AZRAX - Melawan Sindikat Perdangangan Wanita

Human Trafficking tampaknya masih menjadi tema yang menarik untuk diangkat ke layar lebar.  Gatot Brajamusti yang lebih dikenal sebagai guru spiritual,mulai masuk industri film, dan secara mengejutkan terpilih sebagai Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi). Kini, ia pun terjun sebagai aktor dan tampil bak Rambo dalam  film yang Azrax.

Dalam film ini Aa Gatot sekaligus sebagai produser di bawah bendera PT. Gatot Brajamusti Film. Sebagai pemeran utama, Aa Datot tampil berbeda dari kesehariannya yang sering terlihat di televisi. Aa Gatot yang tampil dengan rambut gondrong, terlihat mengenakan jeans, kaos lengan panjang dan sebuah kalung. Tak ketinggalan, kacamata hitam tersemat untuk membuat penampilannya lebih trendy.

Foto Aa Gatot itu terpampang di setengah ukuran poster, sementara artis pendukung lainnya berada di bawah gambarnya. Mobil terbalik dengan jilatan api di belakang gambar Gatot, tampak seperti film-film action di masa lalu.

'Azrax' bercerita tentang sindikat perdagangan wanita, dan kisah pilu yang dialami Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Gatot mengaku melakukan syuting di Tanjung Pinang dan Hong Kong. Aa Gatot mengklaim modus-modus kejahatan perdagangan manusia yang diangkat dalam film arahan sutradara Dedi Setiadi ini adalah cerita yang diambil dari kisah nyata.

"Azrax itu nama orang. Ingin seperti Rambo versi Indonesia. Tapi film ini nggak ada unsur politisnya seperti Rambo. Film ini murni ingin angkat tema betapa berbahayanya sindikat perdagangan manusia," ucap Dedi saat ditemui jelang syuting akhir tahun lalu.

Dalam film yang diklaim berbiaya Rp 20 miliar ini, Aa Gatot juga mengajak sejumlah artis senior seperti Piet Pagau. Mereka akan beradu akting dengan juniornya seperti Mario Irwinsyah, Nadine Chandrawinata, Elma Theana, dan Yama Carlos. Ada juga beberapa aktor bernama belakang Brajamusti di poster film itu, ditambah penampilan spesial dari Reza Artamevia. 

Sinopsis Film Azrax

FANNY, 24 tahun (Nadine Chandrawinata) wartawati sebuah surat kabar ibu kota yang sangat concern terhadap nasib para korban tersebut bergerak terus memberitakannya dan menyelidikinya dia dibantu oleh pacarnya RICKY, 25 tahun (Mario Irwinsyah) aktifis LSM yang mengurusi TKI. Karena tulisan tulisannya Fanny berkali kali ke kantor TKI illegal yang digrebek petugas dan berbuntut ijin usaha TKI ilegal ini dicabut, yang membuat boss sindikat marah besar dan berusaha akan memberikan hukuman kepada Fanny.

AZRAX, 45 tahun (Aa Gatot Brajamusti) pemilik Pasantren dan Padepokan Persilatan yang terkenal sering menolong sesama menjadi tumpuan dan harapan para orang korban tersebut untuk bisa menolong dan mencarikan untuk menemukan serta membawa kembali keluarga mereka tersebut. 

Secara kebetulan BUDI, 27 tahun (Yama Carlos) dia adalah seorang Preman Terminal yang jago berkelahi juga kehilangan keponakannya yang sangat disayanginya JAMILA, 15 tahun (Tamara Tiasmara) karena ikut TKI illegal, berdasarkan keyakinan dan kepercayaannya yang jago berkelahi berniat mencari dan menemukan keponakannya. 

Ricky yang juga menangani TKI pemilik LSM itu merasa khawatir akan keselamatan Fanny yang menjadi pacarnya ikut menyelinap dalam rombongan TKI illegal untuk mendapatkan informasi yang akurat menuju Hongkong. Karena kesamaan kepentingan tersebut tanpa sengaja ketiganya Azrak, Budi, Ricky bertemu dibekas kantor PJTKI illegal yang sekarang berubah menjadi kantor titipan kilat. 

Bersama sama ketiganya mencari informasi, bekerjasama mendatangi alamat dan lokasi jaringan dan menghadapi tantangan dan bentrok secara fisik bahkan nyawa terancam dengan para sindikat TKI illegal tersebut, akan tetapi secara team mereka dapat mengatasinya. Dari tahapan proses pencarian tersebut setelah menelusuri markas-markas yang ada di Indonesia akhirnya mereka sampai juga ke Hongkong.Tanpa kerja keras dan keberanian sangatlah sulit untuk menemukan tempat para sindikat ini. 

Akan tetapi karena kecintaan Budi terhadap keponakannya, cinta Ricky terhadap Fanny dan rasa kemanusian Azrax pada warga dikampungnya, menjadi kekuatan, keberanian dan tidak takut melawan ancaman walaupun akan kehilangan nyawa sekalipun. 
Trailer Film Azrax


Denaihati

Claude Debussy's 151st Birthday Google Doodles

Hari ini Google kembali tampil dengan logo unik berupa video yang bertajuk Claude Debussy's 151st Birthday. 

Jika Anda mengklik tanda 'play' pada balon merah, maka nuansa romantis yang iringi musik mengalun pelan dan syahdu akan langsung hadir di hadapan Anda.

Tampilan Google Doodle itu juga dihiasi latar belakang berupa animasi lampu-lampu perkotaan khas Eropa, lengkap dengan kincir angin, mobil kuno dan gondola yang berjalan perlahan mengikuti kerlap kerlip lampu kota.



Achille Claude Debussy (lahir 22 Agustus 1862 – meninggal 25 Maret 1918 pada umur 55 tahun) adalah komponis berkebangsaan Perancis. Musiknya dianggap sebagai peralihan dari zaman musik romantik ke musik modern di awal abad ke-20. Bersama dengan Maurice Ravel, ia merupakan salah satu figur utama dalam bidang musik impressionis walau ia sendiri kurang menyukai pemberian nama aliran tersebut. 

Karya Debussy bisa dibilang kontroversial. Dalam menciptakan komposisi musik, Debussy sering keluar dari nada suara. Karyanya ini dianggap merupakan cerminan dari naik turunnya kehidupan yang ia jalani, karena selama bertahun-tahun ia menderita penyakit kanker.

Sejumlah komposisi pentingnya antara lain adalah Deux Arabesques (1888), Petite Suite (1889), Reverie (1890), Nocturne (1892), Pour le Piano (1899), L'Isle Joyeuse (1904), Children's Corner Suite (1909), dan En Blanc et Noir (1915).

Akibat kanker yang dideritanya, Debussy menghembuskan nafas terakhir pada 25 Maret 1918 dalam usia 55.Karya-karya romantisnya masih terus dikenang sampai saat ini sehingga Google pun mengapresiasikan ke dalam tampilan Google Doodle di ulang tahun ke-151, tepat di hari ini.  


Denaihati

Cek Nama Anda Dalam Daftar Pemilih Sementara Pemilu 2014

KPU melaunching sistem informasi daftar pemilih bagi masyarakat untuk mengecek apakah sudah terdaftar sebagai pemilih pada Pemilu 2014.

Masyarakat dapat mengecek melalui website KPU. "Untuk pertama kali kita upayakan data pemilih yang tersentralistik, teritegrasi dan bersifat online. Ini satu kemajuan yang kita upayakan di Pemilu 2014," kata Ketua KPU Husni Kamil Manik saat melaunching sistem daftar pemilih di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakpus, beberapa waktu yang lalu.

Apakah nama anda sudah tercantum dalan susunan Daftar Pemilih Sementara (DPS)?,  Seandainya anda sudah paham, maka informasi ini hanya sekedar mengingatkan tentang salah satu azazi yang melekat sebagai warga negara.  Saya juga baru mencoba setelah melihat running teks di salah satu televisi nasional yang memberitakan bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah selesai menyusun DPS,  maka saya segera berkunjung ke web site resmi Komisi Pemilihan Umum , http://data.kpu.go.id/dps.php.

  

Dari web ini kita dituntun  untuk mengisi nama propinsi, kabupaten, kecamatan dan kelurahan.  Selanjutnya di minta untuk mengisi kolom Nomor Induk Kependudukan (NIK) serta nama lengkap.  Tak lama setelah itu munculLah nama seperti di bawah ini.  Artinya saya  tercantum resmi sebagai pemilih pada Pemilu 2014 di TPS nomor 3 berurutan dengan Anak dan Isteri saya.
 


Denaihati

Hari Kemerdekaan Indonesia 2013 Diperingati Oleh Google


Hari ini 17 Agustus 2013 adalah Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-68. Sehubungan dengan hal tersebut tentunya sangat banyak kegiatan yang bisa kita ikuti dan lakukan sebagai manifestasi rasa syukur kita terhadap kemerdekaan negeri tercinta NKRI.

Sehubungan dengan hari bersejarah ini, Google mengganti logonya yang biasa disebut Google Doodle dengan nuansa kemerdekaan Indonesia. Ya, raksasa internet asal AS itu turut merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-68.

Untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia pada tahun ini, Google Doodle tampil dengan nuansa Merah Putih dengan lambang Garuda Pancasila yang disematkan pada bagian tengah sebagai pengganti huruf O. Ini adalah tahun kelima bagi Google merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia.

Wahai Sang Persada,....
68 tahun usiamu kini, suasana tak lagi segegap gempita dulu.

Ulang tahunmu kali ini serasa ala kadarnya.
Mungkin karena 
kalah popularitas oleh hiruk-pikuk pemberitaan korupsi oleh para birokrat  yang mencederai makna kemerdekaan itu sendiri
Usia 68 tahun.....
Jika diibaratkan seorang manusia, maka ia sudah memasuki fase renta dan merambat jompo.

Di usia seperti ini, seseorang hidup dalam suasana introspeksi, bertindak serba hati-hati dan yang pasti semakin bijak dalam mengambil keputusan.

Namun yang perlu dipersiapkan dan harus diwaspadai dalam usia seperti ini, menurut kodratnya seseorang akan mulai sakit-sakitan dan kondisi tubuh semakin lemah.

Bisa jadi, sakit-sakitan dan kondisi tubuh yang semakin lemah akan menggerogoti sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kita seakan tak pernah lepas dari kekhawatiran, bencana alam, penyakit dan teror.

Adalah kearifan yang semestinya menjelma diusia seperti ini, bukan sikap saling tuding dan saling hujat, ataukah memang hanya kerapuhan dan sakit-sakitan yang bisa kita nikmati di saat usia merambat renta ini ?

Memang teramat sulit memaknai arti kemerdekaan yang sesungguhnya, manakala kita masih diliputi nurani yang dekil, manakala jiwa yang semakin jalang masih meronta membara tiada tara.

Mari bersama kita rapatkan jamaah, mengetuk pintu nurani agar perahu bangsa ini tak retak dihempas gelombang, agar tubuh renta ini masih kuat menahan berbagai benturan.

Dirgahayu negeriku, Sejahtera Bangsaku.


Denaihati

Keutamaan Puasa 6 Hari di Bulan Syawal

Seorang muslim dituntut untuk senantiasa taat dan bersemangat untuk mentazkiyah (menyucikan) jiwanya. Dan untuk tujuan tazkiyah ini disyariatkan macam-macam ibadah dan ketaatan.

Seberapa ibadah yang dilakukan seseorang seperti itu pula dia menyucian jiwanya. Dan ketika jauh dari ibadah maka dia jauh pula dari kesucian diri. Oleh karenanya, ahlu tha’ah (orang yang banyak melakukan ketaatan) adalah orang paling lembut hatinya dan paling banyak berbuat baik. Sebaliknya ahli maksiat paling keras hatinya dan banyak membuat kerusakan.
Keutamaan Puasa 6 Hari di Bulan Syawal
Puasa adalah bagian dari ibadah-ibadah tersebut yang mampu membersihkan hati dari kotoran-kotorannya dan menyembuhkan hati dari berbagai penyakitnya. Oleh karena itu, bulan Ramadhan adalah musim untuk menyucikan diri dan hari-harinya untuk membersihkan hati.
Keutamaan Puasa 6 Hari di Bulan Syawal
Setelah melewati bulan Ramadhan, maka kita sekarang sudah masuk di Bulan Syawal, Dan salah satu keutamaan bulan Syawal adalah berpuasa selama 6 hari.
Keutamaan Puasa 6 Hari di Bulan Syawal
Puasa enam hari di bulan Syawal, setelah puasa Ramadhan adalah kesempatan yang mahal, karena orang yang berpuasa ini berpindah kepada ibadah yang lain sesudah rampung dari puasa Ramadhan.
Keutamaan Puasa 6 Hari di Bulan Syawal
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberitahukan kepada umatnya tentang keutamaan puasa enam hari di bulan Syawal dan menganjurkan mereka untuk melaksanakannya dengan bahasa yang menarik untuk berpuasa di hari-hari tersebut.
Keutamaan Puasa 6 Hari di Bulan Syawal
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

"Siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, dia seperti berpuasa setahun penuh." (HR. Muslim dan lainnya)
Keutamaan Puasa 6 Hari di Bulan Syawal
Imam an-Nawawi rahimahullah berkata, "Para ulama menjelaskan maksud seperti berpuasa setahun penuh, karena satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali lipat. Ramadhan senilai sepuluh bulan, sedangkan enam hari senilai dua bulan."
Keutamaan Puasa 6 Hari di Bulan Syawal
Al-Hafidz Ibnu Rajab rahimahullah menukil dari Ibnul Mubarak: "Dikatakan, berpuasa enam hari di bulan Syawal yang bersambung dengan puasa Ramadhan adalah satu keutamaan yang sama, oleh karenanya baginya pahala puasa setahun penuh."
Keutamaan Puasa 6 Hari di Bulan Syawal
Puasa enam hari sesudah Ramadhan adalah bentuk syukur seorang shaim kepada Rabbnya karena telah memberinya taufiq untuk berpuasa Ramadhan dan meningkatkan amal kebaikan. Puasa ini juga menjadi bukti kecintaannya kepada ketaatan dan kegemaran untuk menyambung amal-amal shalih.
Keutamaan Puasa 6 Hari di Bulan Syawal
Menyambung puasa Ramadhan dengan enam hari di bulan Syawal memiliki banyak faidah dan Barakahnya akan diperoleh oleh para shaimin. Berikut ini beberapa faidah yang disebutkan oleh al-Hafidz Ibnu Rajab rahimahullah:
  1. Puasa enam hari di bulan Syawal sesudah Ramadhan melengkapi pahala puasa setahun penuh.
  2. Sesungguhnya puasa di bulan Syawal dan Sya'ban seperti shalat sunnah rawatib sebelum dan sesudah shalat fardlu. Shalat sunnah tersebut menyempurnakan shalat fardlu yang mengalami kesalahan dan kekurangan. Karena amal-amal fardlu disempurnakan dengan amal sunnah pada hari kiamat. Dan mayoritas orang, puasa fardlunya mengalami kekurangan dan kesalahan, makanya ia membutuhkan amal-amal yang melengkapinya.
  3. Membiasakan puasa sesudah puasa Ramadhan menjadi tanda diterimanya puasa Ramadhan. Karena ketika Allah subhanahu wa Ta'ala menerima ibadah hamba, Dia memberikan taufiq padanya untuk menjalankan amal shalih sesudahnya, sebagaimana yang dikatakan sebagaian ulama salaf: "Pahala amal kebaikan adalah amal kebaikan sesudahnya. Siapa yang beramal kebaikan kemudian mengikutinya dengan kebaikan yang lain sesudahnya merupakan tanda diterimanya amal kebaikan yang pertama. Sebagaimana orang yang melakukan amal kebaikan kemudian mengikutinya dengan keburukan menjadi tanda ditolaknya amal baik tersebut dan tidak diterima.”
  4. Puasa Ramadhan menghapuskan dosa yang telah lalu. Para shaimin disempurnakan pahalanya pada hari Iedul Fitri, hari bebas, maka kembali berpuasa sesudah hari fitri bentuk rasa syukur akan nikmat ini, tiada nikmat yang lebih besar daripada ampunan dosa.
Adalah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ketika shalat, beliau berdiri hingga bengkak kedua kakinya. 'Aisyah berkata: "Ya Rasulallah, engkau masih melakukan ini, padahal Allah sudah mengampuni dosa engkau yang telah lalu dan akan datang?" Beliau menjawab: يَا عَائِشَةُ ! أَفَلاَ أَكُوْنَ عَبْدًا شَكُوْرًا "Ya Aisyah, tidak bolehkah aku menjadi hamba Allah yang bersyukur." (HR. Muslim).
Keutamaan Puasa 6 Hari di Bulan Syawal
Allah telah memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk selalu menyukuri puasa Ramadhan dengan menampakkan dzikir pada-Nya, dan bentuk syukur lainnya, Allah berfirman:
وَلِتُكْمِلُواْ الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ اللّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

"Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." (QS. Al-Baqarah: 185).
Keutamaan Puasa 6 Hari di Bulan Syawal
Di antara bentuk syukur hamba kepada Tuhannya atas taufiq dan pertolongan yang diberikan-Nya sehingga dia bisa berpuasa Ramadhan serta ampunan atas dosa-dosanya, dia berpuasa sesudah itu.

Amal-amal yang dijalankan hamba untuk bertaqarrub kepada Tuhannya pada bulan Ramadhan tidak terputus dengan selesainya Ramadhan, tapi tetap berlaku sesudah Ramadhan, selama dia masih hidup.
Allah Ta’ala berfirman,
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).” (QS. Al-Hijr: 99).
Keutamaan Puasa 6 Hari di Bulan Syawal
Allahlah pelindung orang yang senantiasa meminta tolong kepada-Nya dan berpegang teguh dengan dien-Nya. Dan semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya.

Denaihati

Meraih Keutamaan di Bulan Syawal

Kita baru saja melewati bulan Ramadhan, dan sekarang kita sudah berada di bulan Syawal, bulan kesepuluh dalam penanggalan hijriyah. Nyaris tidak ada penyambutan terhadap datangnya bulan syawal. Berbeda dengan ketika menyambut Ramadhan, biasanya kita mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan! Tapi untuk bulan Syawal, tidak pernah kita mendengar orang mengucapkan Marhaban Ya Syawal!

Padahal, Syawal juga bulan istimewa dan memiliki keutamaan. Inilah beberapa keistimewaan bulan Syawal.

Bulan Kembali ke Fitrah

Syawal adalah bulan kembalinya umat Islam kepada fitrahnya, diampuni semua dosanya, setelah melakukan ibadah Ramadhan sebulan penuh. Paling tidak, tanggal 1 Syawal umat Islam “kembali makan pagi” dan diharamkan berpuasa pada hari itu.

Ketibaan Syawal membawa kemenangan bagi mereka yang berjaya menjalani ibadah puasa sepanjang Ramadan. Ia merupakan lambang kemenangan umat Islam hasil dari "peperangan" menentang musuh dalam jiwa yang terbesar, yaitu hawa nafsu.

Bulan Takbir

Tanggal 1 Syawal adalah Idul Fitri, seluruh umat Islam di berbagai belahan mengumandangkan takbir. Maka, bulan Syawal pun merupakan bulan dikumandangkannya takbir oleh seluruh umat Islam secara serentak, paling tidak satu malam, yakni begitu malam memasuki tanggal 1 Syawal alias Malam Takbiran, menjelang Shalat Idul Fitri.

Kumandang takbir merupakan ungkapan rasa syukur atas keberhasilan ibadah Ramadhan selama sebulan penuh. Kemenangan yang diraih itu tidak akan tercapai, kecuali dengan pertolongan-Nya. Maka umat Islam pun memperbanyakkan dzikir, takbir, tahmid, dan tasbih. “"Dan agar kamu membesarkan Allah atas apa-apa yang telah Ia memberi petunjuk kepada kamu, dan agar kamu bersyukur atas nikmat-nikmat yang telah diberikan" (QS. Al-Baqarah: 185).

Bulan Silaturahmi

Dibandingkan bulan-bulan lainnya, pada bulan inilah umat Islam sangat banyak melakukan amaliah silaturahmi, mulai mudik ke kampung halaman, saling bermaafan dengan teman atau tetangga, hala bihalal, kirim SMS dan telepon, dan sebagainya. Betapa Syawal pun menjadi bulan penuh berkah, rahmat, dan ampunan Allah karena umat Islam menguatkan tali silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah.

Bulan Ceria

Syawal adalah bulan penuh ceria. Di Indonesia bahkan identik dengan hal yang serba baru –baju baru, sepatu baru, perabot rumah tangga baru, dan lain-lain. Orang-orang bersuka cita, bersalaman, berpelukan, bertangis bahagia, mengucap syukur yang agung, meminta maaf, memaafkan yang bersalah.

Begitu banyak doa terlempar di udara. Begitu banyak cinta kasih saling diberikan antar seluruh umat manusia. Aura maaf tersebar di seluruh penjuru bumi, nuansa peleburan dosa, nuansa pencarian makna baru dalam hidup.

Puasa Satu Tahun

Amaliah yang ditentukan Rasulullah Saw pada bulan Syawal adalah puasa sunah selama enam hari, sebagai kelanjutan puasa Ramadhan.

“Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan lalu diiringinya dengan puasa enam hari bulan Syawal, berarti ia telah berpuasa setahun penuh” (H.R Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i dan Ibnu Majah)

“Allah telah melipatgandakan setiap kebaikan dengan sepuluh kali lipat. Puasa bulan Ramadhan setara dengan berpuasa sebanyak sepuluh bulan. Dan puasa enam hari bulan Syawal yang menggenapkannya satu tahun” (HR An-Nasa’i dan Ibnu Majah dan dicantumkan dalam Shahih At-Targhib).

Bulan Nikah

Syawal adalah bulan yang baik untuk menikah. Hal ini sekaligus mendobrak khurafat, yakni pemikiran dan tradisi jahiliyah yang tidak mau melakukan pernikahan pada bulan Syawal karena takut terjadi malapetaka.

Budaya jahiliyah itu muncul disebabkan pada suatu tahun, tepatnya bulan Syawal, Allah Swt menurunkan wabah penyakit, sehingga banyak orang mati termasuk beberapa pasangan pengantin. Maka sejak itu, kaum jahiliah tidak mau melangsungkan pernikahan pada bulan Syawal.

Khurafat itu didobrak oleh Islam. Rasulullah Saw menunjukkan sendiri bahwa bulan Syawal baik untuk menikah. Siti Aisyah menegaskan: “Rasulullah SAW menikahi saya pada bulan Syawal, berkumpul (membina rumah tangga) dengan saya pada bulan Syawal, maka siapakah dari isteri beliau yang lebih beruntung daripada saya?”. Selain dengan Siti Aisyah, Rasul juga menikahi Ummu Salamah juga pada bulan Syawal.

Menurut Imam An-Nawawi, hadits tersebut berisi anjuran menikah pada bulan Syawal. ‘Aisyah bermaksud, dengan ucapannya ini, untuk menolak tradisi jahiliah dan anggapan mereka bahwa menikah pada bulan Syawal tidak baik.

Bulan Peningkatan

Inilah keistimewaan bulan Syawal yang paling utama. Syawal adalah bulan “peningkatan” kualitas dan kuantitas ibadah. Syawal sendiri, secara harfiyah, artinya “peningkatan”, yakni peningkatan ibadah sebagai hasil training selama bulan Ramadhan. Umat Islam diharapkan mampu meningkatkan amal kebaikannya pada bulan ini, bukannya malah menurun atau kembali ke “watak” semula yang jauh dari Islam. Na’udzubillah.

Bulan Pembuktian Takwa

Inilah makna terpenting bulan Syawal. Setelah Ramadhan berlalu, pada bulan Syawal-lah “pembuktian” berhasil-tidaknya ibadah Ramadhan, utamanya puasa, yang bertujuan meraih derajat takwa.

Jika tujuan itu tercapai, sudah tentu seorang Muslim menjadi lebih baik kehidupannya, lebih saleh perbuatannya, lebih dermawan, lebih bermanfaat bagi sesama, lebih khusyu’ ibadahnya, dan seterusnya. Paling tidak, semangat beribadah dan dakwah tidak menurun setelah Ramadhan. Amin Ya Rabbal Alamin.


Photobucket
 

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1434 H

Gema tasbih, tahmid dan takbir memecah kesenyapan
Tak mungkin dibandingkan dengan besarnya kuasar

Tak mungkin dibandingkan dengan besarnya galaksi kembar

Dialah yang punya Arsyi tak bertepi
Dialah yang punya segala cakrawala

Segala segara
Segala cemerlang mega yang tak berlentera
Segala lintang yang tak bertiang

Segala nebula yang tak berjendela

Bahkan segala langit yang sulit diintip


Puasa usailah sebulan sudah

Tarawih lengkap, I’tikaf pun tak khilaf

Namun, muslim bersimbah asa dan tanya
“Apakah puasa saya diterima?”
Takbir mencibir gaun baru warna biru
yang mengetat di atas dengkul gadis bahenol. Zakat fitrah menceria sang fakir yang ketir di syawal pagi yang membahagia nurani Ketupat bertumpuk di segala ufuk
Sambal goreng berselera-selera di segala cakrawala

Bolu kukus berdus-dus mencengangkan para tikus

Nasi kuning tak membikin jiwa bening

Sebab jiwa kufur masih bertengger di sanubari.


Horseeeiii! Lebaran kebacut !

Menjadi pesta poranya pikiran kusut

Para setanpun bersorak menjegal silaturrahmi

Yang lupa waktu dan tak tahu diri.

Zhuhur terlewat berkat kunjungan panjang ke rumah sobat
Azar nyasar ke magrib...
berkat bertandang si dindun yang semakin heidun
Lantas isya diperkosa di malamnya pesta pora

Dan tegaknya shalat subuh menjadi runtuh
ketiban tubuh yang lusuh.

Mumpung Lebaran, aji mumpung kembali disanjung

Mumpung baju baru sepatu baru

Kue keju berselisih saling gurih di lidah yang semakin pedih

Mumpung kue nampang di setiap kandang

Dan si fakir yang ketiban zakat di hari lebaran kembali fakir


Melodi lama berkumandang riang

Melagukan ’sengsara badan’ dalam tone bariton

Si miskin dan si kaya kembali saling bertolak belakang

Puasa yang diharapkan mewujudkan kesederhanaan jiwa manusia, telah diartikan lain oleh segelintir makhluk yang bermental binal sehingga dampaknya jadi konsumtif. 

Lebaran yang diharapkan mencanangkan manusia kembali kepada fitrahnya kembali kepada kejujurannya kembali kepada kesuciannya malah menjadi cikalnya mubazir.  

Akhirnya sang setanpun berteriak senang dalam kemenangan yang gemilang. Setan yang dikerangkeng oleh mental baja kita selama Ramadhan Yang dilandasi iman yang tangguh dan ketaqwaan tiada tara Yang diborgol oleh pengabdian tulus terhadap Allah SWT. 

Semoga kita ini termasuk yang mampu mengkrangkeng setan Berkat puasa kita yang khusu’ Yang mewangun mental baja dalam melaksanakan amal shaleh hingga akhir hayat Perlu dicamkan ” Lebaran bukanlah bubarnya kebajikan” 

Puasa adalah wajib, Bersilaturahmi adalah baik kendati tak usahlah terpatok cuma setahun sekali Kapan dan dimanapun silaturahmi karena Allah itu mulia terlebih lagi pada hari Idul Fitri.
 

Saya sekeluarga mengucapkan

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1434 H

TaqobbaLallaHu minNa wA MinKuM

Minal AidziN WaL FaidziN

Mohon MaaF LahiR & BaThiN


Photobucket