dan kepahitan langkah perjuangan, tiba-tiba diajak oleh Pemilik kesenangan dan kegetiran untuk "berjalan-jalan" (saraa) menelusuri napak tilas "perjuangan" para pejuang sebelumnya (para nabi). Bahkan dibawah serta melihat langsung kebesaran singgasana Ilahiyah di "Sidartul Muntaha". Sungguh sebuah "penyejuk" yang menyiram keganasan kobaran api permusuhan kaum kafir. Dan kinilah masanya bagi Rasulullah SAW untuk kembali "menenangkan" jiwa, mempermantap tekad menyingsingkan lengan baju untuk melangkah menuju ke depan.

Artinya, bahwa kita adalah "rasul-rasul" Rasulullah SAW dalam melanjutkan perjuangan ini. Betapa terkadang, di tengah perjalanan kita temukan tantangan dan penentangan yang menyesakkan dada, bahkan mengaburkan pandangan objektif dalam melangkahkan kaki ke arah tujuan. Jikalau hal ini terjadi, maka tetaplah yakin, Allah akan meraih tangan kita, mengajak kita kepada sebuah "perjalanan" yang menyejukkan. "Allahu Waliyyulladziina aamanu" (Sungguh Allah itu adalah Wali-nya mereka yang betul-betul beriman". Wali yang bertanggung jawab memenuhi segala keperluan dan kebutuhan.

Kesumpekan dan kesempitan sebagai akibat dari penentangan dan rintangan mereka yang tidak senang dengan kebenaran, akan diselesaikan dengan cara da metode yang Hanya Allah yang tahu. Yang terpenting bagi seorang pejuang adalah, maju tak gentar, sekali mendayung pantang mundur, konsistensi memang harus menjadi karakter dasar bagi seorang pejuang di jalanNya. "Wa laa taeasuu min rahmatillah" (jangan sekali-kali berputus asa dari rahmat Allah).

Disebutkan bahwa sebelum di bawa oleh Jibril, beliau dibaringkan lalu dibelah dadanya, kemudian hatinya dibersihkan dengan air zamzam. Apakah hati Rasulullah kotor? Pernahkan Rasulullah SAW berbuat dosa? Apakah Rasulullah punya penyakit "dendam", dengki, iri hati, atau berbagai penyakit hati lainnya? Tidak…sungguh mati…tidak. Beliau hamba yang "ma'shuum" (terjaga dari berbuat dosa). Lalu apa signifikasi dari pensucian hatinya?

Rasulullah adalah sosok "uswah", pribadi yang hadir di tengah-tengah umat sebagai, tidak saja "muballigh" (penyampai), melainkan sosok pribadi unggulan yang harus menjadi "percontohan" bagi semua yang mengaku pengikutnya. "Laqad kaana lakum fi Rasulillahi uswah hasanah".

Memang betul, sebelum melakukan perjalanannya, haruslah dibersihkan hatinya. Sungguh, kita semua sedang dalam perjalanan. Perjalanan "suci" yang seharusnya dibangun dalam suasa "kefitrahan". Berjalan dariNya dan juga menuju kepadaNya. Dalam perjalanan ini, diperlukan lentera, cahaya, atau petunjuk agar selamat menempuhnya. Dan hati yang intinya sebagai "nurani", itulah lentera perjalanan hidup.

Cahaya ini berpusat pada hati seseorang yang ternyata juga dilengkapi oleh gesekan-gesekan "karat" kehidupan (fa alhamaha fujuuraha). Semakin kuat gesekan karat, semakin jauh pula dari warna yang sesungguhnya (taqawaaha). Dan oleh karenanya, di setiap saat dan kesempatan, diperlukan pembersihan, diperlukan air zamzam untuk membasuh kotoran-kotoran hati yang melengket. Hanya dengan itu, hati akan bersinar tajam menerangi kegelapan hidup. Dan sungguh hati inilah yang kemudian "penentu" baik atau tidaknya seseorang pemilik hati.

Disebutkan bahwa hati manusia awalnya putih bersih. Ia ibarat kertas putih dengan tiada noda sedikitpun. Namun karena manusia, setiap kali melakukan dosa-dosa setiap kali pula terjatuh noda hitam pada hati, yang pada akhirnya menjadikannya hitam pekat. Kalaulah saja, manusia yang hatinya hitam pekat tersebut tidak sadar dan bahkan menambah dosa dan noda, maka akhirnya Allah akan akan membalik hati tersebut. Hati yang terbalik inilah yang kemudian hanya bisa disadarkan oleh api neraka. "Khatamallahu 'alaa quluubihim".

Di Al Qur'an sendiri, Allah berfirman" yang Artinya: Sungguh beruntung siapa yang mensucikannya, dan sungguh buntunglah siapa yang mengotorinya". Maka sungguh perjalanan ini hanya akan bisa menuju "ilahi" dengan senantiasa membersihkan jiwa dan hati kita, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Rasulullah sebelum perjalanan sucinya tersebut.

Ketika ditawari dua pilihan minuman, dengan sigap Rasulullah mengambil gelas yang berisikan susu. Minuman halal dan penuh menfaat bagi kesehatan. Minuman yang berkalsium tinggi, menguatkan tulang belulang. Rasulullah menolak khamar, minuman yang menginjak-nginjak akal, menurunkan tingkat inteletualitas ke dasar yang paling rendah. Sungguh memang pilihan yang tepat, karena pilihan ini adalah pilihan fitri "suci".

Dengan bekal jiwa yang telah dibersihkan tadi, Rasulullah memang melanjutkan perjalanannya. Di tengah perjalanan, hanya memang ada dua alternatif di hadapan kita. Kebaikan dan keburukan. Kebaikan akan selalu identik dengan manfaat, sementara keburukan akan selalu identik dengan kerugian. Seseorang yang hatinya suci, bersih dari kuman dosa dan noda kezaliman, akan sensitif untuk menerima selalu menerima yang benar dan menolak yang salah. Bahkan hati yang bersih tadi akan merasakan "ketidak senangan" terhadap setiap kemungkaran. Lebih jauh lagi, pemiliknya akan memerangi setiap kemungkaran dengan segala daya yang dimilikinya.

Dalam hidup ini seringkali kita diperhadapkan kepada pilihan-pilihan yang samar. Fitra menjadi acuan, lentera, pedoman dalam mengayuh bahtera kehidupan menuju tujuan akhir kita (akhirat). Dan oleh karenanya, jika kita dalam melakukan pilihan-pilihan dalam hidup ini, ternyata kita seringkali terperangkap kepada pilihan-pilihan yang salah, buruk lagi merugikan, maka yakinlah itu disebabkan oleh tumpulnya firtah insaniyah kita. Agaknya dalam situasi seperti ini, diperlukan asahan untuk mempertajam kembali fitrah Ilahiyah yang bersemayam dalam diri setiap insan.

Shalat adalah bentuk peribadatan tertinggi seorang Muslim, sekaligus merupakan simpol ketaatan totalitas kepadaYang Maha Pencipta. Pada shalatlah terkumpul berbagai hikmah dan makna. Shalat menjadi simbol ketaatan total dan kebaikan universal yang seorang Muslim senantiasa menjadi tujuan hidupnya.

Maka ketika Rasulullah memimpin shalat berjama'ah, dan tidak tanggung-tanggung ma'mumnya adalah para anbiyaa (nabi-nabi), maka sungguh itu adalah suatu pengakuan kepemimpinan dari seluruh kaum yang ada. Memang jauh sebelumnya, Musa yang menjadi pemimpin sebuah umat besar pada masanya. Bahkan Ibrahim, Eyangnya banyak nabi dan Rasul, menerima menjadi Ma'mum Rasulullah SAW. Beliau menerima dengan rela hati, karena sadar bahwa Rasulullah memang memiliki kelebihan-kelebihan "leadership", walau secara senioritas beliaulah seharusnya menjadi Imam.

Kepemimpinan dalam shalat berjama'ah sesungguhnya juga simbol kepemimpinan dalam segala skala kehidupan manusia. Allah menggambarkan sekaligus mengaitkan antara kepemimpinan shalat dan kebajikan secara menyeluruh: "Wahai orang-orang yang beriman, ruku'lah, sujudlah dan sembahlah Tuhanmu serta berbuat baiklah secara bersama-sama. Nisacaya dengan itu, kamu akan meraih keberuntungan". Dalam situasi seperti inilah, seorang Muhammad telah membuktikan bahwa dirinya adalah pemimpin bagi seluruh pemimpin umat lainnya.

Baghaimana dengan kita sebagai pengikut nabi muhammad dalam masalah ini? Masalahnya, umat Islam saat ini tidak memiliki kriteria tersebut. Kriteria "imaamah" atau kepemimpinan yang disebutkan dalam Al Qur'an masih menjadi "tanda tanya" besar pada kalangan umat ini. "Dan demikian kami jadikan di antara mereka pemimpin yang mengetahui urusan Kami, memiliki kesabaran dan ketangguhan jiwa, dan adalah mereka yakin terhadap ayat-ayat Kami".

Kita umat Islam, yang seharusnya menjadi pemimpin umat lainnya, ternyata memang menjadi salah satu pemimpin. Sayang kepemimpinan dunia Islam saat ini terbalik, bukan dalam shalat berjama'ah, bukan dalam kebaikan dan kemajuan dalam kehidupan manusia. Namun lebih banyak yang bersifat negatif.

Perjalanan singkat yang penuh hikmah tersebut segera berakhir, dan dengan segera pula beliau kembali menuju alam kekiniannya. Rasulullah sungguh sadar bahwa betapapun ni'matnya berhadapan langsung dengan Yang Maha Kuasa di suatu tempat yang agung nan suci, betapa ni'mat menyaksikan dan mengelilingi syurga, tapi kenyataannya beliau memiliki tanggung jawab duniawi. Untuk itu, semua kesenangan dan keni'matan yang dirasakan malam itu, harus ditinggalkan untuk kembali ke dunia beliau melanjutkan amanah perjuangan yang masih harus diembannya.

Inilah sikap seorang Muslim. Kita dituntut untuk turun ke bumi ini dengan membawa bekal shalat yang kokoh. Shalat berintikan "dzikir", dan karenanya dengan bekal dzikir inilah kita melanjutkan ayunan langkah kaki menelusuri lorong-lorong kehidupan menuju kepada ridhaNya. "Wadzkurullaha katsiira" (dan ingatlah kepada Allah banyak-banyak), pesan Allah kepada kita di saat kita bertebaran mencari "fadhalNya" dipermukaan bumi ini. Persis seperti Rasulullah SAW membawa bekal shalat 5 waktu berjalan kembali menuju bumi setelah melakukan serangkaian perjalanan suci ke atas (Mi'raj).

Mengakhiri tulisan ini hendaknya kita semua harus memperbaiki diri dan berkaca kepada setiap musibah dan bencana yang sering terjadi. Bukan hanya bencana alam saja yang bisa kita resapi dan kita maknai, melainkan bencana moral yang telah banyak melenceng baik dari tata kehidupan para selebritis, pejabat eksekutif, yudikatif maupun legislatif hingga masyarakat biasa telah banyak terefleksi dan sungguh telah jauh berpijak dari rel-rel kehidupan yang baik dan hakiki sesuai syariat Islam.

Semoga hal ini dapat menjadi pijakan kita untuk melangkah ke depan yang penuh makna dalam menjalani sisa-sisa hidup kita yang semakin hari tanpa disadari jatah usia kita semakin berkurang.

~~~~~~~~~~~~
Denaihati

Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2013

Hari Kebangkitan Nasional yang bertepatan dengan 20 Mei hari ini, marilah segenap Blogger mania bersama mencoba untuk mengolahragakan otak guna mencari file yang sudah di save dalam long memory pribadi masing-masing. Tentunya hal itu masih bertalian dengan perjalanan sejarah yang diawali dengan lahirnya gerakan nasionalis pertama yaitu Boedi Oetomo (1908) dan Sumpah Pemuda (1928).

Dimulai dengan lahirnya gerakan nasionalis pertama Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908, seabad plus setahun yang lalu. Pergerakan nasional ini diprakarsai oleh Dokter Soetomo di Jakarta. Dengan dorongan dilahirkannya Boedi Oetomo ini, kemudian lahirlah Sarekat Islam, di tahun 1912, di bawah pimpinan Haji O.S. Tjokroaminoto bersama Haji Agus Salim dan Abdul Muis.

Dalam tahun 1912 itu lahir pula satu gerakan politik yang amat penting, yaitu Indische Partij yang dimpimpin oleh Douwes Dekker (Dr. Setiabudhi), R.M. Suwardi Suryaningrat dan Dr. Tjipto Mangunkusumo. Tahun 1913, partai ini dilarang oleh pemerintah kolonial Belanda dan pemimpin-pemimpinnya ditangkapi dan kemudian dibuang dalam pengasingan.
Namun, terlepas dari hal tersebut diatas, kita tidak bisa pungkiri bahwa realita saat ini tidaklah demikian. Kita pribadi terkadang merasakan aroma ketidak pedulian masyarakat terhadap ruang sejarah publik yang seharusnya dapat dikeruk manfaatnya. Betapa tidak, coba saja tenggok tanggal 2 Mei kemarin yang bertepatan dengan hari Pendidikan Nasional. Momentum ini hanya diperingati secara seremonial saja tanpa ada implementasi kritis yang terus berkesinambungan. Akibatnya nasib pendidikan di negeri kita yang tercinta ini masih memprihatinkan.
 
Kebangkitan bukanlah sekedar melek dari ngantuk, atau berdiri tegak dari duduk, melainkan motivasi apa gerangan yang menggelitik sehingga insan melek dari kantuknya sehingga ia tegak berdiri dari santainya yang berleha-leha.
 
Sulit dipungkiri ! Andailah dipikir panjang teriring jiwa tenang, manusia kini ternyata tengah dilanda kegelisahan yang amat parah, kegelisahan yang tidak Cuma disebabkan oleh satu hal, namun disebabkan oleh berbagai hal yang pada saat ini tengah mementaskan peranannya yang merisaukan.
 
Risau adalah pangkalnya segenap jikalau, dan andai jikalaunya terlampau membludak, maka hidup ini akan kehilangan arah, kehilangan makna, yang termasuk amal kreatifitasnya. Dan andai hidup terputus dari gerak kreatifitasnya, maka bersemaraklah mimpi-mimpi yang penuh dengan ‘berandai-andai’.

Manusia adalah jenis makhluk yang doyan berfikir, yang bahkan oleh Ibn Khaldun disanjungnya sebagai sumber segenap kesempurnaan dan puncak segala kemuliaan, andai dibandingkan dengan makhluk lainnya ciptaan Allah !. namun dengan segenap sanjungan yang disandangnya terukir senyum bangga, diam-diam makhluk yang namanya manusia itu….. semakin lama semakin gelisah saja tinggal di pemukiman fana ini. Ia gelisah menatap masa depannya. Ia gelisah menatap segenap bentuk perubahan culture, perubahan pitutur, bahkan perubahan umurnya sendiri yang semakin uzur.

Manusia dengan sandang sanjungnya gelisah terhadap segenap kemunduran dan kemajuan umat. Gelisah terhadap canggihnya teknologi yang semakin memukau, gelisah terhadap berbagai tantangan hidup yang semakin membingungkan dan membimbangkan sambil tak menyadari bahwa Tuhan tak membebani umat-Nya dengan takaran tantangan yang berlebihan. Atau dengan kata lain, pada hakekatnya manusia itu tidak dibebani beban orang lain sehingga, andai ia tak mampu bangkit, tak usahlah menyalahkan orang lain, lebih-lebih lagi menyalahkan Tuhannya sendiri ! dan iapun tak memikul dosa orang lain !
 
Manusia yang masih bercokol dalam wawasan jahiliyah yang sempit, yang parsial-simpek, akan sulit bangkit dalam arti sebenar-benarnya. Sebab, kebangkita yang sejati dimulai dari kebangkitan tata pikir yang lebih dewasa, yang tidak kekanak-kanakan, yang kokoh konstruktif, yang berencana matang.
 
Agama mencanangkan perubahan nasib lewat usaha dalam kelurusan niat. Dalam arti bahwa pluit dimulainya perjuangan hidup tak usahlah menanti dulu aba-aba yang munculnya dari langit. Memang itulah yang dikehendaki Sang Kreator : ’Tak kan berubah nasib suatu bangsa, kecuali bangsa itu yang merubahnya sendiri’. Ini menandakan bahwa Tuhan telah maha jujur terhadap kreasi-Nya sendiri, dalam hal ini kreasi yang berwujud makhluk berakal, yang diberi lahan berpikir, yang diberi lahan usaha.
 
Setelah sadar bahwa Tuhan bukanlah diktator, mengapa umat berpangku tangan saja menanti guyuran nasib? Mengapa umat tak mampu merombak sistem berpikir yang telah usang dan lapuk, yang tak sesuai lagi dengan tantangan yang semakin berkembang, yang tak seiring dengan mengembangnya daya pikir kekhalifahan insan, yang tak seiring dengan mengembangnya jagat raya itu sendiri?
 
Bangkit yang sebenar-benarnya bangkit bukanlah sekadar menghambur-hamburkan anjuran manis yang tanpa bekas. Merombak cara berpikir bukanlah merombak aqidah yang lempang sebab aqidah itu sendiri akan senantiasa terusung nilainya di dalam evolusi berpikir yang sehat dan jujur. Tuhan tak kan merelakan agama diusung oleh kesempitan pikir, sebab agama itu sendiri diturunkan pada manusia justru untuk menyelamatkan manusia dalam kesesatan pikiran.
Alangkah indahnya negeri yang semarak ilmu, semarak teknologi, yang ilmu dan teknologinya berguna bagi kesejahteraan ummat karena diimbas oleh nilai-nilai spiritual. Negeri demikian adalah negeri yang berilmuwan dan berteknologi penuh ketaqwaan, yang tak takkabur berkat ilmu dan kecanggihan teknologinya, yang penuh syukur terhadap Tuhan yang Mahaluhur.

Dengan jiwa mutma’innah, semoga tidak teralami kembali kutukan terhadap negeri Saba, yang diporak-porandakan Tuhan disebabkan oleh para penghuninya yang pintar namun tak sudi syukur terhadap Gusti Allahnya. 
 
Masa lampau merupakan pelajaran buat masa kini, musibah masa lampau tak usahlah terulang kembali. Marilah kita berjuang membangun kebenaran Allah tanpa didekili interes yang kusam, kita bangun negeri yang baldatun tayyibatun wa-Rabbun ghafur, negeri indah adil makmur dalam ampunan Allah !
 
Dengan berbekal seabrek pengalaman sejarah yang tidak hanya menginjak harga diri siapapun, sudah saatnya kita sebagai salah satu dari komponen masyarakat Indonesia mulai berbenah diri dan bersatu guna membangun negara kita agar jauh lebih baik lagi. Mari kita intropeksi diri secara totalitas sehingga kita mempunyai suatu kesadaran ruang, posisi, dan moral yang balance.
 
Namun hal lain yang perlu mendapatkan sentuhan lebih adalah masalah pendidikan. Bagaimanapun juga, indikasi yang paling dominan untuk menunjukkan suatu peradaban maju dari sebuah bangsa adalah ketika sektor pendidikannya berkualitas lebih.
 
Semoga momen kebangkitan nasional ini bukanlah sekadar slogan-slogan belaka, melainkan kebangkitan yang penuh daya kreatif, energik, yang mampu memberi arti pada kehidupan, yang mampu memupus segala kegelisahan kini, yang mampu menggelarkan fitrah kesucian dalam genangan Ridho Ilahi Rabbi.
 
Oleh karena marilah kita bersama-sama menjadi salah satu bagian dari orang-orang yang memiliki kesadaran ruang, posisi, dan moral yang tinggi, sehingga Indonesia benar-benar bangkit menjadi bangsa yang bersahaja, sentosa, adil berkemakmuran dan makmur berkeadilan. Amien!




Denaihati

Awan Berdo'a di Atas Makam Uje : Hoax

Dua hari meninggalnya ustadz Jefri Al Buchori masih menyisakan suasana duka dikalangan kita semua rakyat Indonesia. Media massa dan media elektronik masih ramai memberitakan tentang kepergian beliau.

Dan sejak kemarin pagi kita dikagetkan dengan beredarnya foto Awan berdo'a diatas makam Uje yang di klaim beberapa media diambil saat usai pemakaman beliau. Sayapun sempat share gambar tersebut di akun facebook saya disini.

Alhamdulillah,....Seketika itu langsung diklarifikasi oleh seorang sahabat Mas A Muchyi dengan memberikan link sumber bahwa gambar tersebut adalah HOAX.

Dan setelah saya telusuri link sumber yang diberikan ternyata memang benar bahwa foto tersebut adalah HOAX dan sudah ada sejak  sebulan yang lalu.

Beberapa link sumber yang dapat membuktikan bahwa gambar tersebut adalah HOAX adalah :

Salah satu foto asli yang diambil pada tanggal 8 Maret 2013 yang lengkapnya dapat dilihat di:

Terlepas dari Foto Hoax diatas, Kepergian Uje  memang sangat membuat kita kehilangan, tapi kita jangan diperbudak oleh isu-isu yang yang belum tentu kebenarannya.

Semoga saja keluarga Besar Ustadz Jefry Al Buchori diberi ketabahan dan kekuatan dalam menerima semuanya.

Allahumaghfirlahu warhamhu wa'jal jannata matswahu. amin.

Denaihati

BOCORAN KUNCI JAWABAN UJIAN NASIONAL 2013

Perhelatan akbar Ujian Nasional menyisakan waktu beberapa jam lagi. Integritas bangsa kita, kembali akan diuji. Ujian Nasional yang akan dilaksanakan setiap tahun ini adalah buah pemikiran pejabat-pejabat pendidikan yang bekerja keras memajukan pendidikan nasional. Konsep utamanya tentu saja menaikkan kualitas pendidikan dengan tolak ukur ujian berstandar nasional.

Dari beberapa temuan team tentang pelaksanaan Ujian Nasional sebelumnya, banyak diantara Siswa peserta ujian memikirkan cara untuk memperoleh nilai sebaik-baiknya dengan segala daya. Membuat jaringan antar kelas sudah bukan rahasia umum lagi. Dengan bangga para siswa menceritakan taktik mereka dalam menghadapi Ujian Nasional. Taktik yang melupakan usaha dan kejujuran. Taktik yang membuat hati bangsa ini semakin bengkok, tidak jelas tujuannya.

Beberapa orang rekan Guru menyatakan hal yang hampir senada, yang bermuara pada kekhawatiran. Terkadang dalam pelaksanaan ujian nasional, Guru yang seharusnya menjadi orang yang mengajarkan kejujuran, kerja keras dan hal-hal yang baik justru menjadi orang terdepan dalam menghalalkan segala cara. Dan masih banyak hal mengerikan lainnya yang tidak bisa kita terima dengan hati nurani.


Kunci Jawaban Ujian Nasional 2013 adalah DUIT :
Do’a, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakkal.

~~~~ooOOoo~~~~

“Doa Untuk UN 2013: Bocoran Soal dan Kunci”
Tuhan, kami tahu betapa berat putra-putri kami
Harus menyelesaikan sekolah tiga tahun
Hanya dengan UN 4 hari saja
Apakah ini adil?
Atau sebuah kedzaliman?

Kuatkanlah putra-putri kami
Bimbinglah putra-putri kami
Menyelesaikan ujian sesuai petunjukMu Tuhan,
Engkau membocorkan
Rahasia dan kunci menuju surga
Melalui wahyu dan utusanMu,
Salahkah bila putra-putri kami
Mengharap bocoran UN dari Mu?

Kami tahu, bocoran itu bisa saja curang
Kami tidak mengharap bocoran curang
Kami berharap sepenuh hati bocoran cerdik
Bocoran yang mendidik
 Lindungilah kami dari kecurangan
Bimbinglah kami dalam kecerdikan
Lancarkan dan luluskan putra-putri terbaik kami
dalam menyelesaikan UN 2013
Amin.. Amin... Amin


Untuk anak-anakku yang akan mengikuti Ujian hendaknya jangan percaya dengan isu kunci jawaban karena hal itu bisa menyesatkan dan membuat bingung sehingga tidak fokus saat ujian. Ujung-ujungnya merugikan diri sendiri karena tidak bisa fokus dalam menjawab soal ujian dengan baik.

Tanamkan rasa percaya diri yang tinggi, karena hal itu merupakan modal besar dalam meraih kesuksesan.

Malam sebelum ujian sebaiknya jangan belajar yang terlalu berat. gunakan waktu ini hanya untuk mengingat kembali materi yang telah dikuasai dan mencoba mengembangkannya dalam bentuk latihan soal-soal.

Yakinlah bahwa bekal yang kalian siapkan untuk ujian sudah cukup dan selalu berdoa.

Bangunlah lebih awal pada hari H sekedar hanya untuk sholat agar di beri kekuatan yang besar untuk menghadapi soal soal hari ini sesulit apapun itu .

Jangan lupa sarapan sebelum berangkat dan minta doa restu dari orangtua di jamin bakal tenang dan jangan sampai terlambat tiba di lokasi ujian.

Pastikan semua perlengkapan ujian telah siap jangan sampai ada yang ketinggalan, kalau ada hal yang terlupa bisa di pastikan hal ini akan membuat anda panik dan jadi down sebelum ujian.

Waktu terima soal ujian cobalah untuk tenang dan konsentrasi, jangan lupa berdo’a sebelum mengerjakan, nikmatilah detik detik ketika anda mengerjakan soal demi soal, jangan di buat stress dengan soal soal yang sulit.

Insya Allah kesuksesan telah menanti anak-anaku semuanya, Amin...



Denaihati

Nikmat Allah Yang Tak Ternilai

Pada umumnya kita ingin mengetahui apa yang membuat kita sakit, bagaimana penyakit mengambil alih sepenuhnya tubuh kita, apa yang menyebabkan demam, kelelahan mendalam, rasa nyeri di tulang dan sendi, serta proses apa yang terjadi dalam tubuh mereka selama sakit.

Seperti halnya saya hari ini, ketika terbangun oleh sapaan isteri untuk berjamaah subuh, rasanya ada sesuatu yang tidak lazim yang saya rasakan. Tubuh saya rasanya lunglai dan sakit bila digerakkan, namun saya berupaya untuk bangkit menunaikan shalat subuh.

Usai shalat subuh saya berdoa dan pikiran saya menerawang tentang apa yang telah saya lakukan belakangan ini sehingga kemungkinan membuat kondisi tubuh saya serasa kehilangan energi. Mulai dari kesibukan pelaksanaan pendaftaran SNMPTN, persiapan administrasi Ujian Nasional, pelaksanaan Ujian Sekolah dan beberapa aktifitas lain yang tidak kalah pentingnya, sehingga waktu untuk beristirahat agak terabaikan ditambah lagi kegiatan ngeblog yang sudah menjadi kebutuhan saya lima tahun terakhir. Namun kegiatan yang terakhir ini saya segera eliminasi dari pikiran saya sebagai penyebab menurunnya kondisi tubuh saya.

Namun saya enggan mendramatisasi realitas yang terlintas dalam pikiran saya, karena saya takut jangan sampai akan berkembang menjadi semakin parah dan menegangkan.

Saya mencoba untuk tidak memunculkan sugesti yang nantinya akan menjadi buah pikiran yang lebih mengerikan dari kondisi sebenarnya, karena saya tahu bahwa bila terjadi kesalahan cara berpikir dalam memahami hikmah dari suatu kondisi tubuh yang rasanya tidak dalam keadaan sehat, malah akan memunculkan kesalahan dalam menyikapinya yang berdampak pada pemikiran yang lebih menderita dari kenyataan yang sebenarnya.

Saya pernah mendengar sebuah pencerahan dari seorang Udztads terkenal bahwa
"Bila sikap mental kita merasakan kondisi tubuh yang menurun haruslah dijauhkan dari pikiran yang negatif karena pada dasarnya hanya akan menggiring kita pada sugesti yang lebih parah".

Memang benar bahwa badan kita haruslah tetap sehat, karena hanya dengan badan yang sehatlah maka aktifitas kita akan menjadi lancar. Kalaupun tubuh kita harus sakit, suatu saat nanti, maka hati kita harus tetap berfungsi dengan baik.

Kita harus yakin bahwa hidup kita akan selalu dipergilirkan. Boleh jadi sekarang kita sehat, tetapi esok hari kita sakit. Ini adalah sebuah keniscayaan. Kita harus yakin bahwa segala yang ada dan yang terjadi di dunia ini, ada dalam genggaman Tuhan.

Kalaupun Tuhan menghendaki kita sakit, itu adalah hal yang wajar, karena tubuh kita adalah milik-Nya. Kenapa kita harus kecewa atau protes ?Ibarat seseorang menitipkan barang miliknya kepada kita. Kita harus yakin bahwa suatu saat pasti akan diambil kembali, dan sangat tidak layak bila kita menahannya.

Alangkah baiknya bila kita memilih ridha saja dalam menerima semua yang terjadi. Segala kekecewaan, penyesalan dan keluh-kesah, sama sekali tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Tugas kita hanyalah ridha akan ketentuan-Nya dan berikhtiar seoptimal mungkin untuk mengobati penurunan kondisi tubuh yang kita alami.

Kita harus yakin bahwa Tuhan sangat adil dan bijaksana dalam menentukan sesuatu hal bagi makhluk-Nya. Tuhan Maha tahu akan keadaan tubuh kita. Semua yang ditimpakan kepada kita sudah diukur dengan sangat sempurna dan mustahil ’over dosis’.


Dengan sakit, kita dapat terhindar dari kemaksiatan yang mungkin akan kita lakukan dalam keadaan sehat.
Dengan sakit, kita akan menyadari betapa penting dan mahalnya harga kesehatan yang sering kali kita sia-siakan ketika sehat.
Sesungguhnya nikmat yang tiada ternilai dari Allah SWT yang terkadang kita lupa untuk mensyukurinya adalah nikmat kesehatan.

Denaihati