2014 - Kalau Saya Tidak Menang, Indonesia Sudah Kalah

Menghadapi pesta demokrasi  yang akan digelar pada tahun depan, sutradara kondang Hanung Bramantyo menggarap film bertajuk pemilu yang diberi judul '2014'. 

Kali ini Hanung duduk di kursi produser dan mempercayakan penggarapan filmnya pada sutradara baru Rahabi Mandra.

Uniknya, film produksi Dapur Film dan Mahaka Pictures tersebut bertema pemilihan umum alias Pemilu. Sebuah tema yang mungkin beresiko hadirkan pro dan kontra.

Ekskutif produser film 2014, Erick Thohir, mengatakan, film ini sudah lama menjadi perbincangan dengan Hanung. Ia mengatakan, film yang diproduksi Mahaka Pictures dan Dapur Film itu ingin menampilkan sesuatu yang berbobot dan berbeda. Tujuan itu sudah diperlihatkan dalam kerja sama pembuatan film 'Tanda Tanya (?)'. "Saya mau film-film yang out of the box. Kami awali dengan (?), lalu berlanjut ke 2014," kata dia

Melalui Mahaka Film, Erick mengatakan, ingin memberikan warna baru. Film yang diproduksi diharapkan memberikan edukasi pada masyarakat. Tetapi, menurut dia, tidak meninggalkan basis budaya dari masyarakat Indonesia. "Kita sepakat tidak membuat film yang terlalu pintar. Tetapi, paling tidak membawa warna baru dan pola pikir terhadap masyarakat," ujar pemilik grup PT Mahaka Media itu. 

Hanung mengaku membuat film yang akan ditayangkan pada Ramadhan 2013 ini karena ingin mengajak para anak muda untuk ikut memilih pemimpin yang baik untuk bangsa Indonesia. 

Hanung melihat masih ada generasi muda yang melihat situasi politik sebagai bagian di luar kehidupannya. Karena itu, ia berharap dengan film 2014 ini generasi muda akan lebih peduli dan terlibat langsung dalam situasi politik yang terjadi.

Suami Zascia Mecca ini terinspirasi bagaimana para pemuda yang menjadi motor utama gerakan pada 1928. "Kita ingin anak muda melihat film ini dan situasi 2014 menjadi bagian dirinya," ujar sutradara kelahiran Yogjakarta itu.

Karena itu, Hanung mengajak aktor-aktor muda. Antara lain Rizky Nazar dan Rio Dewanto. Film ini juga dibintangi Atiqah Hasiholan, Maudy Ayunda, dan para bintang senior, seperti Ray Sahetapy, Donna Harun, Donny Damara dan Rudi Salam.


Sinopsis Film 2014 
Ricky Bagaskoro (Rizky Nazar) siswa SMA tingkat akhir yang sedang mengalami dilema. Antara mengejar mimpinya menjadi pengajar bagi anak-anak terlantar atau harus mengikuti keinginan ayahnya, Bagas Notolegowo (Ray Sahetapy), untuk meneruskan pendidikan setinggi-tingginya. Bagas berharap Ricky akan mengikuti jejaknya menjadi seorang Politikus. Bagas sendiri adalah seorang ayah yang sedang berjuang menjadi presiden Indonesia periode 2014-2019 menggantikan Presiden Jusuf Syahrir (Deddy Sutomo).

Persaingan menuju kursi kepresidenan sangat ketat antara Bagas Notolegowo, Faisal Abdul Hamid (Rudy Salam) dan Syamsul Triadi (Akri Patrio). Pada semua tahapan diperlukan kehati-hatian. Namun ternyata Bagas kurang waspada. Satu keputusan sederhananya membuat semua impiannya porak-poranda. Menjungkir balikan keaadaan hanya dalam sekejap.

Kehancuran Bagas membangkitkan keingintahuan Ricky untuk menelusuri kasus tersebut. Upaya ini mempertemukan Ricky dengan Khrisna Dorojatun (Donny Damara) seorang pengacara idealis dan bersih yang banyak memenangkan kasus-kasus kemanusiaan. Selain itu Ricky juga mulai dekat dengan Laras (Maudy Ayunda), anak Khrisna Dorojatun.

Ricky dan Laras kerap kali merepotkan pihak kepolisian, terutama iptu Astri (Atiqah Hasiholan). Kehidupan keduanya terancam. Ternyata ada pihak ketiga yang terlibat pada kasus ini. Siapakah mereka? Lalu apa peranan Satria (Rio Dewanto), pria muda yang selalu berada pada banyak tempat di kasus ini


Trailer Film 2014 

Trailer Film 2014
Denaihati

In Memoriam Taufiq Kiemas

Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. Ketua MPR RI, Taufiq Kiemas, telah meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Singapura, Sabtu (8/6) malam pukul 19.01 waktu Singapura (atau pukul 18.01 WIB).

Ketua DPP PDIP, Pramono Anung, dalam kicauannya di Twitter, Sabtu malam ini menulis bahwa Taufiq Kiemas telah meninggal dunia. " #Telah meninggal dunia Bapak Haji Taufiq Kiemas saat ini dan mohon diampuni seluruh kesalahan dan didoakan," tulis Pramono di akun Twitter-nya.

Taufik Kiemas lahir di Jakarta, 31 Desember 1942, meninggalkan seorang istri Dyah Permata Megawati Setyawati atau Megawati Soekarnoputri, dan tiga anak, Mohammad Rizki Pratama, Mohamad Prananda Prabowo, dan Puan Maharani Nakshatra Kusyala.

Taufiq Kiemas lahir dari pasangan Tjik Agus Kiemas dan Hamzathoen Roesyda. Ayahnya berasal dari Sumatera Selatan, sedangkan ibunya seorang Minangkabau. Ia merupakan penghulu kaum keluarga ibunya di Kanagarian Sabu, Batipuh Ateh, Tanah Datar, Sumatera Barat, dengan gelar Datuk Basa Batuah.

Taufiq Kiemas memulai karier politiknya ketika dibangku mahasiswa dengan bergabung sebagai anggota GMNI. Kemudian ia bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia dan terpilih sebagai anggota DPR/MPR-RI pada tahun 1992. 

Selama masa Orde Baru, karier politiknya banyak dikebiri oleh pihak penguasa. Kariernya mulai cemerlang, ketika rezim Soeharto tumbang. Pada Pemilu 1999, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) keluar sebagai pemenang. Kemenangan ini mengantarkan istrinya menjadi Wakil Presiden dan kemudian Presiden Indonesia kelima.

Kini sebagai salah satu tokoh penting di partai, ia menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu). Ia kembali terpilih menjadi anggota DPR periode 2009–2014 dari PDI-Perjuangan untuk Daerah Pemilihan Jawa Barat II.

Sebagai politikus terkemuka, banyak penulis yang mengulas karier politik Taufiq Kiemas, diantaranya ialah karya Derek Manangka yang berjudul Jurus Dan Manuver Politik Taufiq Kiemas : Memang Lidah Tak Bertulang yang terbit pada tahun 2009.

Pada 17 Desember 2011, Ia menjalani operasi pergantian baterai alat pemacu jantung di Rumah sakit Harapan Kita.

Taufiq Kiemas adalah Politisi senior yang selama hidupnya dikenal sebagai politisi yang berkomitmen memperjuangkan empat pilar yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.



Denaihati

REFRAIN - Kalau Cinta Jangan Setengah Setengah


Melakukan visualisasi dari novel laris bukanlah perkara mudah. Bagai sisi mata uang, jika adaptasi tersebut berhasil, tak ada yang perlu dikecewakan, baik pembaca maupun penikmat film. Namun jika gagal, tontonan itu akan hadir tanpa esensi dan mudah terlupa begitu keluar dari gedung bioskop. 

PERAHU KERTAS Drama yang diadaptasi dari novel Dewi 'Dee' Lestari ini berhasil jadi film  dengan jumlah penonton terbanyak di Bulan Agustus. Dilanjutkan dengan Film "Perahu Kertas 2" yang  tayang di bioskop bulan Oktober tahun lalu. 

Kini kembali sebuah novel laris karya penulis Winna Efendi berjudul 'Refrain' diangkat ke layar lebar dengan garapan garapan sutradara Fajar Nugros dan diproduksi oleh Maxima Pictures. Dengan menggaet peran utama Afgansyah Reza dan Maudy Ayunda.

Selain dua bintang diatas, "Refrain" juga dibintangi oleh beberapa aktris muda pendatang baru seperti Chelsea Elizabeth, Maxime Bouttier, dan Stevani Nepa. 

Sinopsis Film Refrain 
"Refrain" berkisah tentang perjalanan Niki (Maudy Ayunda) dan Nata (Afgansyah Reza) dalam menemukan cinta mereka. Niki dan Nata adalah dua sahabat sejak kecil, kalau ada Niki pasti ada Nata, begitu juga sebaliknya. 

Setelah bertahun-tahun bersahabat, ada sesuatu yang berbeda saat mereka berdua menginjak bangku SMA. Ada sosok Annalise (Chelsea Elizabeth Islan), siswi baru yang ternyata ibunya seorang model terkenal. Ada juga Oliver (Maxime Bouttier), kapten basket ganteng yang memikat hati Niki. Dan, Helena (Stevani Nepa), kapten cheerleaders yang judes dan tidak pernah mau kalah.

Nata ternyata menyayangi Niki lebih dari sahabat. Namun sayangnya, Nata tidak punya keberanian untuk mengungkapkan perasaannya, Nata hanya berani menuliskan isi hatinya melalui surat yang disimpan di sebuah amplop biru.

Perasaan Nata tidak tersampaikan, sampai akhirnya Niki membaca surat itu ketika Nata sudah berangkat ke Austria untuk kuliah musik. Apakah yang terjadi pada hubungan mereka berdua selanjutnya?

Akankah persahabatan mereka menjadi cinta yang indah, atau malah sebaliknya? Tentu saja jawabannya bisa diketahui setelah menyaksikan film "Refrain" mulai 20 Juni 2013 di bioskop kesayangan anda. 

Trailer Film Refrain 

Trailer Film Refrain
Denaihati

FIFA INTERNATIONAL MATCH DAY : Indonesia Vs Belanda


Pertandingan uji coba antara tim nasional Indonesia menghadapi Belanda akan tersaji besok (7/6) di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.

Ini adalah pertemuan pertama Indonesia dan Belanda sepanjang sejarah. Dan Belanda dipastikan akan menampilkan pemain-pemain terbaiknya yang berada dalam kondisi bugar seperti Wesley Sneijder ataupun Robin van Persie.

Di atas kertas Timnas Belanda memiliki kasta lebih tinggi dibanding Indonesia. Dalam peringkat FIFA saja, Timnas Garuda Indonesia jauh tertinggal.

Belanda menurut peringkat FIFA berada di posisi ketujuh, sementara Tim asuhan Jacksen F Tiago berada di posisi 170.

Namun di lapangan, pertandingan sepakbola tak bisa diprediksi secara pasti. Dukungan dan semangat tuan rumah tentunya akan memberi motivasi buat Andik dkk pada laga Jumat malam 7 Juni 2013 pukul 20.00 WIB.

Dalam sepuluh laga terakhir Timnas Indonesia, hanya mampu meraih 2 kemenangan saat melawan Timor Leste dan Brunai Darussalam. Empat Kekalahan saat menghadapi Saudi Arabia bulan Maret lalu dengan skor 1-2, Kalah dari Irak 0-1 dan Jordania 0-5 dan Korea Utara 0-2. Tiga pertandingan terakhir tersebut takluk secara beruntun.

Sementara itu, Belanda pada sepuluh laga terakhir mampu meraih 6 kali kemenangan. Dua laga terakhir menang atas Romania dan Estonia. lalu bermain Seri dua kali saat menghadapi Jerman dan Italia.

Catatan dari delapan kali pertandingan terakhir, Netherlands tak pernah kalah. Tentang kualitas pemain, Belanda sudah memiliki sejumlah bintang dunia. Sebut saja paling populer Robin van Persie dan penyerang sayap Arjen Robben.

Keuntungan besar memang bakal diperoleh Indonesia dari laga internasional. Diharapkan, laga persahabatan melawan tim-tim berkualitas bisa meningkatkan persepakbolaan Indonesia di masa mendatang. Setidaknya, memunculkan sepakbola Indonesia di dunia internasional, namun dari sisi positif. 

Menghadapi pemain seperti Robin van Persie, Arjen Robben, atau Wesley Sneijder merupakan latihan psikologi bagi para pemain timnas senior, sehingga mereka memiliki mental kuat dalam menghadapi pemain sebagus apa pun.

Indonesia sedang menjalani laga kualifikasi Piala Asia 2015, dan berada di grup maut bersama Irak, Arab Saudi, dan Cina. Jam terbang di pentas internasional dibutuhkan untuk meloloskan Indonesia ke putaran final di Australia.

“Diharapkan dari uji coba melawan tim-tim berkualitas bisa meningkatkan performa tim Garuda di masa mendatang.”

Dengan melakoni laga internasional, ada keuntungan lain yang bisa diperoleh para pemain. Jika pemain bisa tampil maksimal, maka mereka bisa mendapatkan promosi diri secara tidak langsung. Setidaknya, para pemain dilihat klub-klub lain, syukur-syukur dapat mengembangkan karir di Eropa.

Pertandingan Indonesia melawan Belanda disamping merupakan pertandingan yang bersejarah, juga merupakan pertandingan yang spektakuler karena disiarkan langsung di 12 negara di 4 benua. Ini bisa menjadi market bagi pemain Indonesia untuk mempromosikan dirinya


Denaihati

Hikmah Isra' Mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW

Hari ini Rabu tanggal 5 Juni 2013 M bertepatan dengan 26 Rajab 1434 H. Bulan Rajab yang didalamnya ada momentum Isra' Mi'raj merupakan pintu menuju bulan-bulan mulia lainnya. Yaitu bulan Sya'ban dan Ramadhan. Tentunya sebagai seorang muslim kita diingatkan kembali sebuah peristiwa besar dalam sejarah umat islam yang biasanya kita peringati setiap tanggal 27 Rajab.


“Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.”(QS. Al-Isra’: 1)

“Dan Sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain. (yaitu) di Sidratul Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal. (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya Dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.” (QS. An-Najm: 13-18)


Lalu apa pelajaran yang dapat diambil dari perjalanan Isra wal Mi'raj ini? Barangkali catatan ringan berikut dapat memotivasi kita untuk lebih jauh dan sungguh-sungguh menangkap pelajaran yang seharusnya kita tangkap dari perjalanan agung tersebut.

Kita kenal, Isra' wal Mi'raj terjadi sekitar setahun sebelum Hijrahnya Rasulullah SAW ke Madinah (Yatsrib ketika itu). Ketika itu, Rasulullah SAW dalam situasi yang sangat "sumpek", seolah tiada celah harapan masa depan bagi agama ini. Selang beberapa masa sebelumnya, isteri tercinta Khadijah r.a. dan paman yang menjadi dinding kasat dari penjuangan meninggal dunia. Sementara tekanan fisik maunpun psikologis kafir Qurays terhadap perjuangan semakin berat. Rasulullah seolah kehilangan pegangan, kehilangan arah, dan kini pandangan itu berkunang-kunang tiada jelas.

Dalam sitausi seperti inilah, rupanya "rahmah" Allah meliputi segalanya, mengalahkan dan menundukkan segala sesuatunya. "warahamatii wasi'at kulla syaei", demikian Allah deklarasikan dalam KitabNya. Beliau di suatu malam yang merintih kepedihan, mengenang kegetiran dan kepahitan langkah perjuangan, tiba-tiba diajak oleh Pemilik kesenangan dan kegetiran untuk "berjalan-jalan" (saraa) menelusuri napak tilas "perjuangan" para pejuang sebelumnya (para nabi). Bahkan dibawah serta melihat langsung kebesaran singgasana Ilahiyah di "Sidartul Muntaha". Sungguh sebuah "penyejuk" yang menyiram keganasan kobaran api permusuhan kaum kafir. Dan kinilah masanya bagi Rasulullah SAW untuk kembali "menenangkan" jiwa, mempermantap tekad menyingsingkan lengan baju untuk melangkah menuju ke depan.

Artinya, bahwa kita adalah "rasul-rasul" Rasulullah SAW dalam melanjutkan perjuangan ini. Betapa terkadang, di tengah perjalanan kita temukan tantangan dan penentangan yang menyesakkan dada, bahkan mengaburkan pandangan objektif dalam melangkahkan kaki ke arah tujuan. Jikalau hal ini terjadi, maka tetaplah yakin, Allah akan meraih tangan kita, mengajak kita kepada sebuah "perjalanan" yang menyejukkan. "Allahu Waliyyulladziina aamanu" (Sungguh Allah itu adalah Wali-nya mereka yang betul-betul beriman". Wali yang bertanggung jawab memenuhi segala keperluan dan kebutuhan.

Kesumpekan dan kesempitan sebagai akibat dari penentangan dan rintangan mereka yang tidak senang dengan kebenaran, akan diselesaikan dengan cara da metode yang Hanya Allah yang tahu. Yang terpenting bagi seorang pejuang adalah, maju tak gentar, sekali mendayung pantang mundur, konsistensi memang harus menjadi karakter dasar bagi seorang pejuang di jalanNya. "Wa laa taeasuu min rahmatillah" (jangan sekali-kali berputus asa dari rahmat Allah).

Disebutkan bahwa sebelum di bawa oleh Jibril, beliau dibaringkan lalu dibelah dadanya, kemudian hatinya dibersihkan dengan air zamzam. Apakah hati Rasulullah kotor? Pernahkan Rasulullah SAW berbuat dosa? Apakah Rasulullah punya penyakit "dendam", dengki, iri hati, atau berbagai penyakit hati lainnya? Tidak…sungguh mati…tidak. Beliau hamba yang "ma'shuum" (terjaga dari berbuat dosa). Lalu apa signifikasi dari pensucian hatinya?

Rasulullah adalah sosok "uswah", pribadi yang hadir di tengah-tengah umat sebagai, tidak saja "muballigh" (penyampai), melainkan sosok pribadi unggulan yang harus menjadi "percontohan" bagi semua yang mengaku pengikutnya. "Laqad kaana lakum fi Rasulillahi uswah hasanah".

Memang betul, sebelum melakukan perjalanannya, haruslah dibersihkan hatinya. Sungguh, kita semua sedang dalam perjalanan. Perjalanan "suci" yang seharusnya dibangun dalam suasa "kefitrahan". Berjalan dariNya dan juga menuju kepadaNya. Dalam perjalanan ini, diperlukan lentera, cahaya, atau petunjuk agar selamat menempuhnya. Dan hati yang intinya sebagai "nurani", itulah lentera perjalanan hidup.

Cahaya ini berpusat pada hati seseorang yang ternyata juga dilengkapi oleh gesekan-gesekan "karat" kehidupan (fa alhamaha fujuuraha). Semakin kuat gesekan karat, semakin jauh pula dari warna yang sesungguhnya (taqawaaha). Dan oleh karenanya, di setiap saat dan kesempatan, diperlukan pembersihan, diperlukan air zamzam untuk membasuh kotoran-kotoran hati yang melengket. Hanya dengan itu, hati akan bersinar tajam menerangi kegelapan hidup. Dan sungguh hati inilah yang kemudian "penentu" baik atau tidaknya seseorang pemilik hati.

Disebutkan bahwa hati manusia awalnya putih bersih. Ia ibarat kertas putih dengan tiada noda sedikitpun. Namun karena manusia, setiap kali melakukan dosa-dosa setiap kali pula terjatuh noda hitam pada hati, yang pada akhirnya menjadikannya hitam pekat. Kalaulah saja, manusia yang hatinya hitam pekat tersebut tidak sadar dan bahkan menambah dosa dan noda, maka akhirnya Allah akan akan membalik hati tersebut. Hati yang terbalik inilah yang kemudian hanya bisa disadarkan oleh api neraka. "Khatamallahu 'alaa quluubihim".

Di Al Qur'an sendiri, Allah berfirman" yang Artinya: Sungguh beruntung siapa yang mensucikannya, dan sungguh buntunglah siapa yang mengotorinya". Maka sungguh perjalanan ini hanya akan bisa menuju "ilahi" dengan senantiasa membersihkan jiwa dan hati kita, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Rasulullah sebelum perjalanan sucinya tersebut.

Ketika ditawari dua pilihan minuman, dengan sigap Rasulullah mengambil gelas yang berisikan susu. Minuman halal dan penuh menfaat bagi kesehatan. Minuman yang berkalsium tinggi, menguatkan tulang belulang. Rasulullah menolak khamar, minuman yang menginjak-nginjak akal, menurunkan tingkat inteletualitas ke dasar yang paling rendah. Sungguh memang pilihan yang tepat, karena pilihan ini adalah pilihan fitri "suci".

Dengan bekal jiwa yang telah dibersihkan tadi, Rasulullah memang melanjutkan perjalanannya. Di tengah perjalanan, hanya memang ada dua alternatif di hadapan kita. Kebaikan dan keburukan. Kebaikan akan selalu identik dengan manfaat, sementara keburukan akan selalu identik dengan kerugian. Seseorang yang hatinya suci, bersih dari kuman dosa dan noda kezaliman, akan sensitif untuk menerima selalu menerima yang benar dan menolak yang salah. Bahkan hati yang bersih tadi akan merasakan "ketidak senangan" terhadap setiap kemungkaran. Lebih jauh lagi, pemiliknya akan memerangi setiap kemungkaran dengan segala daya yang dimilikinya.

Dalam hidup ini seringkali kita diperhadapkan kepada pilihan-pilihan yang samar. Fitra menjadi acuan, lentera, pedoman dalam mengayuh bahtera kehidupan menuju tujuan akhir kita (akhirat). Dan oleh karenanya, jika kita dalam melakukan pilihan-pilihan dalam hidup ini, ternyata kita seringkali terperangkap kepada pilihan-pilihan yang salah, buruk lagi merugikan, maka yakinlah itu disebabkan oleh tumpulnya firtah insaniyah kita. Agaknya dalam situasi seperti ini, diperlukan asahan untuk mempertajam kembali fitrah Ilahiyah yang bersemayam dalam diri setiap insan.

Shalat adalah bentuk peribadatan tertinggi seorang Muslim, sekaligus merupakan simpol ketaatan totalitas kepadaYang Maha Pencipta. Pada shalatlah terkumpul berbagai hikmah dan makna. Shalat menjadi simbol ketaatan total dan kebaikan universal yang seorang Muslim senantiasa menjadi tujuan hidupnya.

Maka ketika Rasulullah memimpin shalat berjama'ah, dan tidak tanggung-tanggung ma'mumnya adalah para anbiyaa (nabi-nabi), maka sungguh itu adalah suatu pengakuan kepemimpinan dari seluruh kaum yang ada. Memang jauh sebelumnya, Musa yang menjadi pemimpin sebuah umat besar pada masanya. Bahkan Ibrahim, Eyangnya banyak nabi dan Rasul, menerima menjadi Ma'mum Rasulullah SAW. Beliau menerima dengan rela hati, karena sadar bahwa Rasulullah memang memiliki kelebihan-kelebihan "leadership", walau secara senioritas beliaulah seharusnya menjadi Imam.

Kepemimpinan dalam shalat berjama'ah sesungguhnya juga simbol kepemimpinan dalam segala skala kehidupan manusia. Allah menggambarkan sekaligus mengaitkan antara kepemimpinan shalat dan kebajikan secara menyeluruh: "Wahai orang-orang yang beriman, ruku'lah, sujudlah dan sembahlah Tuhanmu serta berbuat baiklah secara bersama-sama. Nisacaya dengan itu, kamu akan meraih keberuntungan". Dalam situasi seperti inilah, seorang Muhammad telah membuktikan bahwa dirinya adalah pemimpin bagi seluruh pemimpin umat lainnya.

Baghaimana dengan kita sebagai pengikut nabi muhammad dalam masalah ini? Masalahnya, umat Islam saat ini tidak memiliki kriteria tersebut. Kriteria "imaamah" atau kepemimpinan yang disebutkan dalam Al Qur'an masih menjadi "tanda tanya" besar pada kalangan umat ini. "Dan demikian kami jadikan di antara mereka pemimpin yang mengetahui urusan Kami, memiliki kesabaran dan ketangguhan jiwa, dan adalah mereka yakin terhadap ayat-ayat Kami".

Kita umat Islam, yang seharusnya menjadi pemimpin umat lainnya, ternyata memang menjadi salah satu pemimpin. Sayang kepemimpinan dunia Islam saat ini terbalik, bukan dalam shalat berjama'ah, bukan dalam kebaikan dan kemajuan dalam kehidupan manusia. Namun lebih banyak yang bersifat negatif.

Perjalanan singkat yang penuh hikmah tersebut segera berakhir, dan dengan segera pula beliau kembali menuju alam kekiniannya. Rasulullah sungguh sadar bahwa betapapun ni'matnya berhadapan langsung dengan Yang Maha Kuasa di suatu tempat yang agung nan suci, betapa ni'mat menyaksikan dan mengelilingi syurga, tapi kenyataannya beliau memiliki tanggung jawab duniawi. Untuk itu, semua kesenangan dan keni'matan yang dirasakan malam itu, harus ditinggalkan untuk kembali ke dunia beliau melanjutkan amanah perjuangan yang masih harus diembannya.

Inilah sikap seorang Muslim. Kita dituntut untuk turun ke bumi ini dengan membawa bekal shalat yang kokoh. Shalat berintikan "dzikir", dan karenanya dengan bekal dzikir inilah kita melanjutkan ayunan langkah kaki menelusuri lorong-lorong kehidupan menuju kepada ridhaNya. "Wadzkurullaha katsiira" (dan ingatlah kepada Allah banyak-banyak), pesan Allah kepada kita di saat kita bertebaran mencari "fadhalNya" dipermukaan bumi ini. Persis seperti Rasulullah SAW membawa bekal shalat 5 waktu berjalan kembali menuju bumi setelah melakukan serangkaian perjalanan suci ke atas (Mi'raj).

Mengakhiri tulisan ini hendaknya kita semua harus memperbaiki diri dan berkaca kepada setiap musibah dan bencana yang sering terjadi. Bukan hanya bencana alam saja yang bisa kita resapi dan kita maknai, melainkan bencana moral yang telah banyak melenceng baik dari tata kehidupan para selebritis, pejabat eksekutif, yudikatif maupun legislatif hingga masyarakat biasa telah banyak terefleksi dan sungguh telah jauh berpijak dari rel-rel kehidupan yang baik dan hakiki sesuai syariat Islam.

Semoga hal ini dapat menjadi pijakan kita untuk melangkah ke depan yang penuh makna dalam menjalani sisa-sisa hidup kita yang semakin hari tanpa disadari jatah usia kita semakin berkurang.

~~~~~~~~~~~~
Denaihati

Billy Simpson - Juara The Voice Indonesia

Billy Simpson dari tim Giring akhirnya dinobatkan sebagai pemenang dalam kontes ajang pencarian bakat, The Voice Indonesia, Senin (3/6/2013) dini hari.

Billy mampu menyingkirkan saingan terberatnya, Leona dari tim Armand. Keduanya masuk ke babak dua besar setelah Agseisa memperoleh peringkat keempat dan Tiara menduduki tingkat ketiga.

Kemenangan Billy langsung disambut suka cita keluarganya. Terbukti sesaat diumumkan oleh pembawa acara seluruh keluarga Billy yang hadir langsung menghampirinya di atas pangggung.

Billy berhak atas hadiah uang tunai sebesar Rp100 Juta dan masih ditambah dengan satu buah mobil. Juara ke-2 mendapatkan uang tunai sebesar Rp75 juta, sedangkan juara 3 dan 4 masing-masing memperoleh uang Rp50 juta.

Sebelumnya di babak grandfinal keempat finalis yang terdiri dari masing-masing dewan juri menampilkan tiga buah lagu. Dua lagu yang akan dinyanyikan sendiri dan satu lagu secara duet.
  • Billy Simpson menyanyikan "Laskar Pelangi", "When I Was Your Man", dan "Dia Dia Dia", feat. Afgan.
  • Agseisa menyanyikan "Makhluk Tuhan Paling Seksi", "Just Give Me A Reason", dan "Aku Yang Tersakiti", feat. Judika.
  • Leona menyanyikan "Yesterday", "Sang Dewi", dan "Only Girl", feat Iwa K.
  • Tiara menyanyikan "Ya Sudahlah", "Malaikat Juga Tahu" dan "Menghujam Jantungku", feat. Tompi.

Di penampilan tambahan, seluruh kontestan grandfinal bernyanyi satu panggung dengan band Noah.



Denaihati

Cinta Dalam Kardus - Cinta Itu Menuntut dan Tidak Pernah Menerima Seseorang Apa Adanya

Semua berawal dari keinginan Dika untuk membuat serial tv bergenre komedi. Bersama dengan beberapa teman-temannya, Dika merilis seri pertamanya berjudul Nissa dalam bentuk sebuah epiisode di Youtube. Seri pertamanya ditonton hingga ratusan ribu pengunjung. Kemudian diproduksilah seri kedua berjudul Miranda.


Sukses dengan dua seri yang ditayangkan melalui Youtube, akhirnya serial Malam Minggu Miko ditayangkan di televisi, tepatnya Kompas TV. Dua episode perdananya yaitu berjudul Hari Penembakan Sasha dan Airsoft Lisa, tayang pada tanggal 10 Desember 2012. Sehari setelah penayangan, episode yang telah ditayangkan akan diupload melalui channel milik Dika dan Kompas TV di Youtube.

Malam Minggu Miko menceritakan pengalaman absurd Miko (Raditya Dika) dan teman baiknya Rian (Ryan Adriandhy) yang selalu dilanda kegalauan dan dilema dalam menghadapi setiap malam minggu mereka. Mereka berdua tinggal disebuah rumah kontrakan, dan memiliki seorang pembantu bernama Anca (Hadian Saputra) .

Kisah Miko kemudian diangkat ke layar lebar dalam judul Cinta Dalam Kardus. sebuah film drama komedi romantis yang disutradarai oleh Salman Aristo (Jakarta Hati, Jakarta Maghrib). Untuk penulisan skripnya sendiri ditangani oleh Raditya Dika dan Salman Aristo .

Selain Raditya Dika, Film ini juga dibintangi oleh Anizabella Lesmana, Dahlia Poland, Fauzan Nasrul, Tina Toon, Lukman Sardi, dan Wichita Setiawati. Menurut rencana, film yang mempunyai konsep yang terbilang unik ini (dengan monolog), akan keluar dari kardus dan menyambangi bioskop-bioskop di seluruh Indonesia pada 13 Juni 2013. 


Sinopsis Film Cinta Dalam Kardus

Film ini bercerita tentang Miko (Raditya Dika), orang yang percaya bahwa cinta itu menuntut dan tidak pernah bisa menerima seseorang apa adanya. I love you just the way you are itu justru tanda buat berpisah. Dan persis itulah yang ia rasakan saat ini, pada hubungannya dengan Putri (Anizabella Lesmana). Miko mulai mempertimbangkan untuk putus.

Hari itu Miko berencana untuk naik ke panggung stand up comedy. Dia ingin melakukan sesuatu yang bisa bikin hidupnya segar. Diragukan Rian (Ryan Adriandhy), kawannya, dia bisa bertahan di panggung atau tidak, Miko tak berhenti. Sebelum berangkat, Miko sempat kaget ketika menemukan kardus yang berisi barang-barang nostalgia peninggalan 21 mantan gebetan-nya.

Seharusnya kardus itu sudah dibuang oleh Mas Anca (Hadian Saputra), pembantunya. Namun sayang selama ini Miko lupa memberitahu dia dimana kardus itu disimpan. Dengan kesal akhirnya Miko pun membawa kardus itu pergi bersamanya. Dia berencana untuk membuang kardus itu nanti.

Sesampainya Miko di café stand up comedy, karena belum menemukan tempat untuk membuang kardus tersebut, Miko membawa kardus itu masuk bersamanya. Lalu dia naik ke atas panggung, dengan satu niat sederhana, menguasai panggung, ngoceh, melepas mumet. Namun niat tersebut terancam oleh dua ABG dimabuk cinta, Caca dan Kipli, yang duduk di paling depan dan sangat menyedot perhatian penonton.

Miko menahan kekesalannya. Namun saat dia mendengar Caca dan Kipli memanggil satu sama lain Ayah-Bunda, kesabarannya pun habis. Miko menepis materi stand up comedy-nya. Dia punya agenda, yaitu meyakinkan penonton bahwa love is overrated!

Untuk mendukung argumennya, Miko pun membawa kardus tadi ke atas panggung. Melalui barang-barang peninggalan mantan gebetan dan kisah unik di baliknya, Miko ingin bicara fakta: cinta sudah dihitung lebih ‘mahal’ dari seharusnya!

Walaupun pada awalnya Caca dan Kipli selalu menangkis argumen Miko, lama kelamaan Miko berhasil mengubah suasana café yang pink menjadi abu-abu ketika orang-orang mulai ikut skeptis pada cinta. Karena terbawa oleh suasana di atas panggung, Miko bahkan memutuskan Putri dengan cara yang gegabah: lewat twitter.

Tapi sebuah batu koral dalam kardus itu bikin Miko jungkir balik dan tunggang langgang. Apakah memang cinta bisa apa adanya? Atau harusnya, ada apanya? Zona nyaman yang sesungguhnya atau ruang penuh resiko yang harus selalu tumbuh?


Trailer Film Cinta Dalam Kardus

 


Trailer Film Cinta Dalam Kardus
Denaihati