Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Memaknai 106 Tahun Kebangkitan Nasional

Hari ini tanggal 20 Mei 2014 bertepatan dengan 106 tahun kita bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional atau yang sering disingkat menjadi HARKITNAS. Kebangkitan nasional merupakan suatu momentum untuk membangun rasa dan semangat  bersatu dan membangkitkan jiwa nasionalisme serta menyadarkan kita untuk meneruskan perjuangan Pahlawan Republik Indonesia. Maka dari itu, semangat kebangkitan nasional harus kita maknai dengan semangat untuk tetap  menggelorakan jiwa dalam setiap individu warga negara Indonesia dalam menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan NKRI, tidak lelah untuk rela berkorban, menerapkan asas gotong royong dan kekeluargaan dalam kerja sama, menghargai sesama anak Indonesia, serta mencintai bangsa Indonesia merupakan modal kita untuk membantu mencapai cita-cita bangsa ini dalam mewujudkannya. 

Tema Peringatan 106 Tahun Kebangkitan Nasional :

" Maknai Kebangkitan Nasional Melalui Kerja Nyata Dalam Suasana Keharmonisan dan Kemajemukan Bangsa"

Sub Tema Peringatan 106 Tahun Kebangkitan Nasional :
Menegakkan Demokrasi Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam penyelenggaraan Pemilu yang Jujur, Adil, dan Berkualitas


Peristiwa Kebangkitan Nasional pada tahun 1908 merupakan peristiwa penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Bila pada jaman dahulu fisik dan senjata adalah alat utama dalam memperjuangkan bangsa ini, maka pada masa sekarang, diri sendiri dan kekuatan asing yang tak terlihat oleh kasat mata merupakan pengaruh yang harus pintar-pintar bisa kita filter dengan baik. Hal tersebut dapat berupa pengaruh budaya, ekonomi, politik, dan sebagainya. Maka dari itu, Hari Kebangkitan Nasional harus benar-benar kita maknai, bukan hanya sekedar peringatan yang hanya dilaksanakan setiap tanggal 20 Mei saja.
Lebih dari satu abad bangsa ini memperingati Hari Kebangkitan Nasional, sudah banyak sekali peristiwa yang tercatat dalam buku harian bangsa ini, mulai dari prestasi sampai masalah yang tak kunjung reda. Nah, akankah di tahun ini masih tertuang tinta merah yang mencoreng bangsa yang kita banggakan ini? Lalu apakah peran kita sebagai rakyat Indonesia dalam membantu memperbaiki coretan-coretan merah dalam perjalanan bangsa yang kita cintai ini?
Masalah terbesar yang harus segera diatasi oleh  sebagian besar bangsa Indonesia yaitu soal mental yang acap kali patah semangat, takut gagal, slalu mengatakan tidak bisa, pikiran yang negatif atas segala sesuatu, tidak disiplin, dan masih banyak lagi. Sikap-sikap tersebutlah yang semestinya dihapus dari jiwa dan pikiran kita. Berlaku untuk semua lapisan masyarakat, baik dari pemimpin, badan legislatif, dan kita semua sebagai rakyat Indonesia harus turut serta mengubah pandangan dan sikap dalam ragka memaknai Kebangkitan Nasional.
Apapun permasalahan yang terjadi pada bangsa ini baik dalam hal musibah bencana alam, masalah ekonomi, atau pun masalah kepemimpinan, tidak semsestinya kita saling menyalahkan kepada salah satu pihak yag terkait. Sikap dan kebiasaan seperti ini pun haus segera diubah. Bukan saatnya kita saling menjatuhkan satu sama lain, alangkah lebih baik jika kita saling berintropeksi diri dan bekerjasama dalam mengatasi segala masalah yang menimpa, karena kita bangsa Indonesia adalah satu kesatuan. Semangat untuk berjuang dan melakukan yang terbaik dalam segala aspek seharusnya menjadi pedoman yang dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Untuk membangun karakter suatu bangsa yang baik, tak lepas dari peran masyarakat di dalamnya. Kita sebagai masyarakat, harus mampu membuka pikiran lebih luas lagi, bukan saatnya lagi tindakan korupsi merajalela, melakukan tindakan kekerasan terhadap kaum lemah, buang sampah sembarangan, tawuran antar kelompok tertentu, penipuan, kecurangan dalam berdagang, dan lain sebagainya. Menilai seseorang tidak cukup dari sisi kecerdasannya saja, tetapi yang paling utama adalah persoalan moral atau sikapnya. Karena bangsa yang maju adalah bangsa yang rakyat dan pemimpinnya memiliki nilai-nilai atau sikap positif, menjunjung tinggi kejujuran, saling menghormati dalam perbedaan, hidup rukun.
Krisis moral yang terjadi di zaman sekarang sungguh sangat menakjubkan, seolah-olah tingkah laku atau sikap yang negatif sudah menjadi suatu hal yang lumrah. Kurangnya didikan moral menyebabkan makin buruknya kualitas atau perkembangan generasi muda apalagi untuk membantu memajukan bangsa ini. Di televisi sering ditayangkan berita-berita seperti pelecehan seksual yang terjadi di kalangan anak muda yang masih mengenyam bangku pendidikan. Yang sangat disayangkan adalah mereka tidak memiliki rasa malu dan bersalah telah melakukannya.
Memang tak semua remaja melakukan hal-hal bodoh macam itu, akan tetapi permasalahan yang sedikit pun bisa membawa atau mempengaruhi pergaulan yang lain. Sehingga jumlahnya pun kian hari kian meningkat. Maka dari itu di sinilah pentingnya peran pemerintah dan keluarga dalam membentuk moral  anak-anaknya. Sayangnya tidak semua keluarga tidak bisa sepenuhnya mendidik anaknya secara rutin, disebabkan beberapa faktor seperti kesibukan orang tua atau keluarga yang sudah tidak utuh.
Melihat persoalan semacam  itu, peran dan fungsi pendidikan  sangat berperan penting. Pendidikan moral saat ini memang sangat dibutuhkan,  mengingat zaman sekarang merupakan zaman globalisasi di mana kebudayaan-kebudayaan luar sangat mudah masuk ke dalam negri. Hal ini menjadi PR kita semua, baik pemerintah, lembaga pendidikan, maupun keluarga dalam ikut serta meningkatkan moral anak. Bukan hanya moral anak atau remaja, akan tetapi kita semua sebagai bangsa Indonesia  memiliki peran yang sangat penting untuk menjadikan Indonesia semakin baik dari tahun ke tahun.
Saya sebagai wakil dari masyarakat Indonesia, memiliki harapan yag besar pada tanggal 20 Mei, semoga bukan hanya sekedar peringatan Hari Kebangkitan Nasional, akan tetapi semoga dijadikan sebuah momentum yang tepat dalam mengadakan perubahan yang besar demi kemajuan bangsa ini. 

Denaihati

Mari Sukseskan Pesta Demokrasi Indonesia PEMILU 9 April 2014


Pemilihan Umum (Pemilu) merupakan salah satu pilar demokrasi sebagai wahana perwujudan kedaulatan rakyat guna menghasilkan pemerintahan yang demokratis.



Pemerintahan yang dihasilkan dari Pemilu diharapkan menjadi pemerintahan yang mendapat legitimasi yang kuat dan amanah. Sehingga, diperlukan upaya dan seluruh komponen bangsa untuk menjaga kualitas Pemilu. Pemilu sebagaimana diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD harus dilaksanakan secara efektif dan efisien berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.


Hindari!!!!

Menyambut Pemilu tanggal 9 April 2014, mari gunakan hak pilih kita untuk menentukan nasib bangsa dan mari bersama-sama dukung pelaksanaan pemilu yang aman dan damai.


Denaihati

Selaksa Rindu di Hari Ibu


The origin of the child is a mother and is a woman. One shows a man what love, sharing and caring its all about.

SAYANG IBU

Asal mula seorang anak adalah seorang ibu yang juga merupakan seorang wanita, seseorang yang mengajarkan seorang anak manusia tentang makna kasih sayang, sosok manusia yang senantiasa membagi dan menjaga seluruh kasihnya.

Kalimat itu kuanggap penting karena kalimat singkat itu telah mengajarkanku betapa berartinya sosok seorang ibu.

Sebening kaca hatimu ibu Teduh sejuk menyimpan sejuta kasih Kau ajak aku dalam hidupmu Yang sarat akan perjuangan dan pengorbanan Kubersyukur terlahir kedunia ini melalui rahimmu Kau ajari aku berdoa tuk setiap keluh dan kesah Saat kuayun penaku ini, ku sedang mengulang ingatanku tepat sebulan sudah kepergianmu menghadap Sang khaliq.

Hari ini di saat seluruh negeri ini memperingati moment Hari Ibu 22 Desember 2013. Izinkan aku untuk mengenang kembali masa-masa yang indah saat belaian kasihmu masih menyertai.

Sedari kecil, aku terlalu dekat dengannya. Lumrah mungkin, karena seorang anak memang biasanya lebih dekat dengan ibunya. Sosok wanita yang senantiasa hadir di rumah, membimbing anak-anaknya.

John Bowlby seorang ahli jiwa anak menegaskan seorang anak akan efektif jika minimal ada satu orang yang ''berdiri di belakang mereka''. Maksudnya, selalu ada orang yang siap memberikan dukungan apapun kondisinya.

Cinta ibu adalah peneguhan tanpa syarat terhadap hidup dan kebutuhan seorang anak. Cinta ibu akan mengajarkan tentang makna pemeliharaan dan tanggung jawab yang tentunya sangat penting bagi kelanjutan hidup dan perkembangan anak.

Cinta ibu pulalah yang akan menanamkan rasa syukur pada Tuhan dalam diri setiap anak atas kehidupan yang diterimanya, atas jenis kelaminnya, dan atas kelahirannya di muka bumi. Rasa syukur setiap anak tersebut pada akhirnya akan membuat ia mencintai kehidupan dan bukan hanya berkeinginan untuk tetap hidup.

Ibu seringkali dilambangkan sebagai tanah atau alam, oleh karena itu muncul istilah, mother land atau mother nature. Hal ini terjadi karena ibu adalah sosok yang subur seperti halnya tanah dan alam yang menawarkan kelimpahan susu dan madu.

Susu merupakan simbol pemeliharaan dan peneguhan kasih ibu. Sedangkan madu melambangkan kecintaan dan kebahagiaan dalam kehidupan. Banyak ibu yang dapat memberikan susu pada anak-anaknya, namun hanya sedikit yang mampu memberikan madu.

Untuk dapat memberikan madu, seorang ibu tidak hanya harus menjadi ibu yang baik, namun harus menjadi sosok pribadi yang penuh kasih sayang. Yakni sosok perempuan yang lebih berbahagia dalam memberi dibandingkan menerima, serta sosok yang betul-betul kukuh berakar pada eksistensinya. Sehingga ia tidak lagi menginginkan apa-apa untuk dirinya sendiri.

Al-Quran juga telah mengingatkan keutamaan ibu dengan menggambarkan penderitaan yang dirasakannya dalam dua periode kehidupan (mengandung dan menyusui).
"Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Ku kamu kembali." (Luqman:14)
Cinta kasih ibu memang sulit untuk dicapai, karena cintanya yang bersifat sangat altruis dan tanpa syarat. Cinta dalam keadaan di mana satu pihak memerlukan segala bantuan dan pihak lainnya memberikan segalanya. Namun ketulusan dan kesabaran ibu dalam mencintai semua anak-anaknya telah membuat cintanya dikategorikan sebagai jenis cinta yang tertinggi dan sebagai suatu ikatan emosional yang paling luhur.
Tak akan pernah kulupakan 22 November 2009. Hari Ahad yang cerah ....seketika mendung mendesak awan. Tubuhnya telah terbalut kain putih. Menyisakan seraut wajah bergurat. Tatkala wajahnya dipalingkan menghadap kanan. Dan gundukan tanah merah basah menindihnya, menghalangi kami sedikit demi sedikit ... menjarakkan jazad yang kian jauh ...

Rabbi, Lapangkanlah kuburnya. Terangilah ia dengan cahaya-Mu yang tiada pernah pudar. Datangkanlah sosok mulia di hadapannya, sebagai wujud amal kebaikan beliau selama ini. Kutitipkan ia pada-Mu Ya Allah ... Rabbi, Rahmatilah hamba sebagai anak shaleh, agar mampu mendoakan kedua orang tua hamba. Sampaikan kepadanya, larik yang belum sempat kuverbalkan di hadapannya, bahwa Aku mencintainya.



Selamat Hari Ibu untuk semua ibu seantero persada......
 
 
Denaihati

11-12-13




Hari ini, Rabu 11 Desember 2013. Jika dipersingkat, itu membentuk tanggal cantik '11-12-13'. Apalagi jika jarum jam menunjuk angka 09.10, urutannya makin panjang: 09.10 11-12-13. persis saat postingan ini terbit

Ada banyak orang yang menganggap urutan itu istimewa. Apalagi faktanya, ini adalah tanggal terakhir di mana tiga nomor berturut-turut berurutan. Setelah itu, orang harus menunggu sekitar 90 tahun sebelum ada tanggal angka berurutan lagi, yakni pada 1 Februari 2103 atau 1-2-3.

Sementara, untuk urutan waktu dan tanggal yang berurutan, kita harus menunggu lama, pada 3 April 2105 pukul 01.02. Yang membentuk urutan cantik: 01.02 03-04-05.

Atau jika menginginkan urutan serupa, 11-12-13, itu baru terjadi lagi pada 11 Desember 2113 atau seabad lagi. Itu berarti hanya segelintir dari 7 miliar manusia yang bernafas hari ini yang masih hidup saat itu! 

Terakhir kali dunia menyaksikan 11/12/13 adalah 100 tahun yang lalu pada 11 Desember 1913. Itu adalah hari di mana mahakarya maestro Leonardo da Vinci Mona Lisa, ditemukan kembali, dua tahun setelah dicuri dari Museum Louvre di Paris.

Maka tak heran, banyak orang yang merayakannya. Ribuan orang menikah atau melahirkan di hari Rabu ini. 

Salah satu pensiunan guru di California, Ron Gordon bahkan menawarkan uang sebesar US$ 1.112,13 untuk siapapun yang bisa menawarkan cara paling orisinil untuk merayakan hari unik itu. "Urutan seperti itu tak akan terjadi abad ini," kata Gordon, seperti dikutip dari Daily Mail

Sebelumnya, lebih dari 3.000 pernikahan dilaporkan berlangsung di Amerika Serikat pada 12 November 2013, dibandingkan dengan 371 pernikahan pada tanggal yang sama tahun sebelumnya. Di AS, penulisan tanggal 12 November 2013 adalah 11-12-13 -- berbeda dengan sistem penulisan di Asia, Eropa, dan Australia.

Untuk Amerika, tanggal berurut terakhir abad ini akan terjadi tahun depan, 12/13/14 atau 13 Desember 2014. Dan tepat di hari Sabtu. Niscaya pasangan yang mendaftar nikah membludak. Rumah sakit kebanjiran pasien melahirkan. 

Sementara, bagi kalangan matematikawan, mereka tak memusingkan tanggal berurutan itu. Bulan lalu mereka justru merayakan ' Odd Day ' pada tanggal 9 November ( 9-11-13 ), sebuah fenomena yang hanya terjadi lima kali setiap 100 tahun. 

Soal tanggal 'aneh' astrolog Daily Mail, Jonathan Cainer mengatakan, tak ada hal istimewa terkait 11-12-13. Hanya sedikit punya makna dari sisi astrologi. 

Namun, "sebuah kalender memiliki serangkaian angka yang menarik bagi kita, dan mempertimbangkannya. Memiliki arti bagi kita. Jadi, tak salah jika seseorang menafsirkan tanggal ini (11-12-13) memiliki potensi untuk perubahan positif dalam hidupnya." 

Sementara, astrolog Daivajna K N Somayaji berpendapat, 11-12-13 adalah tanggal biasa, seperti hari-hari lainnya. 

Mengapa orang terpesona dengan tanggal berturut-turut seperti ini bukanlah misteri. Itu menurut Alan Lenzi, profesor studi agama di University of the Pacific.

"Para ilmuwan secara kognitif telah menunjukkan bahwa otak kita sudah terprogram untuk mencari pola yang bermakna dalam data sensoris," kata Lenzi, seperti dimuat News.com.au, Rabu (11/12/2013).

Dan angka adalah hal signifikan bagi manusia. "Tanggal kalender yang kebetulan memiliki pola yang jelas membuatnya dua kali lipat signifikansinya," tambah Profesor Lenzi. "Mengingat kecenderungan orang untuk mencari makna dalam hari tertentu dan waktu (misalnya ' akhir dunia '), pola seperti ini mudah dikaitkan dengan makna imajinatif."

Sejatinya, manusia lah yang memberikan makna pada tanggal, hari, dan waktu. Pada apapun. Apakah sahabat punya acara khusus hari ini?.......

Nikmati tanggal cantik dengan momen cantik plus hati yang juga cantik.


Denaihati

Hari Guru Nasional 2013 dan Hari Ulang Tahun PGRI Ke-68

Tidak banyak diantara kita yang tahu bahwa hari ini 25 November 2013 adalah Hari Guru Nasional 2013 dan Hari Ulang Tahun PGRI Ke-68. Tentu ada sebuah harapan besar di hari ulang tahun guru ini. Harapan besar itu adalah bersatunya para pendidik dalam satu wadah organisasi yang bernama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).
Suka atau tidak suka PGRI adalah salah satu organisasi pendidik terbesar yang diakui pemerintah, dan hari kelahiran PGRI kita peringati sebagai hari guru.

PB PGRI mengusung tema Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke 68 Tahun 2013 “Mewujudkan Guru yang Kreatif dan Inspiratif dengan Menegakkan Kode Etik untuk Penguatan Kurikulum 2013.” Hal ini dimaksudkan untuk menjawab berbagai persoalan dan tantangan. 


Kalau kita cermati struktur penduduk kita pada tahun 2010, terdapat 46 juta anak usia 0 sampai 9 tahun dan 44 juta anak usia 10 sampai 19 tahun. Jadi, sekarang ini kalau kita ingin mempersiapkan generasi 2045, tidak ada pilihan lain kecuali harus memperkuat layanan, baik akses maupun kualitas pendidikan kita, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Pada tahun 2045, mereka akan berusia 35 sampai 44 tahun dan 45 sampai 55 tahun. Merekalah yang akan memimpin dan mengelola bangsa dan negara yang kita cintai ini. Mereka harus kita bekali dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap sesuai dengan zamannya. Mereka harus memiliki kemampuan berpikir orde tinggi, kreatif, inovatif, berkepribadian mulia, dan cinta pada tanah air, serta bangga menjadi orang Indonesia, sebagaimana yang digagas dalam Kurikulum 2013.

Untuk itu, prinsip yang dikembangkan oleh kementrian pendidikan dan kebudayaan adalah memberikan layanan pendidikan sedini mungkin (start earlier) melalui gerakan PAUD, memberikan kesempatan bersekolah setinggi mungkin (stay longer) melalui pendidikan menengah universal (PMU), dan peluasan akses ke perguruan tinggi. Selain itu, pemerintah juga memperluas jangkauan dan menjangkau mereka yang tidak terjangkau (rich wider) melalui program bantuan siswa miskin (BSM), Bidikmisi, dan sarjana mendidik di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (SM3T).

Hal ini dimaksudkan agar anak-anak Indonesia di manapun berada dan apapun latar belakang sosial dan ekonominya dapat memperoleh layanan pendidikan setinggi mungkin. 

Pendidikan tersebut harus terjangkau dan berkualitas. Guru dan tenaga kependidikan menjadi faktor penentunya sehingga ketersediaan dan profesionalitas guru harus ditingkatkan

Tema diatas adalah sebuah momentum yang tepat, disaat gunjang-ganjingnya permasalahan bangsa, guru menjadi tambatan hati untuk menjadi publik figure dalam membentuk kepribadian dan karakter bangsa. Peran guru dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia sungguh besar dan sangat menentukan.

Disaat banyak media mengeksploitasi kebejatan moral para petinggi bangsa, di saat masyarakat mendambakan sebuah aksi perubahan yang sering dikampanyekan oleh juragan politik, bagaimana posisi seorang guru? Sungguh sayang sekali, justru disaat kebutuhan akan guru sangat mendesak untuk menambal sulam yang pensiun. Kenyataanya kebutuhan akan profesi guru harus di moratorium juga, walau banyak teriakan hausnya sebuah pendidikan bermutu banyak dilontarkan oleh corong-corong daerah. Kondisi objektif ini masih belum menunjukkan harapan yang signifikan antara keberimbangan pangsa pasar (peserta didik) dengan SDM (kuota guru) yang ada.

Hari Guru Nasional dan HUT PGRI yang ke 68, tahun ini adalah usia yang cukup matang dan dewasa bagi sebuah organisasi. Seharusnya menjadi sebuah refleksi, renungan dan evaluasi bagi semua guru untuk membuka kembali lembar catatan dari banyak peristiwa, persoalan, tantangan, dan kendala yang telah dihadapi. Seberapa besar ponten yang dapat kita berikan untuk profesionalitas diri kita? Tentu, kita sendirilah yang bisa menjawabnya. Karena menjadi guru profesional bukanlah perkara gampang, maka perlu kesadaran dari diri kita juga yang harus memulainya untuk mengangkat citra profesi yang digugu dan ditiru. Citra guru yang baik akan mengangkat kualitas pendidikan itu sendiri. Dan pendidikan yang baik akan dapat mengangkat harkat dan martabat bangsa.

Mudah-mudahan para guru selalu mampu memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. “Tidak ada guru, tidak ada pendidikan, tidak ada pendidikan mustahil ada proses pembangunan”. 

Hanya dengan sentuhan guru yang profesional, bermartabat, dan ditauladani, maka anak-anak bangsa akan menerima proses pembelajaran yang mendidik dan bermutu. Ada sebuah kalimat hikmah, “man yazra’ wa huwa yahsud”, artinya siapa yang menanam, dialah yang akan memanen. Jika kita menginginkan kebaikan bagi diri kita, maka mulailah dari diri kita untuk menebarkan kebaikan kepada orang lain. Dalam makna lain siapa yang menanam padi, dia akan memanen padi pula. Bahkan rumput pun akan tumbuh disekitar padi itu. Namun, siapa yang menanam rumput, jangan harap ada padi yang bisa tumbuh.

Oleh karena itu guru harus meningkatkan customer service bagi anak didiknya. Karena jasa-jasa guru akan terpatri dan guru akan selalu hidup dalam setiap kenangan dan langkah kehidupan anak didiknya, sebagaimana sering dilantunkan peserta didik dalam lagu Hymne Guru. Akhir dari tulisan ini, ada seuntai pesan kata bijak dari orang yang telah melanglang buana menikmati indahnya profesi guru. Prof. Dr. A. Malik Fadjar dalam tulisannya “Guru itu adalah cermin pendidikan, dan pendidikan itu akan tercermin dari para guru”. Semoga menjadi spirit buat para guru Indonesia dan direfleksikan dalam sisa perjalanan usia kita. Selamat Hari Guru Nasional dan Sukses untuk kita semua.

Semoga PGRI, guru, dan bangsa Indonesia tetap jaya dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Denaihati

Kilas Balik Hari Pahlawan 10 Nopember 1945

HARI PAHLAWANHari ini , tepat 68 tahun yang lalu Pada 10 November pagi, tentara Inggris melancarkan serangan besar-besaran dan dahsyat sekali, dengan mengerahkan sekitar 30.000 serdadu, 50 pesawat terbang, dan sejumlah besar kapal perang.

Berbagai bagian kota Surabaya dihujani bom, ditembaki secara membabi-buta dengan meriam dari laut dan darat. Ribuan penduduk menjadi korban, banyak yang meninggal dan lebih banyak lagi yang luka-luka. Tetapi, perlawanan pejuang-pejuang juga berkobar di seluruh kota, dengan bantuan yang aktif dari penduduk.

Pihak Inggris menduga bahwa perlawanan rakyat Indonesia di Surabaya bisa ditaklukkan dalam tempo 3 hari saja, dengan mengerahkan persenjataan modern yang lengkap, termasuk pesawat terbang, kapal perang, tank, dan kendaraan lapis baja yang cukup banyak.

Namun di luar dugaan, ternyata para tokoh-tokoh masyarakat yang terdiri dari kalangan ulama' serta kyai-kyai pondok Jawa seperti KH. Hasyim Asy'ari, KH. Wahab Hasbullah serta kyai-kyai pesantren lainnya mengerahkan santri-santri mereka dan masyarakat umum (pada waktu itu masyarakat tidak begitu patuh kepada pemerintahan tetapi mereka lebih patuh dan taat kepada para kyai) juga ada pelopor muda seperti Bung Tomo dan lainnya. Sehingga perlawanan itu bisa bertahan lama, berlangsung dari hari ke hari, dan dari minggu ke minggu lainnya.

Perlawanan rakyat yang pada awalnya dilakukan secara spontan dan tidak terkoordinasi, makin hari makin teratur. Pertempuran besar-besaran ini memakan waktu sampai sebulan, sebelum seluruh kota jatuh di tangan pihak Inggris.

Peristiwa berdarah di Surabaya ketika itu juga telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat yang menjadi korban ketika itulah yang kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan.

Hari pahlawan merupakan rangkaian yang tak terpisahkan dari diorama perjuangan bangsa yang diawali dengan sumpah pemuda (28 Oktober), Kebangkitan nasional (20 Mei), sampai puncaknya kemerdekaan (17 agustus). Kita harus mampu memahaminya dalam satu tarikan nafas.

Peringatan peristiwa sejarah dimaksudkan untuk memperbarui semangat kebangsaan kita sebagai warga negara. Peristiwa-peristiwa tersebut memiliki makna yang sangat dalam tentang semangat perjuangan yang dilakukan para pejuang tempo dulu dalam menghadapi dan menghalau para penjajah Belanda dari bumi nusantara.

Semangat heroik para pahlawan itu menjadi patokan nilai bagi generasi sekarang dan masa mendatang dalam mengisi kemerdekaan. Perjuangan melepaskan diri dari belenggu penjajahan merupakan perjuangan yang sangat berat, namun perjuangan mengisi kemerdekaan lebih berat lagi.

Tantangan yang dihadapi generasi saat ini lebih kompleks dengan musuh yang tidak lagi kasat mata seperti penjajah pada masa kemerdekaan dulu. Sekarang kita dituntut mampu melepaskan diri dari penjajahan kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangan.

Hari pahlawan menjadi momen tepat untuk memperkuat kembali jiwa kerelaan berjuang dan berkorban demi kepentingan bangsa. Semangat berkorban ini bagi generasi yang lahir paska kemerdekaan dan tidak merasakan perjuangan fisik telah mulai terkikis. Jiwa berkorban yang dulu begitu besar dimiliki para pejuang sekarang hilang diganti oleh jiwa rakus, aji mumpung, dan mental korup.

Hal inilah yang perlu direnungkan generasi penerus bangsa untuk tidak melupakan Sejarah Perjuangan Bangsa, karena ada peribahasa: Kalau ingin menghancurkan suatu bangsa, hancurkanlah sejarahnya (Milan Kundera, Ilmuwan Chekoslowakia). Kenyataannya dewasa ini para generasi penerus banyak yang melupakan sejarah.

Terkotak-kotak! Tidak bisa membaur. Diskriminatif! Kulit putih mata sipit membuat lingkaran sendiri. Kulit sawo matang membuat lingkaran sendiri. Kulit hitam membuat lingkaran sendiri!. Berjuang demi kejayaan kelompoknya sendiri. Yang kaya menindas yang miskin. Naudzubillahi Mindzaliq...

Mari semua dengan semangat Hari Pahlawan ini kita bersatu padu dalam keragaman. Mari kita teladani semangat juang arek-arek Suroboyo waktu itu!

Selamat Hari Pahlawan!


Denaihati

Say NO to HALLOWEEN




Sangat ironis, hal ini turut menyebar pula di kalangan kaum muslimin. Para pemuda Islam turut meramaikan syiar kaum kuffar yang jahiliyah ini, hanya untuk dikatakan tidak ketinggalan zaman ataupun takut disebut remaja ”jadul” tidak gaul. Menurut mereka, ini hanyalah perayaan belaka, tidak ada sangkut pautnya dengan agama dan keyakinan… Namun, benarkah klaim mereka ini?!! 

Padahal, apabila mereka mau berfikir kritis dan tidak bersikap latah alias membebek begitu saja dengan budaya atau pemikiran asing, niscaya mereka dapat melihat dengan jelas bahwa Halloween ini bukanlah perayaan biasa tanpa ada tendensi keyakinan apa-apa. Karena, segala bentuk perayaan dan peringatan, pastilah berangkat dari tendensi suatu keyakinan atau ideologi tertentu… 

Rasulullah SAW. Bersabda “Barang siapa yang meniru suatu kaum, maka ia termasuk kelompok mereka” (HR .Ahmad dan Abu Dawud dari Ibnu Umar). 


Denaihati

85 TAHUN SUMPAH PEMUDA

  • Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
  • Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
  • Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
Itulah teks Sumpah Pemuda, yang untuk pertama kalinya diikrarkan di Jakarta pada 28 Oktober 1928. Hari ini tepat 85 tahun yang lalu, hari bersejarah bagi bangsa Indonesia dalam membangun landasan utama gerakan kebangkitan nasional. Sekaligus perekat yang mempersatukan anak bangsa dari berbagai suku dan agama.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-85 tahun ini mengangkat tema “DENGAN SUMPAH PEMUDA, KITA WUJUDKAN PEMUDA YANG SANTUN, CERDAS, INSPIRATIF, DAN BERPRESTASI”. Tema tersebut membawa pesan bahwa kita semua, dan pemuda Indonesia khususnya, perlu meyakinkan dunia bahwa kita adalah generasi pemuda yang tetap memelihara kesantunannya di tengah berbagai perubahan nilai moral dan sosial yang melanda dunia.

Menurut Menpora, Tema Sumpah Pemuda kali ini  dimaksudkan sebagai suatu gerakan moral, sosial, politik, dan budaya agar pemuda memiliki kemampuan dan kinerja yang handal dalam bekerja sama dengan pemuda se-ASEAN, dan sekaligus mampu membawa nama baik Indonesia di hadapan masyarakat dunia. 

Kesantunan, kecerdasan, inspiratif, dan berprestasi tentu, mau tidak mau, harus didukung oleh ilmu pengetahuan yang memadai, berdisiplin tinggi, dan kerja keras yang tak mengenal lelah. Nilai-nilai tersebut selayaknya menjadi pegangan hidup pemuda Indonesia agar Indonesia dapat segera mengentaskan dirinya menghadapi berbagai masalah dengan cara-cara yang lembut, ramah, tetapi sekaligus memperlihatkan kinerja kecendekiaan, imajinatif, dan bermutu tinggi. 

Begitu banyak agenda dan hal-hal yang harus kita kerjakan di masa depan. Itulah sebabnya, Menteri Negara Pemuda dan Olahraga dalam sambutan tertulisnya menghimbau para pemuda dan pemudi Indonesia untuk tetap bersatu padu menjunjung kejayaan Indonesia. Bersamaan dengan diselenggarakannya Puncak Hari Sumpah Pemuda di Kota Samarinda, diselenggarakan pula Kegiatan Nasional Jambore Pemuda Indonesia (JPI) dan kegiatan Pemuda Merajut Indonesia. 

Dalam kegiatan Jambore Pemuda Indonesia, sejumlah 1200 pemuda yang mewakili seluruh Provinsi di Indonesia, untuk melakukan perkemahan nasional, dan ikut hadir pula pemuda-pemuda 3 negara ASEAN (Vietnam, Filipina, Singapura) dan pemuda India dalam kegiatan Jambore Pemuda Indonesia tersebut. 

Kegiatan Merajut Indonesia yang puncaknya diadakan di Samarinda ini, merupakan berbagai kegiatan Kepemudaan dan Olahraga di titik terdepan Kepulauan Republik Indonesia, yakni di Pulau Miangas dan Pulau Rote, Sabang dan Merauke. 

Dalam peringatan Sumpah Pemuda tahun ini, hal penting lainnya adalah berkaitan dengan Organisasi Kepemudaan dimana bulan Oktober tahun ini berlaku secara penuh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan. 

Semoga saja semua Organisasi Kepemudaan dapat menyesuaikan diri dengan Undang-Undang Kepemudaan tersebut. Hadiah yang luar biasa bersamaan dengan peringatan Sumpah Pemuda tahun ini adalah diterbitkannya Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2013 yang ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 12 September 2013 tentang Pembentukan Lembaga Permodalan Kewirausahaan Pemuda (LPKP). Peraturan Pemerintah ini diharapkan dapat memperkuat upaya-upaya pemerintah dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan pemuda Indonesia. Hal yang pasti adalah bahwa semangat dan jiwa Sumpah Pemuda harus menjadi inspirasi untuk membangun kesadaran kolektif bangsa guna meningkatkan kualitas dan daya saing pemuda dengan tetap menjaga eksistensi pemuda dalam percaturan global. 

Pemuda dalam kehidupan global akan tetap menjadi eksis apabila menunjukkan sebuah kapasitas kecerdasan yang inspiratif dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, dan kreatif dalam berbagai kegiatannya. 

Kiranya ruh dan nilai Sumpah Pemuda 1928 tetap mengilhami kita semua dalam tugas-tugas pengabdian kepada bangsa dan negara. Seiring perubahan zaman dan dengan generasinya yang datang silih berganti, pemuda diharapkan tangguh berdialektika dan merespons dinamika kehidupan bangsa di tengah kemajuan dunia yang demikian cepat.

JAYALAH PEMUDA INDONESIA..! 


Denaihati

TA'ARUF - Konsep Pacaran Islami?

Cinta kepada lain jenis merupakan hal yang fitrah bagi manusia. Karena sebab cintalah, keberlangsungan hidup manusia bisa terjaga. Oleh sebab itu, Allah Ta’ala menjadikan wanita sebagai perhiasan dunia dan kenikmatan bagi penghuni surga. 

Islam sebagai agama yang sempurna juga telah mengatur bagaimana menyalurkan fitrah cinta tersebut dalam syariatnya yang rahmatan lil ‘alamin. Namun, bagaimanakah jika cinta itu disalurkan melalui cara yang tidak syar`i...??? Fenomena itulah yang melanda hampir sebagian besar anak muda. Penyaluran cinta ala mereka biasa disebut dengan pacaran...!!! 

Bila kita tinjau fenomena pacaran ala anak muda sekarang, maka kita akan menemukan bahwa bentuk pacaran bisa mendekati zina. Semula diawali dengan pandangan mata terlebih dahulu, Lalu pandangan itu mengendap di hati, Kemudian timbul hasrat untuk jalan berdua, Lalu berani berdua-duaan di tempat yang sepi, Setelah itu bersentuhan dengan pasangan, Lalu dilanjutkan dengan ciuman, dan akhirnya, sebagai pembuktian cinta dibuktikan dengan berzina.[Naudzu billahi min dzalik], 

Lalu pintu mana lagi paling lebar dan paling dekat dengan ruang perzinaan melebihi pintu pacaran...??? Mungkinkah ada pacaran Islami...???

Sungguh, pacaran yang dilakukan saat ini bahkan yang dilabeli dengan ’pacaran Islami’ tidak mungkin bisa terhindar dari larangan-larangan di atas. 

Solusi permasalahan diatas adalah kita harus kembali kepada konsep yang sesuai dengan tuntunan islam, yaitu Taaruf

Taaruf adalah kegiatan bersilaturahmi, kalau pada masa ini kita bilang berkenalan bertatap muka, atau main/bertamu ke rumah seseorang dengan tujuan berkenalan dengan penghuninya. Bisa juga dikatakan bahwa tujuan dari berkenalan tersebut adalah untuk mencari jodoh. Taaruf bisa juga dilakukan jika kedua belah pihak keluarga setuju dan tinggal menunggu keputusan anak untuk bersedia atau tidak untuk dilanjutkan ke jenjang khitbah.    Taaruf juga  dimaksudkan untuk  mempertemukan yang hendak dijodohkan dengan maksud agar saling mengenal.

Sebagai sarana yang objektif dalam melakukan pengenalan dan pendekatan, taaruf sangat berbeda dengan pacaran. Taaruf secara syar`i memang diperintahkan oleh Rasulullah SAW bagi pasangan yang ingin nikah. 

Perbedaan hakiki antara pacaran dengan ta’aruf adalah dari segi tujuan dan manfaat. Jika tujuan pacaran lebih kepada kenikmatan sesaat, zina, dan maksiat. Taaruf jelas sekali tujuannya yaitu untuk mengetahui kriteria calon pasangan.

Dalam upaya ta’aruf dengan calon pasangan, pihak pria dan wanita dipersilakan menanyakan apa saja yang kira-kira terkait dengan kepentingan masing-masing nanti selama mengarungi kehidupan. Tapi tentu saja semua itu harus dilakukan dengan adab dan etikanya. Tidak boleh dilakukan cuma berdua saja. Harus ada yang mendampingi dan yang utama adalah wali atau keluarganya. Jadi,taaruf bukanlah bermesraan berdua,tapi lebih kepada pembicaraan yang bersifat realistis untuk mempersiapkn sebuah perjalanan panjang brdua. ta'aruf adalah proses saling kenal mengenal pra nikah dengan dilandasi ketentuan syar'i.

Taaruf adalah media syar`i yang dapat digunakan untuk melakukan pengenalan terhadap calon pasangan. Sisi yang dijadikan pengenalan tak hanya terkait dengan data global, melainkan juga termasuk hal-hal kecil yang menurut masing-masing pihak cukup penting, misalnya masalah kecantikan calon istri, dibolehkan untuk melihat langsung wajahnya dengan cara yang saksama, bukan cuma sekadar curi-curi pandang atau melihat fotonya. Islam telah memerintahkan seorang calon suami untuk mendatangi calon istrinya secara langsung, bukan melalui media foto, lukisan, atau video. Karena pada hakikatnya wajah seorang wanita itu bukan aurat.
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. (QS. Al-Hujurat: 13)

Dalam Islam, pernikahan bukan semacam transaksi gelap dan tidak jelas, seperti orang membeli kucing dalam karung. Pasangan yang menikah justru harus saling mengenal dan saling menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Dalil perlunya melihat calon istri/suami antara lain tiga hadits berikut ini.
  • “Apabila salah seorang di antara kamu hendak meminang seorang perempuan, kemudian dia dapat melihat sebahagian apa yang kiranya dapat menarik untuk mengawininya, maka kerjakanlah”. (HR Ahmad dan Abu Daud)
  • “Dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi SAW bertanya kepada seseorang yang hendak menikahi wanita, “Apakah kamu sudah pernah melihatnya?” “Belum,” jawabnya. Nabi SAW bersabda, ‘Pergilah melihatnya dahulu.’” (HR. Muslim)
  • Mughirah bin Syu’bah RA berkata, “Aku meminang seorang wanita. Dan Rasulullah SAW bertanya padaku, “Apakah kamu sudah melihatnya?” Aku menjawab ‘Tidak.” Lalu beliau berkata, “Lihatlah dia karena melihat itu lebih dapat menjamin untuk mengekalkan kamu berdua.” (HR. Ibnu Majah)
Mughirah kemudian pergi rumah calon istrinya, tetapi tampaknya kedua calon mertua tidak suka. Si calon istri, yang mendengar dari dalam biliknya, kemudian berkata, “Kalau Rasulullah menyuruh kamu supaya melihat aku, maka lihatlah.” Mughairah pun melihatnya dan kemudian mengawini perempuan itu. (HR. Ibnu Majah).

Berikut ini adalah kaidah sesuai syariah yang harus dipatuhi saat taaruf :
1. Niat ingin menikahi
Hanya pria yang benar-benar berniat menikahi sang perempuan saja yang dibolehkan melihat. Sedangkan mereka yang cuma sekadar iseng-iseng atau coba-coba, padahal di dalam hati belum berniat menikahi, tentu tidak dibenarkan melihat.
Bahkan ulama Maliki, Syafii, dan Hambali mensyaratkan bahwa orang yang melihat calon istrinya sudah punya keyakinan bahwa wanita itu sendiri pun akan menerimanya.
Sementara mazhab Hanafi tidak mensyaratkan sampai sejauh itu, mereka hanya membatasi adanya keinginan untuk menikahinya saja, tidak harus ada timbal-balik antara keduanya (Al-Hathab Ar-Ra’ini, Mawahibul Jalil Syarah Mukhtashar Khalil, jilid 3 hal. 405).
2. Tidak harus seizin wanita
Mughirah menemui calon istrinya spontan, tanpa pemberitahuan lebih dahulu. Dari sini jumhur ulama berpendapat, tak ada ketentuan bahwa wanita mesti tahu sejak awal bahwa dia akan dilihat.
Sebagian ulama berpandangan sebaiknya sang wanita memang tidak diberitahu, agar dia tampil alami di mata yang melihat, sehingga tidak perlu menutupi apa yang ingin ditutupi.
Sebab kalau wanita itu mengetahui bahwa dirinya sedang dilihat, secara naluri dia akan berdandan sedemikian rupa untuk menutupi aib-aib yang mungkin ada pada dirinya. Maka dengan begitu, tujuan inti dari melihat malah tidak akan tercapai.
Namun mazhab Maliki berpendapat kalau pun bukan izin dari wanita yang bersangkutan, setidaknya harus ada izin dari pihak walinya. Hal itu agar jangan sampai tiap orang merasa bebas memandang wanita mana saja dengan alasan ingin melamar (Shalih Abdussami’ Al-Abi Al-Azhari, Jawahirul Iklil, jilid 1 hal. 275).
3. Sebatas wajah dan kedua tangan hingga pergelangan
Jumhur ulama sepakat bahwa batasan yang boleh dilihat dalam taaruf adalah bagian tubuh yang bukan aurat.
Bila calon suami ingin melihat calon istrinya, maka dia hanya boleh melihat wajah dan kedua tangannya hingga pergelangan. Sedangkan bila calon istri ingin melihat calon suaminya, maka batasan auratnya adalah antara pusar dan lututnya.
4. Tidak boleh menyentuh
Yang dibolehkan hanya melihat bagian tubuh yang bukan aurat, sedangkan menyentuh, apalagi dengan nafsu justru dilarang.
5. Melihat berulang-ulang
Pria boleh melihat calon pasangan lebih dari sekali, sebab bisa saja penglihatan yang pertama akan berbeda hasilnya dengan penglihatan kedua, ketiga dan seterusnya.
Oleh karena itu, pada prinsipnya asalkan bertujuan mulia dan terjaga dari fitnah, dibolehkan melihat calon istri beberapa kali, hingga si pria betul merasa mantap dengan pilihan.
6. Tidak boleh berduaan
Sebagian kalangan ada yang dengan sangat ketat melarang calon pasangan untuk saling bertemu muka langsung. Alasannya karena takut nanti menimbulkan gejolak di dalam hati.
Padahal sebenarnya pertemuan langsung itu tidak dilarang secara mutlak. Apabila ada ayah kandung, atau laki-laki mahram yang ikut mendampingi, maka pertemuan yang bersifat langsung boleh saja dilakukan.
Pasangan itu bisa saja berjalan-jalan sambil bercakap-cakap, misalnya sambil berbelanja, berekreasi, atau melakukan perjalanan bersama. Yang penting tidak berduaan, dan pihak calon istri didampingi oleh laki-laki yang menjadi mahramnya.
Yang dilarang adalah posisi berduaan dan bersepi-sepi di tempat yang tidak ada orang tahu.
7. Mengirim utusan untuk melihat
Untuk hal-hal yang lebih dalam, terkait dengan aib dan cacat, apabila dirasa kurang etis untuk dibicarakan secara langsung, maka masing-masing pihak baik suami atau istri boleh mengirim utusan untuk melihat secara langsung.
Pihak calon suami boleh mengirim kakak atau adik perempuannya kepada pihak calon istri, untuk melihat hal-hal yang sekiranya masih haram dilihat langsung oleh calon suami. Sehingga detail keadaan fisik calon istri bisa diketahui oleh sang utusan.
Dan demikian pula sebaliknya, calon istri boleh mengirim kakak atau adiknya yang laki-laki untuk mendapatkan informasi lebih detail tentang sang calon suami.

Denaihati

Harta, Tahta, dan Wanita

Harta, Tahta dan Wanita tidak ubahnya sebilah pedang bermata dua, di satu sisi dapat membawa rahmat dan di sisi lain tidak jarang membawa fitnah, bahkan menjadi laknat.
Ketiganya dalam sisi negatif kerap melahirkan kesenangan kehidupan bumi yang menipu, laksana tanaman yang mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu mengering, menguning dan mati.
Tiga permasalahan klasik umat manusia itu menjadi satu tema menarik yang mengantarkan umat manusia pada tragedi yang diciptakannya sendiri.
Mari semua kita bertekad untuk mengembalikan kesadaran kita dari permainan kehidupan dunia yang melalaikan agar hidup tidak termanipulasi, mengingatkan kita pada substansi hidup sebenarnya meraih kebahagiaan fid-dunyaa wal-akhirah.


Denaihati

Wordless Wednesday - SINYAL KENAIKAN BBM



Denaihati

R.A.KARTINI 134th Birthday

Ada merpati turun dari surga, melembut di atas alam.
Putih seperti salju, halus seperti sutra, begitu cepat dalam kecepatan.
Dalam mulutnya membawa sebuah batang semanggi Lembut hati-hati.
Dimana tiga daun semanggi sesuai bersama.
Merpati melemparkan batang dengan lembut ke bawah Dan segera terbang membuai dengan bertepuk tangan pergi ke surga lagi.
Tetapi diberkatilah, diberkati, daun-daun Yang di sini menemukan kaki Mereka adalah Iman, dan Harapan dan Kasih yang bersama-sama sebagai satu.


Puisi diatas aslinya adalah sebuah puisi tulisan tangan berbahasa Belanda yang terdapat dibelakang Foto kabinet dengan potret bertandatangan oleh tiga saudara Kartini, Kardinah, dan Roekmini.


21 April 1879, tepatnya 134 tahun yang lalu ,... di Jepara terlahir seorang perempuan dengan Nama Raden Adjeng Kartini yang kelak akan menjadi seorang pelopor kebangkitan perempuan pribumi.

Lahir dari keluarga bangsawan Jawa tidak membahagiakan Kartini, seorang perempuan yang dinobatkan sebagai pahlawan di kemudian hari, kesedihannya terbaca dalam surat-suratnya kepada sejumlah rekannya.

Kartini yang wafat dalam usia relatif muda pada 1904, Cara kematiannya pun khas seorang ibu, wafat sewaktu melahirkan. Di usianya yang ke-25, perempuan Jepara ini tak pernah melihat anak pertamanya itu. Sebab kematiannya pun khas masalah kebanyakan kematian ibu melahirkan di Indonesia.

Kartini dari saat lahirnya , memang belum banyak berbuat untuk kemajuan kaumnya, namun buah pikiran dan cita-citanya menjadi inspirasi gerakan perempuan selanjutnya.

Perjuangan Kartini dalam membela hak-hak kaum perempuan dan perjuangannya yang fenomenal patut dikenang dan dijadikan spirit sampai kapanpun. Karena sosok Kartini adalah pejuang kesetaraan gender pertama yang pernah ada di Indonesia.

Kartini bukanlah sosok hero layaknya G.I. Jane yang diperankan oleh bintang seksi nan rupawan Demi Moore dalam drama film Hollywood yang memanggul senjata maju di medan perang. Ia adalah pendobrak patron dan paham patriakhi dalam budaya masyarakat Jawa yang kental.

Seabad berikutnya meski prosentase wanita dalam struktur jabatan eksekutif dan legislatif dianggap tidak memadai, tetapi siapapun bisa menilai bahwa pendidikan perempuan Indonesia sudah cukup maju seperti yang dicita-citakan Kartini.

Permasalahan kesetaraan gender sering dikait-kaitkan dengan permasalahan HAM dan keadilan sosial dalam arti luas, hingga mudah bagi konsep tersebut menarik simpati, khususnya bagi perempuan.

Mengapa perempuan selalu diidentikkan dengan pekerjaan domestik seperti menyediakan kopi, sementara lelaki dengan bahagianya berkarir yang sebenarnya juga mampu dikerjakan oleh perempuan menjadi salah satu pertanyaan dasar bagi pejuang kesetaraan gender.

Anak-anak kita sekarang ini sangat mungkin tidak pernah lagi melantunkan lagu Ibu Kita Kartini karya WR Supratman itu. Bahkan bila boleh jujur nyaris tak pernah mendengarnya lagi. Menyedihkan! Sosok Kartini sang pembawa titik terang kaum perempuan Indonesia itu menjelma bagai mitos, sesuatu yang kita percayai dan telah diangap sebagai sebuah kebenaran sejak dulu tapi sebenarnya tidak benar.

Tegakah kita membiarkan zaman menyulap gagasan dan sosok Kartini sebagai pejuang kemanusiaan menjadi pada akhirnya mitos saja?

Apakah gagasannya itu hanya dapat dibaca dibajunya, kebayanya, masakannya, atau formalitas mengenang nama besarnya. Jangan sampai kita terjebak pada ritualnya tapi alpa menyimpan makna dan menghidupkannya terus-menerus sepanjang hari tanpa menunggu 21 April saja. Biarkan semangat dan jiwa juang perempuan senantiasa terpompa untuk keluar dari rasa ketidakmampuan.
Kita seyogianya mengenang Kartini pada gagasan, ide, perjuangan, dan pandangan-pandangannya tentang ketuhanan, kebijaksanaan, keindahan, humanisme, dan nasionalisme. Bukan pada apa yang telah diapresiasi oleh orang lain.
Sebab, boleh jadi kita akan terjebak pada sosok Kartini sebagai sebuah nama besar dan menafikan gagasan besarnya, karena hanya akan menjadikan Kartini sebagai mitos yang melengkapi cerita-cerita mitos di negeri kita ini. Kartini adalah putri sejati yang peduli kaumnya, dimana pada masanya hampir tidak ada orang yang peduli nasib perempuan, bahkan oleh dan dari kalangan perempuan sekalipun.

Hari ini, biarkanlah semangat tumbuh dan berkembang menyemangati setiap jiwa perempuan Indonesia. Pun, seluruh jiwa anak bangsa ini, karena ide, gagasan, dan spirit untuk maju tidak hanya boleh diklaim oleh segolongan kaum, apalagi oleh hanya karena jenis kelamin.


Denaihati

SAAT KESEPIAN MELANDA


Ada yang datang diantara yang pergi, seperti halnya ada yang ramai diantara yang sepi. Demikian sepotong ungkapan yang mengena untuk saya disaat menulis artikel ini.
Rasa sepi dan sunyi itu rasanya muncul dari lubuk hati yang paling dalam. Aktifitas siswa dan rekan-rekan guru lainnya yang juga sementara mempersiapkan segala sesuatunya untuk Ujian Nasional yang menyisakan waktu beberapa jam lagi menyebabkan lingkungan kerja yang super sibuk, sehingga aktifitas ngobrol menjelang pergantian jam pelajaran seperti biasanya nyaris terlupakan.

Saya yakin bahwa rasa sepi ini muncul justru akibat beban kerja yang menumpuk hingga menimbulkan beban mental yang mengarah ke stress. Tapi semoga hal ini tidak terjadi dalam diri saya. Sebab dari apa yang pernah saya baca bahwa stres yang berkepanjangan membuat mental dan perasaan seseorang semakin hampa dan sunyi. dan biasanya meskipun kita berusaha tampil maksimal, justru akan menyeret kita pada kesepian yang berkepanjangan. 
Saya pernah membaca sebuah artikel bahwa : Kesepian ternyata mirip wabah flu, bisa menyebar dalam sekelompok orang di dekatnya. Begitulah menurut suatu penelitian terbaru. Kalau flu bisa tersebar lewat berjabat tangan, orang bisa "terjangkit" kesepian melalui interaksi yang negatif. 

Intinya, seseorang yang kesepian akan kehilangan hubungan dengan orang lain dan orang lain itu juga bisa terputus hubungannya dengan orang-orang lain lagi. Akhirnya, orang-orang yang hubungannya terputus itu berisiko menjadi golongan yang terasing dari kelompok sosial.

"Seseorang yang kesepian mengantisipasi reaksi negatif dari orang lain, dan akhirnya mereka memang mendapatkan reaksi negatif itu dalam lingkungan. Sebagian karena mereka mengantisipasinya dan sebagian karena mereka sendiri yang mengundang reaksi itu.

Kesepian bukanlah bagian dari sifat, seperti dalam ungkapan "orang itu sifatnya penyendiri". Namun, kesepian merupakan suatu keadaan seperti kelaparan.

"Pada dasarnya, kita adalah makhluk sosial. Maka dari itu, kita perlu orang lain untuk bekerja sama,". Karena itu, kesepian mungkin bisa saja merupakan evolusi dari perasaan bahwa ada orang yang mengucilkan Anda.


Denaihati

Fenomena Blackout : Bumi Akan Gelap Pada Tanggal 23, 24 dan 25 Desember 2012 ?

Ketakutan bahwa akhir dunia sudah dekat telah menyebar di seluruh dunia berhubung akhir dari penanggalan suku maya.Menjelang tanggal 21 Desember yang menandai kesimpulan dari 5.125 tahun "penghitungan panjang " kalender suku maya,

Kepanikan untuk membeli barang yang perlu telah dilaporkan di China dan Rusia, bersama dengan ledakan dalam penjualan penampungan bertahan hidup di Amerika. 

Prediksi tentang kiamat yang berhembus di masyarakat bermacam-macam, mulai dari bencana tabrakan planet bumi dan planet mitos Nibiru atau juga dikenal sebagai Planet X,bencana tabrakan dengan komet atau musnahnya peradaban manusia oleh badai matahari raksasa. 

Belum reda tentang Isu Kiamat 21 Desember 2012, ditambah lagi dengan kabar tentang Fenomena Blackout dimana Bumi Akan Gelap Pada Tanggal 23, 24, dan 25 Desember 2012. Kini tanggal itu semakin dekat dan semakin membuat banyak kalangan resah orang-orang tak tenang (cosmophobia).

Meski kebenaran hal ini masih diperdebatkan, masyarakat diimbau agar tidak panik dan tetap waspada. Menurut NASA, hal ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan isu kiamat 2012 yang sempat merebak beberapa waktu lalu.

NASA juga menambahkan bahwa Bumi diperkirakan akan mengalami kegelapan total pada tanggal 23 hingga 25 Desember 2012 yang disebabkan oleh Alignment of Universe atau sejajarnya alam semesta.

Ilmuwan Amerika Serikat memperkirakan akan terjadi perubahan alam semesta di mana Matahari, Bumi dan plenet-planet lain akan sejajar atau berada dalam satu garis lurus untuk pertama kalinya.

Perubahan alam semesta yang diperkirakan adalah berubahnya posisi Bumi dan selama 3 hari dalam kegelapan, Bumi akan mengadapi sebuah dunia baru. Namun hal ini masih belum jelas kebenarannya.

Banyak yang mempertanyakan, jika memang terjadi Alignment of Universe atau sejajarnya alam semesta, kenapa Bumi mengalami kegelapan total? Lalu kenapa sampai 3 hari lamanya, bukankah masing-masing planet memiliki periode rotasi dan revolusi yang berbeda-beda? Pertanyaan seperti inilah yang muncul dari berbagai kalangan.

Sebuah artikel yang saya baca di sebuah koran, menuliskan bahwa : Warga Shuangliu dan Longchang di sebelah barat daya provinsi Sichuan, Cina, nyaris memborong habis lilin dan korek api menyusul spekulasi di internet mengenai kemungkinan dunia menjadi gelap gulita. Menurut kabar itu, aliran listrik ke dua wilayah itu akan terputus selama tiga hari mulai tanggal 23 Desember, demikian kantor berita nasional, Xinhua. Laporan itu pun menyebutkan para pedagang di sana menjual paket logistik beserta buku panduannya.

Semoga saja ini hanya sebuah ramalan belaka, tetapi jika benar selama 3 hari bumi tanpa sinar matahari tentu akan memicu ketakutan, depresi, halusinasi dan berbagai hal diluar alam pikiran kita. Bukan itu saja, tetapi di perkirakan memicu gempa bumi dan berbagai kejadian alam besar. Sebelumnya planet sejajar ini di prediksi terjadi tanggal 8 September 2012 tetapi hal itu tidak terjadi dan sekarang kembali keluar ramalan baru diperkirakan terjadi tanggal 23 - 25 Desember 2012

Oleh karena itu, dalam menyikapi Isu Kiamat dan Fenomena Blackout bukanlah dengan rasa khawatir, takut, bahkan frustasi karena adanya bayangan kiamat dan kegelapan selama tiga hari yang sulit terelakkan. Seorang muslim haruslah mengambil hikmah dengan mempersiapkan diri dengan amal dan ibadah sedini mungkin, seraya memperbaiki sikap terhadap alam, agar ia mampu membawa manfaat bukannya bencana.  

Tanpa harus menunggu peristiwa demi peristiwa tersebut terjadi, seorang muslim seharusnya sudah mulai mempersiapkan diri dengan beramal dan beribadah untuk dapat menjadi bekal menghadap Allah SWT. ketika kiamat benar-benar terjadi nanti. 
 

Denaihati

Kontroversi Hari Kiamat 21 Desember 2012

Isu hari kiamat 2012 ini memang cukup meresahkan masyarakat, terlebih yang masih awam dan menelan isu ini bulat-bulat. Besarnya keyakinan akan terjadinya hari kiamat pada 2012 membuat perfilman Hollywood memproduksi sebuah film berjudul 2012 yang menyedot perhatian jutaan penonton.


Bagaimana tidak, masyarakat begitu penasaran untuk menyaksikan proses terjadinya hari kiamat versi Hollywood itu. Meskipun sempat menuai kontroversi dan pencabutan izin tayang di Indonesia, nyatanya film 2012 semakin memancing rasa penasaran masyarakat. Alhasil, industri Hollywoodlah yang diuntungkan.

Kini tanggal itu semakin dekat, kabar ramalan kiamat di penghujung 2012 membuat orang-orang tak tenang (cosmophobia). Mauren Dowd, kolumnis, bekas reporter Majalah TIME dan Star Washington, itu sempat menulis curahan hati kegelisahan orang-orang, termasuk dirinya dalam sebuah artikel di The New York Times, edisi 12 Mei 2012 lalu.

Ketakutan para astronom tentang perubahan alam semesta telah berkembang dalam dekade terakhir. Dowd khawatir tentang dua asteroid kecil yang mendekati Bumi. Begitu juga dengan dua gempa bumi besar di Italia dan hitungan mundur menuju kiamat pada 21 Desember berdasar ramalan kalender Maya.

Apalagi ramalah tentang Planet X atau Nibiru, yang konon akan menabrak Bumi sebelum Natal. "Dan benarkah badai matahari mampu membalikan geomagnetik dari Kutub Utara ke Selatan? Akankah lubang hitam menelan kita?"

Kolomnis pemenang Pulitzer Prize 1999 di New York Times itu semakin merinding ketika membaca novel "The Age of Miracles," karya novelis debutan Karen Walker Thompson. Walker menulis, dunia kiamat ketika rotasi bumi melambat, ketika siang dan malam meregang panjang selama minggu, radiasi matahari menembus pelindung bumi, dan mandegnya grafitasi sehingga bumi mendidih.

Para editor buku membumbui tulisan mereka. Misalnya ketika menulis dampak gempa di Indonesia pada 2004. Gempa dahsyat itu mampu mengubah bentuk bumi, mempercepat rotasi dan mencukur lama hari sebanyak 3 mikrodetik hari setiap hari. Hal yang sama terjadi dengan gempa Jepang tahun lalu Ketika lempeng tektonik bergeser, bagian dari Jepang benar-benar pindah lebih dekat ke AS dengan 13 kaki.

Karena gelisah, Dowd bertanya kepada David Morrison, ilmuwan senior di NASA Ames Research Center di California tentang kebenaran berita kiamat itu. Morrison menjawab, berita kiamat hanya akan menakuti anak-anak, dan itu jahat.

"Saya memiliki setidaknya satu e-mail per hari dari seorang anak yang mengaku tidak bisa tidur. Beberapa mengancam bunuh diri. Saya mendengar tentang dua pasang orangtua yang berbicara tentang membunuh anak-anak mereka, lalu bunuh diri sebelum tanggal kiamat."

Morrison melanjutkan, manusia bisa melakukan hal-hal yang mengerikan di dunia misalnya dampak pemanasan global atau perang nuklir. "Tapi kita tidak bisa menggeser jarak ke matahari atau memperlambat rotasi." Dia lalu bertanya kepada Dowd, "Mengapa masyarakat kita begitu terfokus pada potensi bencana?"

Andromeda, Morrison melanjutkan, akan menabrak Bima Sakti dalam dua miliar tahun. Apakah tabrakan ini akan melenyapkan Bumi dan Matahari yang ada di Bimasakti dan mengakibatkan kiamat? Tabrakan tidak membahayakan bumi karena diselamatkan ruang kosong pada galaksi Bima Sakti.

Lalu Morrison berujar, "Akhir dunia adalah sebuah konsep yang benar-benar konyol. Kita sudah di sini selama empat miliar tahun." Dowd bertanya, bagaimana anda yakin? "Saya memiliki gelar doktor dalam astronomi dari Harvard."

Agama Islam mengajarkan bahwa datangnya hari kiamat merupakan misteri yang kekal. Tidak ada seorang makhluk pun yang mengetahui kapan persisnya hari kiamat tiba.

Jangankan manusia biasa, para nabi dan malaikat pun tidak ada yang tahu kapan hari kiamat akan tiba karena Allah Swt. tidak pernah memberitahukan tentang hari tepat terjadinya kiamat. Allah Swt. hanya memberitahukan tanda-tanda datangnya hari kiamat, bukan hari terjadinya kiamat.

Dengan demikian, alangkah bijaknya jika kita tidak memandang isu hari kiamat pada 2012 sebagai sebuah kepastian. Sekali lagi, 21 Desember 2012 hanyalah sebuah prediksi yang telanjur dianggap pembenaran. Hal yang perlu kita lakukan saat ini adalah memperbaiki dan mempersiapkan diri untuk menyambut datangnya hari kiamat.
Sebagai seorang muslim, kita memang harus meyakini bahwa hari kiamat itu ada dan pasti akan tiba. Namun, tidak ada seorang pun yang tahu mengenai kapan terjadinya hari pembinasaan itu. Apalagi, jika manusia sampai berani menyebutkan tanggal, bulan, dan tahun terjadinya hari kiamat.

Mengenai hari kiamat, umat Islam hanya diberi tanda-tandanya, bukan waktu terjadinya. Jika tanda-tanda tersebut sudah mulai tampak, berarti hari kiamat memang sudah dekat. Saat hari kehancuran itu terjadi, tak ada seorang pun yang dapat memundurkan maupun memajukannya, meskipun hanya beberapa detik.

Lantas, apa yang dimaksud dengan tanda-tanda hari kiamat? Tanda-tanda hari kiamat adalah sebuah alamat atau tanda yang menunjukkan bahwa hari kiamat tersebut akan terjadi. Tanda-tanda kiamat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu tanda-tanda kiamat yang besar dan tanda-tanda kiamat yang kecil.

Tanda-tanda Kecil Hari Kiamat

Tanda-tanda kecil hari kiamat dibagi menjadi dua kelompok. Tanda-tanda kecil hari kiamat yang pertama, berupa kejadian yang telah muncul dan sudah berakhir, seperti diutusnya Rasulullah saw, terbunuhnya Utsman bin Affan, serta terjadinya fitnah besar-besaran antara dua kelompok orang beriman.

Sementara itu, tanda-tanda kecil hari kiamat yang kedua, merupakan sebuah peristiwa yang telah muncul tetapi belum berakhir. Bahkan, semakin bertambah.

Contohnya, amanah yang semakin disia-siakan, perzinahan semakin merajalela, pembunuhan semakin marak, terangkatnya ilmu, jumlah wanita semakin banyak, dan sebagainya.

Tanda-tanda Besar Hari Kiamat

Hari kiamat besar atau yang disebut dengan kiamat kubra berarti kehancuran seluruh alam semesta hingga rata dan menjadi sebuah lautan. Tibanya hari kiamat besar ditandai dengan beberapa peristiwa yang terbilang ajaib. Tanda-tanda hari kiamat besar yaitu berupa kejadian yang sangat besar.
 Tanda-tanda Besar Hari Kiamat
Timbulnya tanda-tanda besar hari kiamat menujukkan bahwa hari kiamat memang benar-benar sudah sangat dekat. Namun, mayoritas tanda-tanda besar hari kiamat belum muncul. 
 Tanda-tanda Besar Hari Kiamat
Beberapa tanda besar datangnya hari kiamat, yaitu munculnya Imam Mahdi, turunnya Nabi Isa AS atau Isa Almasih untuk mengislamkan orang-orang kafir, munculnya Dajjal, Ya’juj, dan Ma’juj.
 Tanda-tanda Besar Hari Kiamat
Berikut ini merupakan contoh ayat dan hadits yang menyebutkan mengenai tanda-tanda besar datangnya hari kiamat.
Allah swt. berfirman dalam Al-Quran surat Al-Kahfi ayat 82: “Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan.
Mereka berkata, “Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?” Dzulqarnain berkata, “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka.” (QS. Al-Kahfi: 82)
Dalam ayat lain, Allah Swt. berfirman: “Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.” (QS. An-Naml: 82)

Selain dalam ayat-ayat Al-Quran, tanda-tanda besar kiamat dinyatakan pula dalam hadis berikut ini. 

Rasulullah saw bersabda, ”Kiamat tidak akan terjadi sebelum engkau melihat 10 tandanya.” Kemudian, Rasulullah saw menyebutkan: Dukhan (kabut asap), Dajjaal, binatang (pandai bicara), matahari terbit dari barat, turunnya Isa AS, Ya’juj, Ma’juj, dan tiga gerhana: gerhana di timur, barat, dan Jazirah Arab, dan terakhir api yang keluar dari Yaman mengantar manusia ke Mahsyar.” (HR Muslim)

Dalam hadits lain, dinyatakan pula bahwa tanda-tanda besar hari kiamat adalah sebagai berikut. 

Dari Abdullah bin Mas’ud ra. berkata, Rasulullah saw bersabda, “Hari tidak akan berakhir, dan tahun belum akan pergi sehingga bangsa Arab dipimpin oleh seorang dari keluargaku, namanya sama dengan namaku.” (HR Ahmad)

Sebenarnya, terdapat perbedaan yang cukup mencolok mengenai tanda-tanda besar hari kiamat dan tanda-tanda kecil hari kiamat.
Berikut ini merupakan beberapa perbedaannya :
Tanda-tanda besar hari kiamat datang belakangan dibanding tanda-tanda kecil hari kiamat. 
Tanda-tanda besar hari kiamat cenderung belum terjadi, sedangkan tanda-tanda kecil hari kiamat sudah, sedang, dan sebagiannya belum terjadi.
Tanda-tanda besar hari kiamat sifatnya luar biasa, sedangkan tanda-tanda kecil hari kiamat cenderung bersifat biasa.
Jika tanda-tanda besar hari kiamat sudah datang, saat itu pula pintu tobat akan tertutup. Sementara itu, tanda-tanda kecil hari kiamat biasanya merupakan peringatan untuk menyadarkan manusia agar mau bertobat. 
Jika satu tanda besar hari kiamat telah muncul, tanda-tanda lainnya akan ikut muncul. Tanda-tanda besar hari kiamat yang akan muncul pertama kali adalah terbitnya matahari dari arah barat.

Sepertinya, beberapa tanda besar dan tanda kecil hari kiamat yang telah dikemukakan mampu membuat Anda yakin bahwa hari kiamat pada 21 Desember 2012 hanyalah sebuah mitos. Secara jelas, Allah Swt. telah memberikan tanda-tanda datangnya hari kiamat yang dapat dikenali sebagai langkah persiapan.
 Tanda-tanda Besar Hari Kiamat
Oleh sebab itu, tidaklah tepat jika seorang muslim masih memercayai mitos hari kiamat yang dikemukakan berdasarkan sebuah perhitungan manusia. Bagaimanapun, tibanya hari kiamat merupakan sebuah rahasia Tuhan yang tidak mungkin diketahui oleh siapa pun.

Jadi, kapan kiamat tiba? Tidak penting kapan tiba.yang penting mari kita mempersiapkan diri untuk itu. Asal, masih ada harapan akan keadilan, kebenaran dan ketakwaan terhadap Tuhan.
Tanda-tanda Besar Hari Kiamat
Hal yang harus kita lakukan sekarang bukanlah mempersiapkan berbagai ketakutan untuk menghadapi 21 Desember 2012, melainkan mempersiapkan diri untuk menyambut datangnya hari kiamat yang entah kapan saatnya. Salah satu caranya yaitu lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt. agar siap menyambut dan menghadapi hari kiamat.

Denaihati