Hasil Lengkap Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia telah menyelesaikan proses Rapat Pleno Terbuka Penetapan Hasil Rekapitulasi Penghitungan Suara dan Penetapan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Hasil Pemilu 2014, Selasa (22/07) di Ruang Sidang Lantai 2 KPU RI.

Rapat pleno terbuka ini berlangsung sejak tanggal 17 – 22 Juli 2014 untuk melakukan rekapitulasi penghitungan suara di luar negeri sebanyak 130 Panitia Pemilhan Luar Negeri (PPLN) di 96 negara dan 33 KPU Provinsi seluruh Indonesia.

Adapun hasil penetapan rekapitulasi penghitungan suara yang telah dilaksanakan, sebagai berikut :

  1. Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden : H. Prabowo Subianto dan Ir. H. M. Hatta Rajasa mendapatkan jumlah suara sebesar 62.576.444 atau prosentase 46,85 %.
  2. Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden : Ir. H. Joko Widodo dan Drs. H.M. Jusuf Kalla mendapatkan jumlah suara sebesar 70.997.833 atau prosentase 53,15 %.

Hasil rekapitulasi penghitungan suara ini mempunyai selisih sebesar 8.421.389 suara. 

Jumlah suara sah adalah sebesar 133.574.277, sedangkan jumlah suara tidak sah sebesar 1.379.690, sehingga total jumlah suara sah dan tidak sah sebesar 134.953.967. 

Hasil penghitungan perolehan suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 secara lengkap silahkan klik di sini.

Sumber :

Denaihati

Daftar Lengkap Pemenang AMI Awards 2014

Anugerah Musik Indonesia kembali digelar pada Kamis malam (19/6) di The Kasablanka, Kota Kasablanka, Jakarta. Selain jadi perayaan bagi para musisi terbaik Indonesia, pelaksanaannya kali ini juga menandai 17 tahun penyelenggaraan AMI Awards di Indonesia.

Sejak diselenggarakan pada 1997 oleh Yayasan Anugerah Musik Indonesia dengan gagasan dari para pelaku industri musik Tanah Air, AMI Awards sudah mengapresiasi musisi-musisi terbaik Tanah Air. Dalam kurun waktu selama itu, perjalanan ajang ini pun tidak lepas dari pujian dan kritikan dari banyak kalangan.

Tahun ini, penyelenggara akan memberikan penghargaan kepada banyak musisi. Sebanyak 67 piala yang dikelompokan dalam 48 kategori nominasi akan diperebutkan oleh para musisi. Kategori tersebut meliputi berbagai genre musik, mulai pop urban, dangdut, keroncong, rock/metal, reggae, jazz, dan lagu anak-anak.

Persaingan ketat sendiri terjadi di kategori Artis Solo Wanita Pop, ada nama Bunga Citra Lestari, Andien, Raisa, Astrid, Fatin dan Syahrini sebagai nominee. Akhirnya, Fatin berhasil jadi pemenang di nominasi tersebut. 

Selain itu, penampilan dari para pengisi acara membuat acara semakin meriah. Sejumlah musisi papan atas ikut serta menyemarakkan acara ini, seperti Fatin, Andien, Superman Is Dead, Syahrini, Momo Geisha, Virzha, Husein dll.

Berikut Daftar Lengkap Pemenang AMI Awards 2014

AMI 2014 LEGEND AWARD : Idris Sardi

Bidang Pop dan Urban
  1. Kategori Artis Solo Wanita Pop: Fatin
  2. Kategori Artis Solo Pria Pop: Iwan Fals
  3. Kategori Duo/Grup Pop: Geisha
  4. Kategori Artis Solo Wanita/Pria Urban: Citra Scholastika
  5. Kategori Duo/Grup Urban: Maliq & D'Essentials
  6. Kategori Kolaborasi Pop/Urban: Judika feat. Duma
  7. Kategori Grup Vokal Pop/Urban: Project P
  8. Kategori Pencipta Lagu Pop/Urban: Robi Geisha (Lumpuhkanlah Ingatanku, Geisha)
  9. Kategori Produser Musik Pop/Urban: Noey (Memproduseri Geisha, Lumpuhkanlah Ingatanku).
  10. Kategori Album/Pop Urban: Fatin (For You)

Bidang Rock dan Metal
  1. Kategori Artis Solo Wanita/Pria Rock: Roy Jecovox
  2. Kategori Duo/Grup Rock: Superman is Dead
  3. Kategori Duo/Grup Metal: Inlander
  4. Kategori Album Rock & Metal: Andra & The Backbone

Bidang Jazz dan Instrumentalia
  1. Kategori Penampil Solo Wanita/Pria Jazz Vokal & Jazz Instrument: Krisna Balagita
  2. Kategori Penampil Solo Grup Jazz Vokal & Jazz Instrumentalia: Simak Dialog
  3. Kategori Album Jazz Vokal & Jazz Instrumentalia: Simak Dialog (6th Story)

Bidang Keroncong Kontemporer
  1. Kategori Penampil Solo, Duo, Grup Keroncong Kontemporer: Dian Mita
  2. Kategori Pencipta Lagu Keromcong Kontemporer: Ariyatna Rusmana (Kenangan di Desa, Ratna Listy)
  3. Kategori Produser/Penata Musik Keroncong Kontemporer: Ubiet & Keroncong Tenggara
  4. Kategori Album Keroncong Kontemporer: Keroncong Asli Ratna Listy, Ratna Listy)

Bidang Dangdut
  1. Kategori Artis Solo Wanita/Pria Dangdut: Ikke Nurjanah
  2. Kategori Artis Solo Wanita Dangdut Kontemporer: Ayu Ting Ting
  3. Kategori Artis Solo Pria Dangdut & Dangdut Kontemporer: Nassar
  4. Kategori Artis, Duo, Grup Dangdut & Dangdut Kontemporer: Barakatak & Kania
  5. Kategori Artis Solo, Duo/Grup Dangdut Melayu: Beniqno & Vivien
  6. Kategori Pencipta Lagu Dangdut, Dangdut Kontemporer/Melayu: Tengku Shafick (Ayu Ting-Ting, Geregetan)
  7. Kategori Produser Musik Lagu Dangdut, Dangdut Kontemporer/Dangdut Melayu: Ikke Nurjanah

Bidang Lagu Anak
  1. Kategori Artis Solo Perempuan Anak-Anak: Woro
  2. Kategori Artis Solo Laki-Laki Lagu Anak-Anak: Tegar
  3. Kategori Artis Duo/Grup Vokal Lagu Anak-Anak: CJR
  4. Kategori Pencipta Lagu Untuk Anak-Anak: Patrick Effendy (Pencipta Lagu CJR)
  5. Kategori Produser Musik Lagu Untuk Anak-Anak: Erwin Gutawa
  6. Kategori Album Lagu Untuk Anak-Anak: CJR

Bidang Karya Produksi
  1. Kategori Lintas Bidang: Endah n Rhesa
  2. Kategori Rhythm n Blues/Soul: Raisa
  3. Kategori Karya Produksi Rap/Hip Hop:Soul ID
  4. Kategori Karya Produksi Reggae/SKA/DUB: Shaggydog
  5. Kategori Karya Produksi Dance/Dance Elektro: Regina
  6. Kategori Karya Produksi Kolaborasi: Mencari cinta (Judika feat Duma)
  7. Kategori Original Sountrack Film: Nidji (Sumpah & Cinta Matiku)
  8. Kategori Grup Vokal: JKT 48
  9. Kategori Lagu Berbahasa Daerah: White Shoes and The Couple Company
  10. Kategori Karya Produksi Instrumentalia: Tohpati

Bidang Penunjang Produksi
  1. Kategori Produser Album Rekaman: Fatin, Sony Music Indonesia.
  2. Kategori Grafis Desain: Babe Wahyu
  3. Kategori Peramu Rekam: Sebelum Selamanya

Bidang Umum
  1. Kategori Pendatang Baru Terbaik: Fatin
  2. Kategori Album Terbaik: Fatin (For You)
  3. Kategori Karya Produksi Terbaik: Indrawati W, Noey, Icom (Geisha)

Denaihati

Honinbo Shusaku - Logo Google Hari Ini


Honinbo Shusaku - Tokoh yang diapresiasi oleh Google hari ini untuk memperingati kelahirannya yang ke-185.

Honinbo Shusaku (本因坊秀策 Hon′inbō Shūsaku, lahir dengan nama Kuwabara Torajirō (桑原虎次郎 Kuwabara Torajirō, lahir 6 Juni 1829 – meninggal 10 Agustus 1862 pada umur 33 tahun) adalah seorang pemain Igo profesional Jepang yang dianggap oleh banyak pihak sebagai pemain terhebat di zaman keemasan Igo pada pertengahan abad ke-19.

Igo, go, weiqi, atau baduk adalah permainan papan strategis antar dua pemain, berasal dari Tiongkok sekitar 2000 SM sampai 200 SM. Permainan ini cukup populer di Asia Timur. Pengembangan sistem untuk bermain igo melalui Internet telah meningkatkan popularitasnya di belahan dunia lain.

Di Indonesia, nama igo dan go sama-sama digunakan. Go adalah nama Inggrisnya yang berasal dari pelafalan bahasa Jepang aksara 碁 (go), walaupun di Jepang permainan ini biasa disebut 囲碁 (igo). Namanya di bahasa Tionghoa yaitu 圍棋 (trad.)/围棋 (sed.) (pinyin: wéiqí) kurang lebihnya berarti “permainan papan mengelilingi (wilayah)”.

Nama kunonya adalah 弈 (pinyin: yì), dan juga terdaftar dalam Kamus Kangxi sebagai 碁. Permainan ini disebut 바둑 (baduk) di bahasa Korea.

Kedua pemain, hitam dan putih, bertempur untuk memaksimalkan wilayah yang mereka kuasai, mengelilingi daerah besar di papan dengan batu-batunya, menjebak batu-batu musuh yang menyusup daerahnya, dan melindungi batu-batu mereka dari penangkapan. Strategi yang terlibat sangatlah halus namun kompleks.

Beberapa pemain tingkat tinggi, termasuk Honinbo Shusaku mendedikasikan waktu bertahun-tahun untuk menyempurnakan strateginya. Bagi sebagian orang, igo adalah permainan strategi yang paling hebat karena mengalahkan catur maupun shogi dalam hal kompleksitasnya.

Igo biasanya diklasifikasikan sebagai permainan papan abstrak. Walaupun begitu, kemiripan permainan igo dengan perang sering disebutkan. Sebagai contoh, tulisan klasik Tiongkok The Art of War (孫子兵法) kadang-kadang diterapkan pada strategi igo.

Di lain pihak, strategi umum igo sering dituangkan dalam pepatah dan bisa diterapkan pada konteks lain misalnya manajemen.

Perang di dunia nyata berakhir ketika kedua belah pihak menandatangani perjanjian. Di igo, kedua pemain harus setuju bahwa permainan telah selesai. Setelah itu nilai dan pemenangnya baru dapat ditentukan.
Honinbo Shusaku dijuluki "Invincible" setelah ia mendapatkan nilai sempurna untuk 19 kali menang secara beruntun di game kastil tahunan. Beberapa orang mengatakan bahwa dia tidak lebih kuat dari gurunya, Honinbō Shuwa yang oleh konvensi tidak bermain dalam permainan benteng. Selain untuk menghormati guru tua, Shusaku menolak untuk bermain dengan putih terhadap gurunya sehingga tidak ada alat ukur yang jelas dari perbedaan kekuatan antara mereka. Shusaku misalnya, memiliki nilai tambah terhadap Ota Yuzo tapi dia masih menemukan lawan tangguh, sementara Shuwa mengalahkannya dengan mudah.

Hanya dua orang memiliki judul "Go-Saint" (Kisei) dan Shusaku adalah salah satunya, yang lain menjadi Honinbō Dosaku (1645-1702). Sementara judul ini awalnya mungkin telah diberikan kepada Honinbo Jowa dan dicabut karena manuver politiknya. Bahkan saat ini ia dianggap sebagai salah satu pemain Go terbaik yang pernah hidup.

Pada 1837, pada usia 8, Shusaku sudah hampir menjadi pemain kaliber profesional. Dia meninggalkan rumah untuk bergabung dengan sekolah Honinbō sekolah (lembaga yang paling penting dalam permainan Go di Jepang pada saat setelah menghasilkan Go Saint Dosaku dan banyak Meijins) secara resmi sebagai mahasiswa Honinbo Jowa tetapi studinya terutama dengan siswa senior. Pada tanggal 3 Januari 1840, ia menerima gelar Shodan (dan pertama) diploma profesional.

Pada 1840 Shusaku meninggalkan Edo dan kembali ke rumahnya untuk jangka waktu lebih dari satu tahun. Tahun-tahun berikutnya ia membuat kemajuan yang mantap menanjak mencapai 4 dan pada tahun 1844 ia kembali pulang ke rumah dalam waktu lama.


400

Pada bulan April-Mei 1846, kembali ke Edo, lalu ia bermain melawan Gennan Inseki, bisa dibilang pemain terkuat saat itu. Shusaku bermain dengan cacat dari dua batu, tapi Gennan menemukan bahwa Shusaku terlalu kuat sehingga ia membatalkan pertandingan.

Sebuah permainan baru dimulai dengan Shusaku hanya bermain hitam, permainan telinga memerah . Gennan memainkan baru joseki (membuka variasi dalam sudut), dan Shusaku keliru dalam merespon.

Dia berjuang kembali keras, tapi masih pada saat middlegame semua orang menonton pertandingan. Dia mengakui bahwa dia tidak terampil dalam Go, tapi melihat bahwa telinga Gennan itu menjadi merah setelah langkah tertentu dengan Shusaku, pertanda bahwa Gennan terkejut. Pada akhirnya, Shusaku memenangkan pertandingan dengan dua poin.

Kembali ke Edo, Shusaku tidak hanya dipromosikan ke Dan 5, tapi ia juga membuat pewaris resmi Honinbo Shuwa yang akan menjadi kepala rumah Honinbo. Shusaku menurun pada awalnya, mengutip kewajibannya terhadap Tuhan Asano sebagai alasannya. Setelah masalah yang diselesaikan, maka Shusaku diterima.

Sebagai pewaris resmi untuk kepala rumah Honinbo, Shusaku memiliki posisi terkemuka. Kelasnya juga meningkat, akhirnya dia mencapai Dan 7, meskipun tidak diketahui secara pasti. Setelah memaksa saingan utamanya dan teman Ota Yuzo untuk mengambil cacat, ia menjadi pemain terkuat dengan pengecualian Shuwa.

363


Pada tahun 1862 wabah kolera epidemik melanda Jepang. Shusaku menjadi pasien dalam rumah Honinbō dan kemudian jatuh sakit sendiri dan meninggal pada tanggal 10 Agustus. Saat itu ia baru berusia 33 tahun.

Nama Shusaku yang terhubung ke Shusaku Fuseki, dalam metode tertentu membuka permainan di hitam yang dikembangkan untuk kesempurnaan (tapi tidak ditemukan) oleh dia dan merupakan dasar dari gaya pembukaan populer hingga tahun 1930-an.

Shusaku juga diingat dengan jumlah Shusaku, setara dengan Erdös nomor satu untuk pemain Go. 

Sumber :
 


Denaihati

Tabel Kenaikan Gaji PNS 2014 - PP.No. 34 Tahun 2014

Setelah menunggu  beberapa bulan sebagaimana yang telah disampaikan oleh pemerintah pada pidato pengantar RAPBN tahun lalu yang dibacakan oleh presiden SBY didepan sidang paripurna DPR RI, akhirnya PP No. 34 tahun 2014 Tentang Peraturan Gaji pokok PNS  diterbitkan. 

Sepanjang pemerintahannya selama dua periode tercatat sudah beberapa kali Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan kenaikan gaji kepada para PNS dan anggota TNI/POLRI bahkan diperiode keduanya kenaikan gaji pokok ini terjadi setiap tahun selain itu pemberian gaji ke 13 yang biasanya dicairkan pada bulan Juni juga terus diberikan oleh pemerintah dan ini mungkin akan menjadi suatu hal yang buruk ketika pemerintahan yang baru nanti tiba-tiba saja menghentikan pemberian gaji ke 13 tersebut yang pada awalnya dulu hanya bersifat sementara.

Akhirnya kepada rekan-rekan seprofesi mari kita jadikan kenaikan gaji ini sebagai momentum untuk lebih meningkatkan kinerja kita dalam melayani masyarakat khusunya bagi mereka yang berhubungan langsung dengan pelayanan publik seperti bagian perizinan, kesehatan dan terutama sekali sektor pendidikan yang menjadi ujung tombak pembinaan karakter. 

Dengan perhatian yang tinggi dari pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan PNS, sudah semestinya diikuti dengan perbaikan kinerjanya. Khususnya bagi guru dengan status PNS yang juga  mendapatkan tunjangan profesi pendidik   harus meningkatkan kompetensi dan profesionalismenya. 

https://docs.google.com/viewer?a=v&pid=sites&srcid=ZGVmYXVsdGRvbWFpbnxzZWtvbGFoZGFzYXJkb3RuZXR8Z3g6N2YxMjg5YjMwZGVlOGI5MQ



Denaihati

Siti Nurmelia Baskarani Putri Muslimah Indonesia 2014

Siti Nurmelia Baskarani (19) menjadi pemenang pada ajang pencarian bakat Putri Muslimah Indonesia 2014. Ia mampu menyingkirkan dua finalis lainnya yang masuk tiga besar. Pertama adalah Febi Rendra Febriani (18) dari Lamongan yang menjadi runner up satu dan Hanifah Razan (21) asal Wonosobo dan menjadi runner up dua.

Malam Puncak Puteri Muslimah Indonesia 2014 yang berlangsung semalam di Teater Tanah Air, Taman Mini Indonesia Indah, dipandu oleh tiga host kondang Soraya Larasati, Irfan Hakim ,dan Nuri Maulida. Juri-juri yang berkompeten akan memberikan penilaian objektif terbaik yang menilai mereka adalah Chand Parwez (Produser), Arzeti Bilbina (Model), Yenni Wahid (Tokoh Perempuan), Opick (Penyanyi), Pipik Dian Irawati (Ustadzah), dan Nurulita (Fotographer). Para finalis dibimbing selama karantina oleh Mathias Muchus (actor), Ustadz Ahmad Alhabsy, Hilbram Dunar (Public Speaking). 

Acara ini juga  dimeriahkan oleh sederet artis papan atas seperti Bunga Citra Lestari, Fida dan Eva D'Academy, Iis Dahlia, Fadly, Opick, dan Cakra Khan. Kesempurnaan penampilan para finalis juga sepenuhnya  didukung oleh karya-karya terbaik dari para desainer terbaik negeri ini yaitu Dian Pelangi, Errin Ugaru, Lia Afif dan Itang Yunaz. 

Siti Nurmelia Baskarani mampu memukau para dewan juri ketika memberikan sebuah jawaban dari pertanyaan mengenai nilai tambah yang akan diberikan oleh putri muslimah untuk bangsa dan negara Indonesia. "Akhlak, bakat dan cantik," itulah kata-kata yang keluar dari mulut Meli, sambil menjelaskan, dengan akhlak bisa menunjukan perilaku seorang muslimah. Dan tidak hanya kecantikan luar, tetapi kecantikan hati yang akan diberikan untuk masyarakat.
Ditemui  usai menjuarai Malam Puncak Putri Muslimah Indonesia 2014, Meli mengatakan sebenarnya ia tidak menduga mampu menjuarai ajang ini. "Perasaan sangat luar biasa, sejujurnya teman-teman yang lain lebih berpotensi dan berbakat dari pada saya," ucap Meli . Tujuan Meli mengikuti perlombaan ini adalah, ia ingin memberitahukan kepada wanita muslimah agar tidak ragu untuk berhijab.
Selain karena memang memakai hijab adalah suatu kewajiban, menurutnya, hijab juga bukan alasan untuk bisa berprestasi. "Hijab adalah adalah syariah Islam, dan dengan kemenangan ini saya ingin memberikan semangat dan kepercayaan kepada muslimah lainnya," tutup Meli.

Daftar Lengkap Pemenang Puteri Muslimah Indonesia 2014
  1. Puteri Muslimah Indonesia Kategori Berbakat adalah : Indah Sari ( 19 ) – Bandung
  2. Puteri Muslimah Indonesia Kategori Favorit adalah : Feby Rendra Febriani (18) – Lamongan
  3. Puteri Muslimah Indonesia Kategori Persahabatan adalah : Azky Zahidah (21) – Cirebon
Pemenang 3 Besar Puteri Muslimah Indonesia 2014
  1. Hanifah Razan ( 21 ) – Wonosobo ( Yogyakarta ) – Runner Up 2
  2. Feby Rendra Febriani ( 18 ) – Lamongan ( Surabaya ) – Runner Up 1
  3. Siti Nurmelia Baskarani ( 19 ) – Jakarta – Juara 1


Denaihati

PASSING GRADE SBMPTN 2014

PASSING GRADE 
SBMPTN 2014

Passing Grade merupakan suatu standar (grade) dari perhitungan sederhana terhadap hasil ujian SBMPTN yang mengindikasikan kira-kira peserta masuk tidak dalam urutan peringkat kuota penerimaan jurusan yang dipilihnya tersebut.

Passing grade umumnya tidak bisa dipatok secara pasti sebab passing grade sendiri timbul dari nilai-nilai para pesaing yang memperebutkan jurusan tersebut dan selalu berfluktuasi setiap tahunnya. Namun, dalam konteks lain passing grade pun, dapat diprediksi dengan melihat daya tampung dan kuota yang diterima serta tingkat keketatan persaingan tahun sebelumnya.
PASSING GRADE SNMPTN 2013
Maka dari itu, tentu salah satu kunci sukses  SBMPTN 2014 adalah mengetahui prediksi passing grade dari perguruan tinggi negeri yang akan kita pilih, lalu membandingkannya dengan kemampuan kita (passing grade yang kita capai dalam try out). Hal ini perlu untuk menyesuaikan kemampuan dengan jurusan yang akan dipilih pada SBMPTN, kita harus terlebih dahulu mengetahui berapa perkiraan / prediksi passing grade yang dapat kita capai.
PASSING GRADE SNMPTN 2013

PASSING GRADE SNMPTN 2013
Cara menghitung passing grade
Anda dapat menghitung passing grade untuk memprediksi kemampuan anda setelah anda menyelesaikan soal try out SBMPTN dan mencocokannya dengan kunci jawaban, dengan rumus berikut:

Passing Grade = (B x 4) – (S x 1) x 100
-----------------------------JS x 4
Keterangan :
B = Jumlah jawaban benar
S = Jumlah jawaban salah
JS = Jumlah soal PASSING GRADE SNMPTN 2013
Misalnya :
Hari pertama, Amri menjawab 25 soal SNMPTN dengan benar, 25 soal salah dan 25 soal tidak dijawab. Maka passing grade amri pada hari pertama adalah :
PASSING GRADE  SNMPTN, SBMPTN 2014
(25×4)-(25×1) x 100 = 25
--------75×4
 

 PASSING GRADE  SNMPTN, SBMPTN 2014
Jadi passing grade Amri pada hari pertama adalah 25%
Hari kedua, Amri menjawab 20 soal SNMPTN dengan benar, 10 soal salah, dan 45 soal tidak dijawab. Maka passing grade Amri pada hari kedua adalah : 
PASSING GRADE  SNMPTN, SBMPTN 2014
(20×4)-(10×1) x 100 = 23.3
---------75×4
 

PASSING GRADE  SNMPTN, SBMPTN 2014

Jadi passing grade Andi pada hari kedua adalah 23.3%
Passing Grade Andi adalah rata-rata dari passing grade hari pertama dan passing grade hari kedua. Tepatnya sebagai berikut: 
 PASSING GRADE  SNMPTN, SBMPTN 2014
Passing Grade Total =PGH1 + PGH2
------------------------------2
 

 PASSING GRADE  SNMPTN, SBMPTN 2014
Keterangan :
PGH1 = Passing Grade Hari Pertama
PGH2 = Passing Grade Hari Kedua
Jadi passing grade total dari Andi adalah = (25%+23.3%)/2 = 24.15%
Perhitungan passing grade juga bisa dilakukan sekaligus, maksud saya hari pertama dan hari kedua dihitung langsung. 
PASSING GRADE  SNMPTN, SBMPTN 2014
PG = ((B1+B2)*4) – ((S1+S2)*1) x 100
-------------------(JS1+JS2)*4
 

 PASSING GRADE  SNMPTN, SBMPTN 2014
Keterangan :
B1 = Jumlah jawaban benar di SNMPTN hari I
B2 = Jumlah jawaban benar di SNMPTN hari II
S1 = Jumlah jawaban salah di SNMPTN hari I
S2 = Jumlah jawaban salah di SNMPTN hari II
JS1 = Jumlah soal di SNMPTN hari I
JS2 = Jumlah soal di SNMPTN hari II




Dibawah ini saya cantumkan data passing grade PTN seluruh Indonesia yang diambil dari berbagai sumber.



I. INSTITUTE TEKNOLOGI BANDUNG (ITB)

JURUSAN IPA

1. Teknik Informatika - ITB (65,9%)
2. Teknik Elektro - ITB (62,5%)
3. Teknik Kimia - ITB (61,8%)
4. Teknik Industri - ITB (58,8%)
5. Farmasi - ITB (57,4%)
6. Teknik Lingkungan - ITB (54,8%)
7. Teknik Perminyakan - ITB (55,2%)
8. Teknik Fisika - ITB (55,1%)
9. Matematika - ITB (54,6%)
10. Teknik Pertambangan - ITB (54,2%)
11. Teknik Mesin - ITB (53,4%)
12. Teknik Penerbangan - ITB (52,9%)
13. Arsitektur - ITB (50,3%)
14. Teknik Planologi - ITB (50,1%)
15. Teknik Material - ITB (49,2%)
16. Kimia - ITB (49,1%)
17. Teknik Sipil - ITB (48,7)
18. Biologi - ITB (47,8%)
19. Teknik Geologi - ITB (47,8%)

II. UNIVERSITAS INDONESIA (UI)

JURUSAN IPA

1. Pendidikan Dokter - - UI (59,8%)
2. Teknik Elektro - - UI (58,6%)
3. Farmasi - - UI (58,4%)
4. Teknik Kimia/TGP - - UI (57,4%)
5. Teknik Industri - - UI (54%)
6. Ilmu Komputer - - UI (52,8%)
7. Teknik Mesin - UI (52%)
8. Pendidikan Dokter Gigi - UI (51,2%)
9. Teknik Metalurgi dan Material - UI (47,4%)
10. Arsitektur - UI (47,2%)

JURUSAN IPS

1. Akuntansi - UI (63,9%)
2. Ilmu Hubungan Internasional - UI (63,1%)
3. Manajemen - UI (61%)
4. Psikologi - UI (60,6%)
5. Ilmu Komunikasi - UI (58,3%)
6. Ekonomi Pembangunan - UI (56,4%)
7. Ilmu Hukum - UI (56,2%)
8. Sastra Inggris - UI (53,8%)
9. Ilmu Administrasi Niaga - UI (52,9%)
10. Sastra Perancis - UI (50,1%)
11. Kriminologi - UI (49,6%)
12. Ilmu Administrasi Negara - UI (49%)
13. Ilmu Politik - UI (47,8%)
14. Sastra Cina - UI (47,8%)
15. Sastra Rusia - UI (46,7%
16. Ilmu Administrasi Fiskal - UI (46,6%)
17. Ilmu Filsafat - UI (46,6%)
18. Sastra Jerman - UI (46,4%)
19. Ilmu Kesejahteraan Sosial - UI (44,9%)
20. Arkeologi - UI (44,7%)
21. Sosiologi - UI (44,5%)
22. Sastra Arab - UI (43,8%)
23. Ilmu Sejarah - UI (43,2%)
24. Antropologi Sosial - UI (42%)

III. UNIVERSITAS GAJAH MADA (UGM)

JURUSAN IPA

1. Pendidikan Dokter - UGM (59,3%)
2. Teknik Elektro - UGM (57,4%)
3. Ilmu Komputer - UGM (56,5%)
4. Teknik Kimia - UGM (54,8%)
5. Arsitektur - UGM (51,4%)
6. Teknik Mesin - UGM (51,4%)
7. Pendidikan Dokter Gigi - UGM (50%)
8. Biologi - UGM (47,2%)

JURUSAN IPS

1. Akuntansi - UGM (62,1%)
2. Psikologi - UGM (58,7%)
3. Ilmu Hubungan Internasional - UGM (58,5%)
4. Manajemen - UGM (57,9%)
5. Ilmu Komunikasi - UGM (57,4%)
6. Sastra Inggris - UGM (56,6%)
7. Eko. dan Studi Pembangunan - UGM (55,6%)
8. Ilmu Hukum - UGM (54,1%)
9. Ilmu Administrasi Negara - UGM (50,5%)
10. Ilmu Pemerintahan - UGM (50,4%)
11. Sastra Jepang - UGM (50%)
12. Sastra Perancis - UGM (47,1%)

IV. INSTITUT TEKNOLOGI SURABAYA (ITS)

JURUSAN IPA

1. Teknik Informatika - ITS (59,5%)
2. Teknik Elektro - ITS (57,7%)
3. Teknik kimia - ITS (56,6%)
4. Teknik Industri - ITS (53,8%)
5. Teknik Lingkungan - ITS (52,4%)
6. Teknik Mesin - ITS (51,5%)
7. Sistem Informasi - ITS (47,4%)

V. UNIVERSITAS AIRLANGGA (UNAIR)

JURUSAN IPA

1. Pendidikan Dokter - UNAIR (58,6%)
2. Farmasi - UNAIR (53,8%)
3. Pendidikan Dokter Gigi - UNAIR (49%)

JURUSAN IPS

1. Akuntansi - UNAIR (57,5%)
2. Ilmu Komunikasi - UNAIR (57,4%)
3. Psikologi - UNAIR (56,4%)
4. Manajemen - UNAIR (56%)
5. Ekonomi Pembangunan - UNAIR (51,1%)
6. Ilmu Hukum - UNAIR (50,7%)
7. Ilmu Administrasi Negara - UNAIR (48,5%)
8. Sastra Inggris - UNAIR (45,8%)
9. Ilmu Hubungan Internasional - UNAIR (47,9%)


VI. UNIVERSITAS PADJAJARAN (UNPAD)

JURUSAN IPA

1. Pendidikan Dokter - UNPAD (58%)
2. Farmasi - UNPAD (51,5%)
3. Pendidikan Dokter Gigi - UNPAD (47,8%)
4. Psikologi - UNPAD (47,7%)
5. Statistika - UNPAD (47,2%)

JURUSAN IPS

1. Akuntansi - UNPAD (61,2%)
2. Ilmu Komunikasi - UNPAD (59,4%)
3. Ilmu Hubungan Internasional - UNPAD (58,1%)
4. Manajemen - UNPAD (55,1%)
5. Ekonomi Pembangunan - UNPAD (54,2%)
6. Ilmu Administrasi Niaga - UNPAD (52,2%)
7. Ilmu Hukum - UNPAD (51,4%)
8. Ilmu Administrasi Negara - UNPAD (47,4%)
9. Sastra Inggris - UNPAD (46%)
10. Ilmu Pemerintahan - UNPAD (43%)

VII. UNIVERSITAS DIPONEGORO (UNDIP)

JURUSAN IPA

1. Pendidikan Dokter - UNDIP (57,5%)
2. Teknik Elektro - UNDIP (54,1%)
3. Teknik Industri - UNDIP (52,9%)
4. Arsitektur - UNDIP (49,2%)
5. Teknik Mesin - UNDIP (47,8%)

JURUSAN IPS

1. Akuntansi - UNDIP (55,2%)
2. Ilmu Komunikasi - UNDIP (51,6%)
3. Manajemen - UNDIP (51,5%)
4. Ilmu Hukum - UNDIP (48,8%)
5. Ilmu Pemerintahan - UNDIP (48,3%)
6. Ekonomi Pembangunan - UNDIP (44%)
7. Ilmu Administrasi Niaga - UNDIP (43%)

VIII. UNIVERSITAS SRIWIJAYA (UNSRI)

JURUSAN IPA

1. Pendidikan Dokter - UNSRI (56,5%)
2. Teknik Informatika - UNSRI (52,2%)
3. Pendidikan Dokter Gigi - UNSRI  (50,1%)


JURUSAN IPS

1. Akuntansi - UNSRI (53,7%)
2. Ilmu Hukum - UNSRI (50,7%)
3. Pend. B. Inggris - UNSRI (50,2%)

IX. UNIVERSITAS BRAWIJAYA (UB)

JURUSAN IPA

1. Pendidikan Dokter - UB (55,1%)
2. Teknik Elektro - UB (52,9%)
3. Arsitektur - UB (47,1%)




JURUSAN IPS

1. Akuntansi - UB (57,3%)
2. Manajemen - UB (54,5%)
3. Ilmu Administrasi Publik - UB (49,3%)
4. Ilmu Hukum - UB (48,3%)
5. Ilmu Administrasi Bisinis - UB (44,7%)
6. Ekonomi Pembangunan - UB (43,1%)
7. Sastra Inggris - UB (42,3%)

X. UNIVERSITAS SUMATRA UTARA (USU)

JURUSAN IPA

1. Pendidikan Dokter - USU (55,1%)
2. Farmasi - USU (53,2%)
3.Pendidikan Dokter Gigi - USU (50,3%)

JURUSAN IPS

1. Manajemen - USU (53,1%)
2. Ekonomi Pembangunan - USU (52,5%)
3. Ilmu Hukum - USU (51,2%)
4. Sastra Inggris - USU (50,6%)
5. Akuntansi - USU (50,5%)
6. Ilmu Administrasi Negara - USU (50,2%)

XI. UNIVERSITAS ANDALAS

JURUSAN IPA

1. Pendidikan Dokter - UNAND (54,6%)

2. Farmsi - UNAND (51,4%)

JURUSAN IPS

1. Akuntansi - UNAND (53,9%)

2. Ilmu Hubungan Internasional - UNAND (52,2%)

3. Manajemen - UNAND (50,4%)

XII. UNIVERSITAS HASANUDIN (UNHAS)

JURUSAN IPA

1. Pendidikan Dokter - UNHAS (55,7%)
2. Farmasi - UNHAS (53,8%)
3. Pendidikan Dokter Gigi - UNHAS (50,6%)

JURUSAN IPS

1. Akuntansi - UNHAS (52,6%)
2. Manajemen - UNHAS (52,4%)
3. Ilmu Hubungan Internasional - UNHAS (51%)
4. Sastra Inggris - UNHAS (50,6%)
5. Ilmu Pemerintahan - UNHAS (50,2%)
6. Ilmu Hukum - UNHAS (50%)


XIII. UNIVERSITAS UDAYANA

JURUSAN IPA

1. Pendidikan Dokter - UNUD (52,5%)

JURUSAN IPS

1. Manajemen - UNUD (48,2%)
2. Akuntansi - UNUD (45,9%)

XIV. UNIVERSITAS 11 MARET SOLO
JURUSAN IPA

1. Pendidikan Dokter - UNS (57,2%)
2. Farmasi - UNS (56,4%)

JURUSAN IPS

1. Manajemen - UNS (54,9%)
2. Manajemen - Univ. 11 Maret Solo (53,9%)
3. Akuntansi - Univ. 11 Maret Solo (54,9%)
4. Desain Komunikasi Visual - Univ. 11 Maret Solo (55,7%)
5. Ilmu Administrasi Negara - Univ. 11 Maret Solo (53,5%)


XV. UNIVERSITAS LAMPUNG (UNILA)

JURUSAN IPS

1. Ilmu Komunikasi - UNILA (47,7%)
2. Ekonomi Pembangunan - UNILA (46,1%)
3. Ilmu Administrasi Niaga - UNILA (42,6%)

 PASSING GRADE  SNMPTN, SBMPTN 2014
PASSING GRADE (DIBAWAH 50%) BEBERAPA PERGURUAN TINGGI NEGERI DI INDONESIA

I. INSTITUTE TEKNOLOGI SURABAYA (ITS)

JURUSAN IPA

1. Arsitektur - ITS (42.77%)
2. Biologi - ITS – (31.5%)
3. Desain Produk Industri - ITS (33.22%)
4. Fisika - ITS (35.69%)
5. Kimia - ITS (34.16%)
6. Matematika - ITS (36.11%)
7. Statistika - ITS (38.91%)
8. Teknik Elektro - ITS (49.13%)
9. Teknik Fisika - ITS (40.19%)
10. Teknik Geodesi - ITS (38.16%)
11. Teknik Industri - ITS (48.22%)
12. Teknik Informatika - ITS (49.94%)
13. Teknik Kelautan - ITS (42.47%)
14. Teknik Kimia - ITS (48.80%)
15. Teknik Lingkungan - ITS (39%)
16. Teknik Material - ITS (35.16%)
17. Teknik Mesin - ITS (44.27%)
18. Teknik Perkapalan - ITS (47.36%)
19. Teknik Sipil - ITS (45.33%)
20. Teknik Sistem Perkapalan - ITS (43.47%)

II. UNIVERSITAS AIRLANGGA

JURUSAN IPA

1. Biologi - UNAIR (31.80%)
2. Farmasi - UNAIR (37.02%)
3. Fisika - UNAIR (32.22%)
4. Kedokteran Hewan - UNAIR (36.25%)
5. Kesehatan Masyarakat - UNAIR (35.69%)
6. Kimia - UNAIR (32.30%)
7. Matematika - UNAIR (33.66%)
8. Pendidikan DokteR (- UNAIR (43.81%)
9. Pendidikan DokteR (Gigi - UNAIR (37.97%)

JURUSAN IPS

1. Antropologi Sosial – UNAIR (32.28%)
2. Ekonomi Akuntansi - UNAIR (46.81%)
3. Ekonomi Manajemen - UNAIR (44.40%)
4. Ekonomi Pembangunan - UNAIR (42.87%)
5. Ilmu Administrasi Negara - UNAIR (40.31%)
6. Ilmu Hubungan Internasional - UNAIR (43.21%)
7. Ilmu Hukum - UNAIR (39.5%)
8. Ilmu Komunikasi - UNAIR (41.75%)
9. Ilmu Politik - UNAIR (34.75%)
10. Ilmu Sejarah - UNAIR (31.71%)
11. Psikologi - UNAIR (39.62%)
12. Sastra Indonesia - UNAIR (31.03%)
13. Sastra Inggris - UNAIR (31.18%)
14. Sosiologi - UNAIR (32.12%)

III. UNIVERSITAS HASSANUDIN

JURUSAN IPA

1. Agronomi - UNHAS (29.02%)
2. Arsitektur - UNHAS (39.16%)
3. Biologi - UNHAS (28.77%)
4. Budi Daya Perairan - UNHAS (28.30%)
6. Fisika - UNHAS (29.16%)
7. Geofisika (Meteorologi) - UNHAS (36.66%)
8. Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan - UNHAS (26.66%)
9. Ilmu Kelautan - UNHAS (33.83%)
10. Ilmu Tanah - UNHAS (29.16%)
11. Kesehatan Masyarakat - UNHAS (28.47%)
12. Kimia - UNHAS (27.77%)
13. Manajemen Hutan - UNHAS (28.05%)
14. Manajemen Sumber Daya Perairan - UNHAS (27.36%)
15. Matematika - UNHAS (29.16%)
16. Nutrisi dan Makanan Ternak - UNHAS (28.88%)
17. Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan - UNHAS (23.88%)
20. Produksi Ternak - UNHAS (27.36%)
21. Sastra Arab - UNHAS (24.53%)
22. Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) - UNHAS (28.05%)
23. Sosial Ekonomi Peternakan - UNHAS (24.16%)
24. Statistika - UNHAS (33.38%)
25. Teknik Elektro - UNHAS (39.16%)
26. Teknik Geologi - UNHAS (34.52%)
27. Teknik Mesin - UNHAS (35.55%)
28. Teknik Perkapalan - UNHAS (39.86%)
29. Teknik Pertanian - UNHAS (31.33%)
30. Teknik Sipil - UNHAS (35.55%)
31. Teknologi Hasil Hutan - UNHAS (27.96%)
32. Teknologi Hasil Pertanian - UNHAS (34.44%)

JURUSAN IPS

1. Antropologi Sosial - UNHAS (30.31%)
2. Arkeologi - UNHAS (28.28%)
3. Ekonomi Akuntansi - UNHAS (43.75%)
4. Ekonomi Manajemen - UNHAS (41.18%)
5. Ekonomi Pembangunan - UNHAS (35.78%)
6. Ilmu Administrasi Negara - UNHAS (38.75%)
7. Ilmu Hubungan Internasional - UNHAS (38.90%)
8. Ilmu Hukum - UNHAS (33.75%)
9. Ilmu Komunikasi - UNHAS (33.15%)
10. Ilmu Pemerintahan - UNHAS (33.90%)
11. Ilmu Politik - UNHAS (29.75%)
12. Ilmu Sejarah - UNHAS (28.59%)
13. Sastra Daerah - Untuk Sast.Bugis (Makasar) - UNHAS (23.90%)
14. Sastra Indonesia - UNHAS (27.18%)
15. Sastra Inggris - UNHAS (29.34%)
16. Sastra Perancis - UNHAS (28.62%)
17. Sosiologi - UNHAS (30.09%)

IV. UNIVERSITAS UDAYANA

JURUSAN IPA

1. Arsitektur - UNUD (36.52%)
2. Biologi - UNUD (28.05%)
3. Fisika - UNUD (28.5%)
4. Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan - UNUD (26.38%)
5. Kedokteran Hewan - UNUD (32.02%)
6. Kimia - UNUD (27.66%)
7. Nutrisi dan Makanan Ternak - UNUD (26.52%)
9. Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian - UNUD (26.38%)
10. Produksi Ternak - UNUD (27.5%)
11. Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) - UNUD (27.36%)
12. Teknik Elektro - UNUD (39.16%)
13. Teknik Mesin - UNUD (35.36%)
14. Teknik Sipil - UNUD (33.66%)
15. Teknologi Hasil Pertanian - UNUD (29.30%)

JURUSAN IPS

1. Agronomi - UNUD (27.36%)
2. Arkeologi - UNUD (28.28%)
3. Ekonomi Akuntansi - UNUD (37.18%)
4. Ekonomi Manajemen - UNUD (39.37%)
5. Ekonomi Pembangunan - UNUD (37.03%)
6. Ilmu Hukum - UNUD (31.09%)
7. Ilmu Sejarah - UNUD (20.31%)
8. Ilmu Tanah - UNUD (27.63%)
9. Pariwisata Budaya D4 - UNUD (26.87%)
10. Sastra Daerah - Untuk Sastra Bali - UNUD (23.59%)
11. Sastra Daerah - Untuk Sastra Jawa - UNUD (22.81%)
12. Sastra Indonesia - UNUD (26.87%)
13. Sastra Inggris - UNUD (28.75%)
14. Seni Rupa Murni - UNUD (26.34%)

V. UNIVERSITAS MULAWARMAN

JURUSAN IPA

1. Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan - UNMUL (23.47%)
2. Ilmu Tanah - UNMUL (28.61%)
3. Manajemen Hutan - UNMUL (23.22%)
4. Manajemen Sumber Daya Perairan - UNMUL (22.08%)
5. Pend. Biologi - UNMUL (25.41%)
6. Pend. Fisika - UNMUL (25.27%)
7. Pend. Kimia - UNMUL (24.72%)
8. Pend. Matematika - UNMUL (23.88%)
9. SosiaL Ekonomi Perikanan - UNMUL (21.66%)
10. Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) - UNMUL (28.88%)
11. Teknologi Hasil Hutan - UNMUL (26.38%)

JURUSAN IPS

1. Agronomi - UNMUL (22.08%)
2. Budi Daya Perairan - UNMUL (26.36%)
3. Ekonomi Akuntansi - UNMUL (35.15%)
4. Ekonomi Manajemen - UNMUL (36.87%)
5. Ekonomi Pembangunan - UNMUL (35.46%)
6. Ilmu Administrasi Negara - UNMUL (31.56%)
7. Ilmu Pemerintahan - UNMUL (34.06%)
8. Ilmu Sosiatri - UNMUL (25.59%)
9. Pend. Bahasa & Sast.Indonesia dan Daerah - UNMUL (25.62%)
10. Pend. Bhs. Inggris - UNMUL (29.53%)
11. Pend. Ekonomi - UNMUL (24.53%)
12. Pend. Pancasila & Kewarganegaraan (PPKN) - UNMUL (24.84%)

VI. UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

JURUSAN IPA

1. Biologi - UNNESA (30.25%)
2. fisika - UNNESA (30.58%)
3. Ilmi Keolahragaan - UNNESA (29.64%)
4. Kimia - UNNESA (30.58%)
5. Matematika - UNNESA (30.68%)
6. Pend. Biologi - UNNESA (28.05%)
7. Pend. Fisika - UNNESA (27.01%)
8. Pend. Teknik Bangunan - UNNESA (28%)
9. Pend. Teknik Elektro - UNNESA (30.63%)
10. Pend. Teknik Mesin - UNNESA (30.15%)
11. Teknik Elektro D3 - UNNESA (28%)
12. Teknik Mesin D3 - UNNESA (29.62%)
13. Teknik Sipil D3 - UNNESA (27.62%)
14. Pend. Kimia - UNNESA (27.69%)
15. Pend. Matematika - UNNESA (27.72%)

JURUSAN IPS

1. Bahasa dan Sastra Indonesia - UNNESA (29.41%)
2. Bahasa dan Sastra Inggris - UNNESA (29.41%)
3. Bimbingan dan Konseling - UNNESA (25.75%)
4. Pend. Bahasa & Sast.Indonesia dan Daerah - UNNESA (28.66%)
5. Pend. Bhs. Inggris - UNNESA (31.97%)
6. Pend. Bhs. Jepang - UNNESA (29.03%)
7. Pend. Bhs. Jerman - UNNESA (29.44%)
8. Pend. Ekonomi - UNNESA (29.06%)
9. Pend. Geografi - UNNESA (30.43%)
10. Pend. Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi - UNNESA (28.19%)
11. Pend. Kepelatihan Olahraga - UNNESA (28.63%)
12. Pend. Kesejahteraan Keluarga - UNNESA (27.63%)
13. Pend. Luar Biasa - UNNESA (27.41%)
14. Pend. Luar Sekolah - UNNESA (27.63%)
15. Pend. Pancasila & Kewarganegaraan (PPKN) - UNNESA (29.44%)
16. Pend. Sejarah - UNNESA (29.34%)
17. Pend. Seni Drama, Tari dan Musik - UNNESA (28.97%)
18. Pend. Seni Rupa - UNNESA (28.41%)
19. Teknologi Pendidikan - UNNESA (28.69%)

VII. UNIVERSITAS NUSA CENDANA

JURUSAN IPA

1. Agronomi - UNDANA (21.64%)
2. Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan - UNDANA (22.47%)
3. Ilmu Tanah - UNDANA (25.36%)
4. Nutrisi dan Makanan Ternak - UNDANA (22.05%)
5. Pend. Biologi - UNDANA (22.77%)
6. Pend. Fisika D3 - UNDANA (20.80%)
7. Pend. Kimia - UNDANA (22.5%)
8. Pend. Matematika - UNDANA (25.27%)
9. Pend. Teknik Bangunan - UNDANA (24%)
10. Pend. Teknik Elektro - UNDANA (26.25%)
11. Pend. Teknik Mesin - UNDANA (29.15%)
12. Produksi Ternak - UNDANA (20.55%)
13. Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) - UNDANA (23.33%)

VII. UNIVERSITAS CENDRAWASIH

JURUSAN IPA

1. Agronomi - UNCEN (22.08%)
2. Budi Daya Hutan - UNCEN (26.38%)
3. Pend. Biologi - UNCEN (22.77%)
4. Pend. Fisika - UNCEN (21.80%)
5. Pend. Kimia - UNCEN (22.5%)
6. Pend. Matematika - UNCEN (25.27%)
7. Produksi Ternak - UNCEN (27.77%)
8. Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) - UNCEN (22.08%)
9. Teknik Sipil - UNCEN (31.66%)
10. Teknik Sipil D3 - UNCEN (29.41%)

JURUSAN IPS

1. Antropologi Sosial - UNCEN (27.03%)
2. Bimbingan dan Konseling - UNCEN (23.91%)
3. Ekonomi Manajemen - UNCEN (35.62%)
4. Ekonomi Pembangunan - UNCEN (33.75%)
5. Ilmu Administrasi Negara - UNCEN (30.46%)
6. Ilmu Administrasi Negara - UNCEN (26.34%)
7. Ilmu Administrasi Niaga - UNCEN (27.75%)
8. Ilmu Hukum - UNCEN (32.03%)
9. Ilmu Hukum - UNCEN (27.43%)
10. Ilmu Kesejahteraan Sosial - UNCEN (30.51%)
11. Pend. Bahasa & Sast.Indonesia dan Daerah - UNCEN (23.28%)
12. Pend. Bhs. Inggris - UNCEN (27.96%)
13. Pend. Bhs. Inggris - UNCEN (29.15%)
14. Pend. Ekonomi - UNCEN (24.84%)
15. Pend. Geografi - UNCEN (24.53%)
16. Pend. Geografi - UNCEN (24.53%)
17. Pend. Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi - UNCEN (23.28%)
18. Pend. Pancasila & Kewarganegaraa (PPKN) - UNCEN (24.84%)
19. Pend. Sejarah - UNCEN (25.46%)
20. Pend. Sejarah - UNCEN (26.71%)
21. Sosiologi - UNCEN (28.59%)

VIII. UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

JURUSAN IPA

1. Agronomi - UNLAN (27.36%)
2. Arsitektur - UNLAN (32.36%)
3. Budi Daya Hutan - UNLAN (27.36%)
4. Budi Daya Perairan - UNLAN (25.36%)
5. Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan - UNLAN (26.52%)
6. Ilmu Tanah - UNLAN (28.75%)
7. Manajemen Hutan - UNLAN (23.5%)
8. Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan - UNLAN (23.88%)
9. Pend. Biologi - UNLAN (26.66%)
10. Pend. Kimia - UNLAN (23.47%)
11. Pend. Matematika - UNLAN (25.55%)
12. Pendidikan Dokter - UNLAN (36.80%)
13. Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian - UNLAN (23.88%)
14. Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) - UNLAN (27.5%)
15. Teknik Sipil - UNLAN (31.76%)
16. Teknologi Hasil Hutan - UNLAN (27.16%)
17. Teknologi Hasil Perikanan - UNLAN (25.25%)

JURUSAN IPS

1. Ekonomi Akuntansi - UNLAN (38.43%)
2. Ekonomi Manajemen - UNLAN (37.65%)
3. Ekonomi Pembangunan - UNLAN (33.75%)
4. Ilmu Administrasi Negara - UNLAN (28.75%)
5. Ilmu Administrasi Niaga - UNLAN (28.75%)
6. Ilmu Hukum - UNLAN (29.21%)
7. Ilmu Pemerintahan - UNLAN (33.59%)
8. Pend. Bahasa & Sast.Indonesia dan Daerah - UNLAM (25.93%)
9. Pend. Bhs. Inggris - UNLAN (29.15%)
10. Pend. Ekonomi - UNLAN (25.78%)
11. Pend. Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi - UNLAN (23.28%)
12. Pend. Pancasila & Kewarganegaraan (PPKN) - UNLAN (24.84%)
13. Pend. Sejarah - UNLAN (26.71%)

IX. UNIVERSITAS HALUOLEO

JURUSAN IPA

1. Agronomi - UNHALU (20.54%)
2. Budi Daya Perairan - UNHALU (23.19%)
3. Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan - UNHALU (21.47%)
4. Manajemen Sumber Daya Perairan - UNHALU (21.05%)
5. Pend. Biologi - UNHALU (21.77%)
6. Pend. Fisika - UNHALU (21.80%)
7. Pend. Kimia - UNHALU (22.5%)
8. Pend. Matematika - UNHALU (23.88%)
9. Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian - UNHALU (22.38%)
10. Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) - UNHALU (22.08%)
11. Teknik Elektro D3 - UNHALU (26%)
12. Teknik Mesin D3 - UNHALU (28.62%)
13. Teknik Sipil D3 - UNHALU (26.62%)

JURUSAN IPS

1. Antropologi Sosial - UNHALU (25.71%)
2. Ekonomi Akuntansi - UNHALU (33.15%)
3. Ekonomi Manajemen - UNHALU (32.53%)
4. Ekonomi Pembangunan - UNHALU (31.03%)
5. Ilmu Administrasi Negara - UNHALU (25.34%)
6. Ilmu Komunikasi - UNHALU (32.21%)
7. Pend. Bahasa & Sast.Indonesia dan Daerah - UNHALU (23.28%)
8. Pend. Bhs. Inggris - UNHALU (27.96%)
9. Pend. Ekonomi - UNHALU (23.84%)
10. Pend. Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi - UNHALU (23.28%)
11. Pend. Pancasila & Kewarganegaraan (PPKN) - UNHALU (23.84%)
12. Pend. Sejarah - UNHALU (24.46%)
13. Psikologi Pendidikan - UNHALU (?)
14. Sosiologi - UNHALU (27.59%)

X. UNIVERSITAS SAM RATULANGI

JURUSAN IPA

1. Agronomi - UNSRAT (27.5%)
2. Arsitektur - UNSRAT (32.36%)
3. Budi Daya Perairan - UNSRAT (24.36%)
4. Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan - UNSRAT (26.52%)
5. Ilmu Kelautan - UNSRAT (31.30%)
6. Ilmu Tanah - UNSRAT (27.5%)
7. Manajemen Sumber Daya Perairan - UNSRAT (23.05%)
8. Nutrisi dan Makanan Ternak - UNSRAT (27.5%)
9. Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan - UNSRAT (23.75%)
10. Pendidikan Dokter - UNSRAT (37.80%)
11. Produksi Ternak - UNSRAT (23.88%)
12. Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) - UNSRAT (27.5%)
13. Sosial Ekonomi Peternakan - UNSRAT (24.72%)
14. Teknik Elektro - UNSRAT (39.02%)
15. Teknik Mesin - UNSRAT (33.33%)
16. Teknik Pertanian - UNSRAT (28.61%)
17. Teknik Sipil - UNSRAT (32.66%)
18. Teknologi Hasil Perikanan - UNSRAT (24.25%)

JURUSAN IPS

1. Antropologi Sosial - UNSRAT (26.71%)
2. Ekonomi Akuntansi - UNSRAT (37.5%)
3. Ekonomi Manajemen - UNSRAT (37.65%)
4. Ekonomi Pembangunan - UNSRAT (34.53%)
5. Ilmu Administrasi Negara - UNSRAT (30.31%)
6. Ilmu Administrasi Niaga - UNSRAT (29.53%)
7. Ilmu Hukum - UNSRAT (33.59%)
8. Ilmu Komunikasi - UNSRAT (33.15%)
9. Ilmu Pemerintahan - UNSRAT (34.06%)
10. Ilmu Politik - UNSRAT (27.40%)
11. Ilmu Sejarah - UNSRAT (27.03%)
12. Sastra Indonesia - UNSRAT (25.62%)
13. Sastra Jepang - UNSRAT (27.66%)
14. Sastra Jerman - UNSRAT (27.53%)
15. Sosiologi - UNSRAT (29.21%)



Denaihati